Temukan Alasanmu Ber-NU: Wasiat KH. Ma'ruf Amin untuk Nahdliyin di Abad ke-2 Nahdlatul Ulama
Buku Temukan Alasanmu Ber-NU mengajak pembaca melakukan perjalanan reflektif untuk menemukan kembali alasan, kesadaran, dan keyakinan di balik pilihan menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama. Berangkat dari gagasan KH. Ma’ruf Amin tentang pentingnya bashirah—kesadaran yang lahir dari pengetahuan dan keyakinan—buku ini menempatkan ber-NU bukan sekadar sebagai identitas sosial, tetapi sebagai pilihan intelektual, spiritual, dan moral.
Mengapa kita ber-NU?
Pertanyaan sederhana ini mungkin jarang kita ajukan kepada diri sendiri. Banyak di antara kita menjadi Nahdliyin karena lahir dari keluarga NU, tumbuh di pesantren, mengikuti tradisi keagamaan, atau hidup dalam lingkungan yang lekat dengan Nahdlatul Ulama. Namun, apakah identitas yang diwariskan itu cukup untuk menjelaskan mengapa kita memilih tetap ber-NU?
Buku Temukan Alasanmu Ber-NU mengajak pembaca melakukan perjalanan reflektif untuk menemukan kembali alasan, kesadaran, dan keyakinan di balik pilihan menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama. Berangkat dari gagasan KH. Ma’ruf Amin tentang pentingnya bashirah—kesadaran yang lahir dari pengetahuan dan keyakinan—buku ini menempatkan ber-NU bukan sekadar sebagai identitas sosial, tetapi sebagai pilihan intelektual, spiritual, dan moral.
Melalui empat bagian utama, buku ini menguraikan keterkaitan antara bashirah, fikrah, manhaj, dan harakah. Fikrah memberikan arah berpikir, manhaj menghadirkan metode dalam memahami dan mengambil keputusan, sementara harakah menerjemahkan nilai dan gagasan tersebut menjadi gerakan nyata dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Buku ini juga mengingatkan bahwa gerakan NU harus dimulai dari pemahaman tentang “mengapa”, bukan semata-mata “apa” dan “bagaimana”. Tanpa kesadaran tersebut, seorang Nahdliyin—terlebih pengurus NU—berisiko menggerakkan organisasi berdasarkan kepentingan personal atau fikrah fulaniyah, bukan berdasarkan nilai dan manhaj Nahdlatul Ulama.
Pada akhirnya, buku ini mengajak setiap Nahdliyin menemukan jawaban personal atas satu pertanyaan mendasar: mengapa saya ber-NU? Sebab NU yang kuat bukan hanya NU yang besar jumlah warganya, melainkan NU yang dihuni oleh orang-orang yang memahami, meyakini, dan menghidupkan ruh perjuangannya.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2Spesifikasi Buku
Cetakan I, Agustus 2026; xviii +98 hlm, ukuran 13 x 19 cm, kertas isi Bookpaper hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 100.000
Rp 74,000
Tentang Penulis
Roqiyul Ma’arif Syam
Menyelesaikan studi tingkat dasar dan menengah di Kota Cirebon dan Majalengka sambil mondok di beberapa pesantren di beberapa daerah di Jawa Barat. Melanjutkan studi Tingkat sarjana di UIN Sunan Kalijaga pada Jurusan Fisika (tidak diselesaikan) dan Hukum Tata Negara & Siyasah (lulus pada tahun 2018) serta aktif di beberapa organisasi intra maupun ekstra-kampus seperti Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KNPI DIY dan menjadi Ketua Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Jawa Barat-Yogyakarta. Selanjutnya penulis menempuh pendidikan tingkat Magister di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (lulus tahun 2022). Penulis sempat menjadi Dosen Tidak Tetap Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati sambil aktif menjadi reviewer di Lembaga Pentashih Buku dan Konten Islam (LPBKI) MUI Pusat Periode 2020-2025 dan Tim Standar Mutu Buku Umum Keagamaan Islam Kementerian Agama RI 2023 hingga sekarang, Badan Kesejahteraan Masjid bidang Kepemudaan periode 2022-2026, Wakil Sekretaris PCNU Kota Cirebon Periode 2021 hingga sekarang, dan Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kota Cirebon dan Tim Ahli Badan Hisab Rukyat Daerah Kabupaten Cirebon sejak tahun 2018 hingga sekarang. Saat buku ini diterbitkan, penulis merupakan Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit MoRa-LPDP dan sedang memulai studi PhD di Kent Law School, University of Kent, Canterbury, Inggris Raya.