REFORMASI KEBIJAKAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI TINGKAT LOKAL

 

Buku ini lahir dari sebuah kajian tentang dilema antara euphoria pelaksanaan pembangunan daerah dalam ruang tumbuhnya masalah kemiskinan yang hingga
kini belum diselesaikan dengan baik.

Reformasi kebijakan menuju kesejahteraan sosial

Tema sentral dari buku ini ditulis berdasarkan isu kedaerahan khususnya di Provinsi Gorontalo, mulai terbentuknya tahun 2000 hingga 2016 di mana daerah ini dengan gigihnya memprioritaskan kebijakan pembangunan daerah baru yakni memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan mengendalikan angka kemiskinan yang cukup tinggi di tingkat nasional. Energi penanganan kemiskinan di tingkat lokal sejak dimekarkan dari Sulawesi Utara sangat intensif dilakukan dengan berbagai kebijakan secara simultan, dimana dalam durasi waktu yang cukup lama terbentuknya provinsi Gorontalo daerah ini masih belum bisa lepas dengan masalah kemiskinan. Substansi kemiskinan di Gorontalo bisa dilihat dari berbagai perspektif mulai dari persoalan budaya dan deprivation trap (jebakan kekurangan) bahkan multidimensional lainnya seperti kemiskinan struktural atau politik sebagai akibat kerentaan yang menimbulkan poverty rackets (roda penggerak kemiskinan).  Dalam perspektif ini termasuk pula indikator ketidakberdayaan yang dipicu jebakan tipu muslihat oleh kekuasaan (termasuk di tingkat lokal yang datang dari elite/perkotaan dan kekuatan oligarki lain) dengan meminjam istilah Roberts Chambers. 

Seperti dikatakan di atas bahwa banyak hal terutama masalah sejak awal lahirnya provinsi baru tersebut, pembangunan dipacu tapi kenyataannnya selalu gagal untuk menghilangkan kesenjangan sosial (kemiskinan). Pada hal berbagai kebijakan tersebut tidak memiliki outcome yang menguntungkan bagi simiskin di tengah kampanye dan implentasi bentuk program pembangunan yang peduli pada penanganan masyarakat miskin. Akan tetapi problem yang dialami oleh masyarakat yang berada pada lapisan terbawah belum dapat diatasi secara tuntas oleh pemerintah daerah. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa pemerintah belum menemukan resep berupa panacea yakni obat mujarab yang ampuh melalui kebijakan yang tepat untuk menyembuhkan persoalan klasik daerah ini yang namanya kemiskinan?. Sebab itu pemikiran ini berusaha mengungkap wajah dan sifat multidimensional dari kemiskinan terutama dari perspektif kebijakan publik, bahwa perlu adanya reformasi kebijakan untuk menangani masalah substansi kemiskinan yang memasuki stadium yang sangat mengkhawatirkan secara sosial dan politik dalam membedah masalah kemiskinan dimasyarakat yang hingga saat ini belum tertangani dengan baik.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Juli 2026; 196 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 130.000

Rp 119.400

Tentang Penulis

Prof. Dr. Sastro Mustapa Wantu, SH, Msi

Prof. Dr. Sastro Mustapa Wantu, SH, Msi Lahir diGorontalo, 3 September 1966, penulis sekarang tinggal di Gorontalo membantu istri Herwin Hulukati SSi, Apoteker dan membesarkan tiga orang anak yakni dr Mehmed Mirza Galfari Kenan Wantu, dr Farazia Assyfani Lyudimila Wantu, dan Nur Kania Jihandinara Wantu, memperoleh pendidikan S-1 dalam Ilmu Politik di Universitas Sam Ratulangi Manado dan lulus tahun 1991 dan pendidikan S-1 Ilmu Hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri (STIH) Malang tahun 2012, Gelar Magister Ilmu Politik diperoleh dari Universitas Gadjah Mada, pada tahun 1994, dan Gelar Doktor tentang Administrasi Publik/Kebijakan Publik diperoleh dari Universitas Brawijaya Malang tahun 2011 dengan menulis disertasi yang berjudul “Rekrutmen Pejabat di Lingkungan Birokrasi Pemerintahan Daerah Dalam Perspektif Bureaucratic Politic”.

Asmun W. Wantu, S.Pd., M.Sc.

