SOSIOLOGI KELEMBAGAAN DESA

Jika hatimu pernah diam-diam menangis, mungkin ini buku yang diam-diam kamu butuhkan

Luka yang Mengajarkanku Mencintai Lagi

Sosiologi kelembagaan desa memberikan perhatian pada aspek struktur sosial dan aspek perilaku manusia baik secara individu maupun secara kelompok dan organisasi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat desa itu sendiri. Jadi penekanan kajian sosiologi kelembagaan desa adalah terletak pada aspek perilaku dan struktur masyarakat desa yang terbentuk oleh struktur pemerintah dan maupun lembaga yang dibentuk atas kesadaran masyarakat desa itu sendiri. Perkembangan masyarakat tentu tidak terlepas pada kondisi statis dan dinamis. Kondisi perkembangan itulah tidak terlepas pula dalam dinamika kehidupan masyarakat desa. Hal ini sesuai dengan perhatian utama sosiologi kelembagaan desa yang selalu terbagi ke dalam aspek kondisi perubahan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai fundamental serta struktur dalam masyarakat desa.
Sebagaimana Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan mulatan tentang kelembagaan desa terdiri dari beberapa unsur, yaitu Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat, Kerjasama Antar Desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Secara aplikatif kelembagaan desa secara aspek perubahan sosial memiliki peran penting dalam penyelenggaraan dan penguatan sisistem pemerintahan desa serta percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain itu kelembagaan desa secara struktur maupun kultural dapat menggerakaan kelempok-kelompok masyarakat dalam rangka pembinaan kemasyarakatan. Perubahan masyarakat dapat digerakkan secara cepat melalui kehadiran lembaga-lembaga yang ada di masyarakat desa. Keberadaan lembaga desa sebaga organisasi, juga dapat menghimpun berbagai elemen masyarakat yang potensial dalam rangka melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.
Salah satu lembaga-lembaga yang terbentuk di desa baik secara struktur dan maupun secara sukarela dapat bersama-sama turut memperkuat pembangunan di desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD): Lembaga yang memiliki fungsi legislasi dan pengawasan terhadap pemerintahan desa. Selain itu terbentuk berbagai organisasi dan lembaga di desa yang dibentuk oleh masyarakat untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa, seperti PKK Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan gerakan secara kultural untuk memberdayakan keluarga dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Selain itu lembaga desa dalam hal menggerakkan potensi ekonomi yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola secara profesional untuk meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Daftar Isi 4
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Juli 2025;  268 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi Bookpaper hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 150.000

Rp 146,000

Tentang Penulis

Prof. Dr. Suwaib Amiruddin, M.Si

Penulis merupakan anak dari Alm. H. Amiruddin Daeng Sila dan Hj. Inrallang Daeng Te’ne. Penulis memiliki istri bernama dr. Roro Rukmi Windi Perdani, M.Kes, Sp. A. Pernikahan tersebut dikaruniai dua orang anak bernama Muhammad Riffat Dinejad Amiruddin dan Aisyah Zahira Amiruddin. Penulis menamatkan S-1 bidang sejarah kebudayaan di UIN Makassar pada tahun 1998, S-2 bidang sosiologi di Universitas Hasanuddin pada tahun 2002, kemudian menamatkan S-3 pada bidang yang sama di Universitas Padjajaran tahun 2008. Dulunya, ia merupakan seorang asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan guru besar. Kini, penulis menjabat sebagai guru besar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan mengampu mata kuliah Sosiologi, Antropologi, dan Pembangunan Masyarakat.