
Samudrabiru – Rasanya tidak ada motivasi yang lebih besar yang mendorong kami menerbitkan buku ini, kecuali untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan pengetahuan khususnya dalam bidang pengembangan ilmu perencanaan prasarana.
Oleh karenanya, dengan segala keseriusan dan keterbatasan yang tentunya tak terhindarkan, buku ini kami dedikasikan untuk mencapai tujuan tersebut.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kebutuhan akan jasa angkutan laut semakin lama semakin meningkat, baik jumlah maupun macamnya.
Usaha-usaha dalam pembangunan sarana angkutan laut yang dilakukan sampai saat ini merupakan cerminan dalam mengatasi peningkatan kebutuhan tersebut.
Salah satu komponen dari sistem angkutan laut adalah pelabuhan, di mana pelabuhan laut merupakan salah satu subsistem transportasi laut yang mempunyai fungsi utama yaitu sebagai tempat yang aman untuk berlabuh dan bertambatnya kapal-kapal, juga sebagai terminal transfer barang dan penumpang melalui angkutan darat dan angkutan laut.
Pelabuhan merupakan suatu simpul sistem transportasi laut dan darat, karena sifatnya sebagai tempat peralihan moda angkutan, maka pelabuhan harus disambung dengan sistem darat dan dilengkapi dengan berbagai macam kemudahan, antara lain tempat yang aman untuk berlabuhnya kapal, pelayanan kapal selama berlabuh dan ketika akan melanjutkan pelayaran, jasa terminal untuk muatan dalam proses peralihan dari kapal ke angkutan darat.
Perkembangan teknologi angkutan laut memungkinkan kapal peti kemas memiliki daya angkut yang lebih besar serta waktu bongkar muat barang lebih cepat dibandingkan dengan cara penanganan bongkar muat yang konvensional. Salah satu faktor yang dianggap cukup dominan dalam memengaruhi kinerja dari suatu pelabuhan peti kemas adalah faktor kesiapan dan ketersediaan kapasitas fasilitas dan peralatan bongkar muat peti kemas dari atau ke kapal.
Selain itu, untuk menunjang kegiatan bongkar muat peti kemas, pelabuhan harus memiliki terminal khusus peti kemas dengan segala fasilitasnya sehingga waktu yang dibutuhkan untuk proses bongkar muat di pelabuhan dapat dilakukan dengan cepat.
Di samping itu, pengoperasian angkutan barang khususnya peti kemas di Kota Luwuk pada saat ini masih belum diatur, baik dari segi pengaturan status jalan, kelas jalan, serta kewenangannya yang harus dilalui oleh kendaraan angkutan barang sistem peti kemas, waktu operasi kendaraan angkutan barang, maupun rute/jalur khusus kendaraan angkutan barang.
Konsep semacam inilah yang hendak dikembangkan berdasarkan sasaran tersebut. Tentu saja maksud dari penulisan buku ini belum sepenuhnya tercapai. Di samping disebabkan oleh pengetahuan umum yang sangat kurang, juga referensi dan buku-buku yang belum memadai.
Akan tetapi atas bantuan dari berbagai pihak buku ini dapat diselesaikan dan diterbitkan. Buku ini dapat terbit berkat kerja sama tim Penerbit Samudra Biru dan ketiga penulis.
Karena itu, ucapan terima kasih kami haturkan kepada Penerbit Samudra Biru yang telah berkenan menerbitkan buku ini sehingga sampai ke tangan pembaca.
Kepada rekan penulis, kami ucapkan terima kasih atas kesediaan naskah hasil penelitiannya untuk dihimpun dan diedit untuk selanjutnya diterbitkan dalam bentuk buku referensi. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam penyusunan naskah buku ini.
Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan dosen dan para mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk atas segala peran aktif dan kontribusinya selama perkuliahan. Kami menyadari sepenuhnya, bahwa tanpa keberadaan dan adanya kontribusi mahasiswa sekalian, maka buku ini tidak akan pernah terwujud.
Untuk para pembaca terima kasih telah berkenan membaca buku ini, kami sangat mengharapkan saran demi perbaikan penulisan di masa mendatang. Tentunya dengan sebuah harapan, semoga persembahan kecil ini bermanfaat bagi kita semua.
Judul Buku : Manajemen Prasarana Pelabuhan Peti Kemas
Penulis : I Putu Jati Arsana, ST., MT, dkk
Penerbit : Samudra Biru
Cetakan : I Desember 2017
Dimensi : xiv + 157 hlm, 14,8 x 21 cm
Harga : Rp