Asmun W. Wantu, S.Pd., M.Sc. adalah dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Pancasila dan  Kewarganegaraan, Fakult as Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Penulis lahir di Limehe Barat pada 12 Juli 1978. Pendidikan sarjana diselesaikan di Universitas Negeri Gorontalo dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan, sedangkan gelar magister diperoleh dari Universitas Gadjah Mada dengan spesialisasi di bidang Ketahanan Nasional. Dalam aktivitas akademik, penulis mengampu sejumlah mata kuliah inti seperti Belajar dan Pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan, IlmuKewarganegaraan, Kurikulum dan Buku Teks PPKn, serta Perkembangan Peserta Didik. Fokus keilmuan penulis tercermin dalam berbagai penelitian dan karya ilmiah yang berkontribusi pada penguatan wawasan kebangsaan, dinamika sosial-politik lokal, dan pendidikan karakter dalam konteks masyarakat multikultural. Penulis juga aktif dalam berbagai forum ilmiah, seminar nasional, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mengokohkan dedikasinya dalam membangun pendidikan kewarganegaraan yang
adaptif, reflektif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Sutrisno Mohamad, S.Pd.,M.Pd.

Sutrisno Mohamad, S.Pd.,M.Pd. merupakan dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Ia lahir di
Gorontalo pada tanggal 21 Januari 1974. Menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP Negeri Gorontalo pada tahun 2001, dan melanjutkan studi magister (S2) pada Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang diselesaikan pada tahun 2006. Saat ini, beliau aktif sebagai dosen pada Jurusan Sejarah sekaligus mengampu Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Gorontalo. Selain itu, beliau juga aktif dalam organisasi Asosiasi Kelembagaan dan Mata Kuliah Wajib Kurikulum Seluruh Indonesia (AKMKWI).endidikan sebagai pilar utama pembentukan karakter dan ketahanan bangsa.

Sukarman Kamuli

Sukarman Kamuli (1967) , Lektor Kepala pada Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Menyelesaikan S1 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado (1991), S2 di Universitas Padjadjaran Bandung bidang ilmu social (2004), dan S3 Bidang Administrasi Publik (2011). Memperoleh Hibah Penelitian: Bersaing Bersaing dan Fundamental 2017 – 2019 Kajian: Kebijakan Produktivitas Nelayan Perempuan dan Pengembangan Kawasan Minapolitan, serta Program Agropolitan. Analysing The Ineffectiveness Of Village Fund Utilisation In Improving Food Security (Agricultural Economics Research, Policy and Practice in Southern Africa, 2025).

Dr. Lucyane Djaafar, S.H., M. Pa.

Dr. Lucyane Djaafar, S.H., M. Pa. Tempat dan Tgl Lahir di Gorontalo 6 November 1968. Dosen Tetap di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo dari
tahun 2000 sampai dengan sekarang. Pendidikan: (1) SD Negeri XI Gorontalo Tahun 1981. (2) SMP Negeri 2 Gorontalo Tahun 1984. (3) SMA Negeri I Gorontalo Tahun 1987. (4). Sarjana Ilmu Pemerintahan (Drs) FISIP Universitas Samratulangi. 1992. (5). Sarjana Hukum (SH) Universitas Gorontalo. 2012. (6) Magister Administrasi Publik (M. Pa) FISP Universitas Gadjah Mada. 2008. (7) Doctor Administrasi Publik (Dr) Universitas Negeri Makasar. (2016). Pernah menulis buku Judul : Kinerja Sumber Daya Manusia (Presfektif Pelayanan Birokrasi). Penerbit Eureka Media Aksara Purbalingga. Tahun 2025

Dr Roni Lukum, SPd, MSc.

Dr Roni Lukum, SPd, MSc, lahir Di Gorontalo, 23 Maret 1973, sebagai dosen tetap di Universitas Negeri Gorontalo pendidikan strata satu dengan program studi PP-Kn tahun, strata dua di Universitas Gadjah Mada mengambil program magister Ketahanan Nasional selesai studi pada tahun 2010, strata tiga prodi Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo selesai studi pada tahun 2025 mempertahankan disertasi dengan objek riset Tradisi multikulturalisme Dalam Membangun keharmonisan melalui perspektif Kebijakan Ketahanan Nasional (Studi di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo). Menulis buku dengan judul Membangun Tradisi multikulturalisme di Provinsi Gorontalo, selanjutnya menulis Kembali buku tentang selamatkan generasi muda dari paham radikalisme,dan buku ketiganya Membangun tradisi multikulturalisme di Indonesia dalam perspektif ketahanan nasional.