Tempo Dulu sebagai Pijakan Peradaban

Samudrabiru –¬†Berbicara tempo dulu maka satu hal yang terpikir dalam benak kita adalah berbicara tentang sejarah. Bagi sebagian orang sejarah merupakan hal yang kurang menarik, di mana karena sejarah membicarakan masa lampau, sedangkan kehidupan kita adalah bicara tentang masa depan.

Sejarah memang mengalami banyak ketidakjelasan, kesimpangsiuran atau berita yang coba disampaikan tidak mengalami sinkronisasi antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi di balik semua itu banyak pelajaran dan pemahaman yang dapat kita dapatkan di saat mempelajari sejarah.

Berangkat dari itu penulis mempunyai kesadaran dan ketertarikan untuk mengulas kembali sejarah sebagai pijakan peradaban di masa depan. Apalagi saat ini kita sedang terombang-ambing dalam ketidakjelasan, ketidakpastian,

kita seperti tidak memiliki jati diri dalam bernegara maupun bermasyarakat. Alhamdulillah di sela kesibukan mengerjakan skripsi dan kegiatan lainnya penulis mampu menyelesaikan tulisan ini, penulis memulainya dari Kota Tangerang dan akhirnya selesai di Kota Serang.

Penulis berharap dengan karya ini ke depan imperialis gaya baru atau penindasan yang terus terulang, baik dilakukan oleh pribumi ataupun asing maupun aseng di Indonesia dapat terpecahkan, sehingga dahulu nusantara yang kaya raya atau saat ini Indonesia yang juga masih kaya meski terus dijarah oleh imperialis gaya baru dapat dihapuskan, dan melahirkan Indonesia yang berdaulat maupun sejahtera rakyatnya.

Penulis menyadari tulisan ini perlu banyak perbaikan, mulai dari tata bahasa, hingga pesan yang mungkin tidak mampu penulis sampaikan dengan baik. Dengan segala kekurangan penulis berharap ke depan buku ini dapat terus diperbaiki sehingga dapat bermanfaat bagi kita pembaca, generasi penerus masa depan bangsa, maupun rakyat Indonesia umumnya.

Penulis merupakan alumnus Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang, yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta Ikatan Keluarga Besar Sumatera.

Buku ini adalah buku kedua penulis. Buku pertama berjudul Puncak Kesadaran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Semoga buku ini mampu mencerahkan dan menggerakkan. Ada 45 subbahasan yang memfilosofikan tahun kemerdekaan bangsa kita Indonesia, dengan harapan peradaban di negeri ini akan kembali mampu hadir, serta Islam sebagai corong lahirnya peradaban tersebut. Fastabiqul Khairat

Judul Buku : Tempo Dulu sebagai Pijakan Peradaban
Penulis : Tri Laksono
Penerbit : Samudra Biru
Cetakan : I April 2018
Dimensi : xii + 202 hlm. ; 14 x 20 cm
Harga : Rp