ROMPI PEMERIKSAAN FISIK GINJAL Panduan Praktis untuk Pembelajaran dan Simulasi Keperawatan

 

Buku ini adalah panduan praktis yang mengintegrasikan ilmu keperawatan dengan inovasi media pembelajaran, sehingga membantu mahasiswa dan pendidik menguasai pemeriksaan fisik ginjal secara lebih sistematis, interaktif, dan aplikatif.

Panduan Pemeriksaan Fisik Ginjal

Penyakit ginjal kronis (CKD) kini telah menjelma menjadi salah satu tantangan kesehatan global dan nasional yang paling mendesak di abad ke-21. Di Indonesia sendiri, prevalensi penyakit ginjal terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan, di mana deteksi dini sering kali terhambat akibat kurangnya keterampilan praktis tenaga kesehatan. Sebagai garda terdepan, perawat dituntut untuk memiliki kompetensi pengkajian fisik yang sangat akurat. Sayangnya, mahasiswa keperawatan kerap menghadapi kendala besar dalam menguasai pemeriksaan fisik ginjal karena metode pembelajaran konvensional yang terlalu teoretis dan minimnya alat peraga yang realistis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir sebuah karya inovatif yang sangat komprehensif. Berdasarkan dokumen “Rompi Pemeriksaan Fisik Ginjal, buku berjudul Rompi Pemeriksaan Fisik Ginjal: Panduan Praktis untuk Pembelajaran dan Simulasi Keperawatan karya Abiyyu Naufal Susanto, Vina Aditya Astuti, dan Pramono Giri Kriswoyo ini hadir sebagai solusi revolusioner. Buku setebal 214 halaman ini tidak sekadar menyajikan teori medis, melainkan memperkenalkan sebuah media pembelajaran berjenis wearable anatomy vest (rompi anatomi yang dapat dikenakan) untuk memfasilitasi mahasiswa keperawatan dalam memahami topografi ginjal secara visual dan taktil. Sebagai pakar SEO, ulasan naratif ini akan merangkum secara utuh isi buku yang menjadi terobosan brilian dalam metode simulasi klinis keperawatan.

Menjembatani Teori Anatomi dan Keterampilan Klinis Melalui Rompi Edukasi

Bagian awal buku ini membangun fondasi yang sangat kuat dengan menguraikan anatomi dan fisiologi sistem urinaria. Pembaca diajak untuk memahami ginjal sebagai organ retroperitoneal yang berbentuk seperti kacang, berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa, yang berfungsi vital dalam filtrasi darah, regulasi keseimbangan cairan, dan produksi hormon seperti renin serta eritropoietin. Pemahaman anatomi ini sangat penting, karena letak ginjal kanan yang sedikit lebih rendah akibat keberadaan organ hati memengaruhi cara perawat menentukan titik palpasi yang tepat. Buku ini juga mengupas tuntas patofisiologi penyakit ginjal yang relevan dengan temuan pemeriksaan fisik, seperti pielonefritis akut, nefrolitiasis (batu ginjal), gagal ginjal kronik, hingga retensi urin akut dan stenosis arteri renalis.

Inovasi utama yang menjadi jantung dari buku ini adalah desain dan spesifikasi alat peraga Rompi Pemeriksaan Fisik Ginjal. Rompi ini dibuat menggunakan bahan katun combed 24s. Pemilihan material ini didasarkan pada pertimbangan ketebalan gramasi yang pas (175-185 gsm), kenyamanan termal karena menyerap keringat, kehalusan serat, serta kemampuannya mengikat tinta sablon dengan sangat tajam. Desain visual pada bagian anterior (depan) rompi menampilkan landmark tulang seperti arcus costae, pembagian kuadran abdomen, serta gambaran visual ginjal, ureter, dan vesika urinaria. Sementara itu, bagian posterior (belakang) rompi secara khusus menonjolkan penanda Costovertebral Angle (CVA) dengan warna kontras tinggi, lengkap dengan simbol target untuk memudahkan mahasiswa mengidentifikasi titik perkusi yang benar.

