POEMS AND TALES OF BASILE O. GRÉGOIRE

Buku ini adalah sebuah antologi sastra karya Basile Octavius Grégoire yang secara mendalam mengeksplorasi spektrum emosi manusia melalui perpaduan puisi dan kisah fabel. Karya ini bertindak sebagai jendela menuju kerentanan hati penulisnya, merangkum berbagai tema eksistensial mulai dari romansa, spiritualitas, dan pencarian jati diri, hingga kegelapan, ketakutan, dan kefanaan.

Menyelami Spektrum Emosi Manusia

Buku Poems and Tales of Basile O. Grégoire merupakan sebuah antologi sastra yang ditulis, dikumpulkan, dan disusun sendiri oleh Basile Octavius Grégoire. Diterbitkan pada bulan Oktober 2026 oleh Penerbit Samudra Biru, buku mungil berukuran 11 x 17 cm dengan ketebalan 114 halaman ini merupakan edisi pertama yang hak ciptanya dilindungi oleh Undang-Undang, menjadikannya karya yang tidak berada dalam domain publik. Dalam kata pengantarnya, penulis menyatakan bahwa karya ini adalah jendela menuju hatinya yang rapuh, tempat ia menuangkan spektrum emosinya yang tak terbatas ke dalam lembaran-lembaran kertas yang terbatas.

Seperti daun-daun musim gugur yang berserakan, antologi ini mengeksplorasi berbagai tema mendalam yang pernah dialami penulis, mulai dari kebangkitan—baik yang romantis, imajinatif, religius, spiritual, hingga yang penuh kemarahan—hingga kegilaan, ketakutan, kefanaan, mitos, kerinduan, kekaguman, dan ketenangan. Penulis berharap puisi dan kisah-kisah ini dapat dipungut oleh mereka yang merasa terhubung dengannya, dibawa pulang, dan dirangkai menjadi sebuah mosaik yang indah.

Menelusuri Gelap Terang Perjalanan Jiwa

Buku ini dibagi menjadi lima bagian utama: Epitaph, The Black Period, Hydrangeas, Amerta Baskara, dan A Room. Bagian pertama, Epitaph, membuka antologi dengan puisi “A Mere Human” yang menggambarkan pergulatan internal seseorang yang mencoba melampaui batas kemanusiaannya menjadi sosok yang menyerupai dewa yang haus darah, namun akhirnya menyadari kehilangan teman dan orang-orang tercinta, sehingga ia memilih untuk kembali menjadi manusia biasa demi kedamaian. Puisi lain dalam bagian ini, seperti “The Foolish Double”, mengekspresikan kemarahan dan dendam yang mendalam terhadap sosok ayah dan ibu yang dianggap kejam dan tidak membela anaknya. Sementara itu, “The Strange Man” melukiskan simpati penulis terhadap seseorang yang mengakhiri hidupnya, mempertanyakan beban apa yang ditanggungnya dan kehidupan setelah kematian, sekaligus menyimpulkan bahwa dunia ini bisa menjadi kejam.

Memasuki bagian kedua, The Black Period, nuansa gelap semakin kental terasa. Puisi “The Heretic” dan “The Priest” membawa pembaca pada adegan-adegan mengerikan tentang penyiksaan, keputusasaan, dan pertemuan dengan makhluk buas di tengah hutan yang mencekam. Dalam “The Serpent”, narator memohon keselamatan dari kematian di tengah alam yang tidak bersahabat, di mana bisa ular merayap di tubuhnya. Bagian ini juga memuat puisi “Zeus”, yang menarasikan kisah mitologi Yunani tentang kelahiran Zeus dan ramalan bahwa ia akan menggulingkan ayahnya, Kronos, Sang Titan Waktu. Puisi “Cessation of Existence” dan “The Frightful Winter” mengeksplorasi tema kehampaan, akhir kehidupan, dan harapan yang muncul di tengah malam musim dingin yang menakutkan, di mana sentuhan cinta membawa kembali kehidupan dan memecah keheningan.

Mosaik Cinta, Alam, dan Renungan Semesta

Berbeda dengan dua bagian sebelumnya, Hydrangeas menawarkan kumpulan kisah dan puisi yang lebih ringan, memadukan keindahan cinta dan fabel moral. Puisi “Dreams of Love” dan “Sweet” melukiskan romansa yang lembut dan mengagumi kecantikan sang kekasih, baik dalam mimpi di atas awan maupun saat piknik di taman. Selain puisi, bagian ini menyajikan fabel seperti “A Thief!”, yang menceritakan dua saudara kelinci, John dan Thomas. Thomas yang malas berpura-pura sakit dan mencuri persediaan makanan musim dingin mereka, namun akhirnya menyesali perbuatannya setelah ditegur oleh kakaknya. Fabel lainnya, “The Squirrel”, mengisahkan seekor tupai yang gemar mencuri makanan hewan lain, hingga akhirnya landak, groundhog, dan marmot bekerja sama memberinya pelajaran berharga tentang kerja keras. Kisah “A Boy and His Catch” menutup bagian ini dengan cerita seorang anak laki-laki yang bangga memancing sendiri untuk pertama kalinya, namun harus belajar menghadapi kekecewaan ketika sebagian besar tangkapannya tumpah kembali ke laut.

Bagian Amerta Baskara menyajikan puisi-puisi berbahasa Indonesia yang sarat dengan pencarian spiritual dan renungan kehidupan. Puisi “Sang Angin” dan “Induk Ayam” menggambarkan kerinduan yang mendalam akan Tuhan dan keinginan untuk kembali ke pelukan-Nya di tengah kerasnya dunia. “Si Gila” menyoroti ironi kehidupan melalui sudut pandang seseorang yang dianggap gila, yang marah pada segala sesuatu di sekitarnya dan merindukan dunia tanpa penderitaan. Penulis juga merayakan cinta dalam hal-hal sederhana melalui puisi “Momen Kecil”, “Foto”, dan “Aku Menyukai”. Puncak dari bagian ini mungkin terletak pada “Henosis”, sebuah puisi yang mengekspresikan hasrat untuk bersatu dengan semesta, melepaskan diri dari belenggu kefanaan dunia, dan menjadi satu dengan kosmos.

Buku ini ditutup dengan A Room, bagian akhir yang berisi renungan eksistensial. Puisi “Untitled I” melukiskan jiwa sebagai sumur tanpa dasar dari kata-kata yang terucap dan tak terucap, menangis tanpa henti seperti pohon willow di alam liar. Dalam “Tomorrow”, penulis mempertanyakan masa depan, menyajikan pandangan yang suram bahwa esok mungkin tidak akan pernah datang, melainkan hanya penghapusan eksistensi dalam kegelapan malam yang abadi. Antologi ini diakhiri dengan “The Hands That Fed Me”, sebuah puisi singkat yang menyiratkan kepahitan dan keinginan untuk membalas dendam pada tangan yang pernah memberi makan namun penuh dengan kebencian dan ketidakbersyukuran. Secara keseluruhan, Poems and Tales of Basile O. Grégoire adalah karya yang jujur dan mengusik, mengundang pembaca untuk menyelami setiap sisi gelap dan terang dari keberadaan manusia.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1

Spesifikasi Buku

Cetakan I, November 2026; vi + 114 halaman; ukuran 11 x 17 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 80.000

Rp 75.000