Keunggulan rompi ini melampaui visualisasi dua dimensi berkat integrasi elemen taktil yang brilian. Buku ini menjelaskan penyematan fitur-fitur seperti tombol tekan (push button) silikon untuk mensimulasikan massa ginjal, patch bertekstur untuk simulasi variasi permukaan organ (seperti batu atau kista), hingga kantong tekanan (pressure pocket) yang dapat diisi cairan untuk merepresentasikan sensasi ballottement dan distensi kandung kemih.

Dengan alat peraga inovatif ini, buku memberikan panduan pemeriksaan fisik bagian anterior dan posterior secara mendetail. Pada tahap inspeksi, mahasiswa diajarkan untuk mengamati kontur abdomen dan mengenali ikon patologis pada rompi seperti edema periorbital. Pada tahap auskultasi, mahasiswa dibimbing mendengarkan bruit renal (suara aliran darah turbulen) pada area epigastrium dan sisi umbilikus, yang mengindikasikan stenosis arteri renalis. Untuk palpasi, rompi memungkinkan mahasiswa mempraktikkan teknik palpasi bimanual dengan menempatkan satu tangan di bagian punggung untuk mendorong ginjal, sementara tangan lainnya di perut bagian depan menekan elemen taktil untuk merasakan tonjolan. Di bagian posterior, mahasiswa mempraktikkan punch tenderness test di area CVA untuk mengevaluasi nyeri ketuk ginjal yang menjadi indikator kuat adanya infeksi atau batu ginjal.

Integrasi Pembelajaran, Evaluasi, dan Aplikasi Kasus Nyata di Laboratorium

Penerapan rompi edukasi ini tidak dibiarkan berjalan tanpa kerangka pedagogis. Buku ini memaparkan strategi integrasi rompi ke dalam pembelajaran laboratorium menggunakan model instruksional ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sesi praktikum dirancang agar mahasiswa bekerja secara berpasangan, bergantian memerankan diri sebagai perawat pemeriksa dan probandus (pasien standar), sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman secara psikologis dan melindungi privasi. Dosen difasilitasi dengan panduan debriefing terstruktur menggunakan model GAS (Gather, Analyze, Summarize) untuk membimbing refleksi klinis mahasiswa pasca-simulasi.

Selain itu, aspek keselamatan juga sangat diperhatikan. Buku ini menyediakan Standar Operasional Prosedur (SOP) lengkap terkait cara memasangkan rompi pada manekin maupun manusia sungguhan secara ergonomis. Buku ini merinci langkah-langkah pemeliharaan, mulai dari pembersihan rutin menggunakan tisu antiseptik, proses pencucian khusus, hingga teknik penyimpanan agar elemen taktil rompi tidak cepat rusak.

Tidak sekadar panduan teknis, buku ini juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi yang solid. Terdapat instrumen Checklist OSCE (Objective Structured Clinical Examination) yang siap pakai untuk mengukur kompetensi psikomotor mahasiswa secara objektif, mencakup fase persiapan, inspeksi, palpasi, perkusi CVA, hingga komunikasi terapeutik. Disediakan pula bank soal pilihan ganda untuk pretest dan posttest guna mengukur peningkatan kognitif, serta kuesioner skala Likert untuk mengukur kepuasan pengguna dan efektivitas media wearable anatomy ini.

Puncak dari buku ini adalah penjabaran empat studi kasus klinis utama yang menjembatani simulasi laboratorium dengan kondisi rumah sakit yang sebenarnya. Kasus pertama membahas Ny. T yang menderita pielonefritis akut, dengan penekanan pada identifikasi demam, disuria, dan temuan kunci berupa nyeri ketuk CVA positif. Kasus kedua mengangkat Tn. B dengan nefrolitiasis (batu ginjal), melatih mahasiswa membedakan karakteristik nyeri kolik yang menjalar ke selangkangan serta adanya hematuria. Kasus ketiga menyoroti Ny. C yang mengalami gagal ginjal kronik stadium lanjut, di mana perawat harus tanggap mendeteksi komplikasi retensi cairan melalui identifikasi edema ekstremitas (pitting edema +2), oliguria, dan hipertensi berat. Kasus terakhir, Tn. D, mensimulasikan kondisi gawat darurat berupa retensi urin akut akibat pembesaran prostat (BPH), mengajarkan mahasiswa teknik palpasi dan perkusi massa suprapubik yang tegang untuk segera mengindikasikan perlunya tindakan kateterisasi. Seluruh studi kasus dilengkapi dengan patofisiologi, temuan fisik, data penunjang, hingga diagnosis keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI).

Secara keseluruhan, buku pedoman berbasis riset pengembangan (research and development) ini merupakan karya esensial yang sangat berharga bagi dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), dan mahasiswa keperawatan. Dengan menyatukan keakuratan anatomi, inovasi media wearable, metode evaluasi terstandar, dan relevansi klinis yang tinggi, buku ini sukses mentransformasi proses belajar pemeriksaan fisik ginjal dari konsep yang abstrak menjadi pengalaman simulasi taktil yang imersif dan bermakna.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Slider Caption
Slider Caption
Slider Caption
Slider Caption
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Agustus 2026; 224 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 140.000

Rp 129.700

Tentang Penulis

Abiyyu Naufal Susanto, S.Tr.Kep., Ners

Abiyyu Naufal Susanto, S.Tr.Kep., Ners Penulis lahir di Magelang pada tanggal 4 Februari 2000. Ketertarikan penulis terhadap manajemen
laboratorium pendidikan dimulai pada tahun 2022 silam. Hal tersebut diawali saat penulis megemban amanah jabatan fungsional Pranata Laboratorium
Pendidikan Ahli Pertama pada Program Studi Keperawatan Magelang, Poltekkes Kemenkes Semarang. Penulis mengawali masa pendidikan tingginya dengan menyelesaikan program Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan dinyatakan lulus pada tahun 2021. Kemudian penulis melanjutkan studi pada Program Pendidikan profesi Ners Poltekkes Kemenkes Yogyakarta hingga lulus pada tahun 2022. Saat ini penulis menjabat sebagai Kepala Sub Unit Laboratorium Keperawatan Magelang, Poltekkes Kemenkes Semarang. Penulis juga aktif dalam kegiatan ilmiah dan organisasi keprofesian yaitu sebagai pemakaian dalam konferensi nasional pranata laboratorium pendidikan (PLP) serta menerbitkan beberapa
publikasi pada jurnal pengelolaan laboratorium pendidikan.

Vina Aditya Astuti, S.ST. M.Tr.Keb.

Vina Aditya Astuti, S.ST. M.Tr.Keb. Pranata Laboratorium Pendidikan Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Semarang Penulis adalah lulusan D-IV Kebidanan tahun 2012 dan magister terapan kebidanan tahun 2026 yang telah mendedikasikan kariernya dalam bidang pendidikan kesehatan. Saat ini, ia bekerja sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan di Poltekkes Kemenkes Semarang, sebuah posisi yang memperkuat komitmennya terhadap mutu pendidikan dan
pengembangan keterampilan praktis di lingkungan akademik. Penulis juga dipercaya sebagai pengurus Persatuan Pranata Laboratorium
Pendidikan Indonesia (PPLPI) di lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang, memperkuat jejaring profesi dan berbagi praktik terbaik antar sesama pranata laboratorium di seluruh Indonesia. Selain aktif dalam pengelolaan laboratorium, penulis juga berperan dalam berbagai pelatihan, workshop, dan pengembangan kompetensi lainnya yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan kebidanan khususunya pengelolaan laboratorium pendidikan. Melalui karya ini, ia
berharap dapat mendorong terciptanya laboratorium pendidikan yang tidak hanya memenuhi standar nasional tetapi juga mampu berinovasi
seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan.

Pramono Giri Kriswoyo. S.Pd, S.Tr.Kep, Ners, M.PH.

Pramono Giri Kriswoyo. S.Pd, S.Tr.Kep, Ners, M.PH. Lahir di Temanggung, pada 10 Mei 1962. Ia tercatat
sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada. Mengawali karir sebagai dosen di Kebidanan Magelang (AKBID) sampai tahun 2010. Saat ini bekerja sebagai dosen
keperawatan di Poltekkes Kemenkes Semarang. Selain mengajar MK Keperawatan Komunitas, juga mengajar MK Gerontik,
Keluarga, Kebijakan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, Etika Keperawatan dan hukum Kesehatan, Antropologi Kesehatan serta
promosi kesehatan. Berbagai karya buku dan publikasi hasil penelitian dan pengabdian tentang keperawatan dan kesehatan Komunitas telah
dihasilkan.