Buku ini mengajak calon guru SD memahami dan mempraktikkan pembelajaran IPS–IPAS berbasis Deep Learning yang kontekstual, bermakna, dan menggembirakan, agar peserta didik tumbuh sebagai pribadi kritis, berkesadaran sosial, dan siap menghadapi kehidupan nyata.
IPS yang Hidup: Deep Learning dan IPAS untuk Membentuk Guru SD Abad ke-21
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) secara resmi mulai digunakan sebagai istilah dalam sistem pendidikan di Indonesia sejak tahun 1975. Istilah ini diadopsi dari konsep social studies yang berkembang di
Amerika Serikat. Oleh karena itu, karakteristik IPS sejalan dengan social studies, yaitu bersifat praktis, interdisipliner, serta diajarkan secara berjenjang mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi
(Setiawan & Lubis, 2022). IPS dirancang untuk membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai kehidupan sosial manusia dalam berbagai dimensinya.
Secara konseptual, IPS mengkaji bagaimana manusia berupaya memenuhi kebutuhan material, budaya, dan kejiwaan, memanfaatkan sumber daya alam, mengelola kesejahteraan, serta menyelenggarakan
kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Melalui kajian tersebut, IPS berperan penting dalam membentuk peserta didik agar memiliki kesadaran sosial, sikap kritis, dan kemampuan berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan sosial (Setiawan & Lubis, 2022).
Seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka, mata pelajaran IPS di sekolah dasar mengalami perubahan. IPS tidak lagi diajarkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri, melainkan dipadukan
dengan Ilmu Pengetahuan Alam dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Mata pelajaran IPAS diterapkan pada Fase B (kelas III dan IV) serta Fase C (kelas V dan VI) sekolah dasar. Integrasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, holistik, dan bermakna bagi peserta didik. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah No. 046/H/KR/2025 IPAS merupakan mata pelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan alam dan sosial, yang mempelajari interaksi antarmanusia, alam, dan lingkungannya.
Dalam praktik pembelajaran IPAS, khususnya pada muatan IPS, guru dihadapkan pada tantangan untuk menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kesadaran sosial, serta nilai dan sikap peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dan model pembelajaran yang mendorong Deep Learning.
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang bertujuan membantu peserta didik belajar dengan lebih bermakna, sehingga kualitas proses belajar menjadi lebih baik. Pendekatan ini tidak
menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan melengkapi dan menyempurnakan berbagai cara pembelajaran yang telah digunakan sebelumnya, seperti Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), pembelajaran
yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM dan PAIKEM), serta pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari (Contextual Teaching and Learning). Deep Learning menekankan
pembelajaran yang memuliakan peserta didik, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengembangan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu (Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia No. 126/P/2025).
Deep Learning memiliki tiga komponen, yaitu berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning), dan menggembirakan (joyful learning). Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar
dan Menengah Republik Indonesia No. 1 Tahun 2026, berkesadaran merupakan proses pembelajaran yang membantu peserta didik memahami tujuan pembelajaran sehingga termotivasi, aktif belajar,
dan mampu mengatur diri sendiri. Bermakna merupakan proses pembelajaran yang terjadi ketika peserta didik dapat menerapkan apa yang dipelajari dan membangun pengetahuan baru dalam kehidupan nyata, secara kontekstual, dan/atau yang terkait bidang ilmu lain. Menggembirakan merupakan proses pembelajaran yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi.
Buku ini ditulis sebagai buku ajar di perguruan tinggi untuk mahasiswa (calon guru) dalam pembelajaran di sekolah dasar khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial. Adapun pembahasan yang akan diuraikan dalam buku ini berkaitan tentang Hakikat IPS di Sekolah Dasar, Sejarah Kurikulum IPS di Sekolah Dasar, Konsep Deep Learning dan Dimensi Profil Lulusan Peserta Didik Sekolah Dasar, Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Teori Belajar dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar, Model Pembelajaran di Sekolah Dasar, Media Pembelajaran dan Sumber Belajar di Sekolah Dasar, Asesmen Pembelajaran di Sekolah Dasar, Perencanaan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Teori dan Praktik Pembelajaran di Sekolah Dasar.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Previous
Next
Spesifikasi Buku
Cetakan I, Februari 2026; 184 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 130.000
Rp 115,000
Tentang Penulis
Dr. Maulana Arafat Lubis, M.Pd.
pernah menjadi Guru MIN 6 Medan (2014-2016), sekarang menjadi Dosen tetap dengan jabatan fungsional Lektor di Prodi S-1 PGMI dan Prodi S-2 Pendidikan Dasar UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (2016-sekarang), Tutor PGSD di Universitas Terbuka Medan (2019 sekarang), Editor JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia (Sinta 2) (2020-sekarang), Editor Jurnal Atfaluna Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa (Sinta 3) (2022-sekarang). Reviewer Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (Sinta 4) (2020-sekarang), Reviewer AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam UIN Alauddin Makassar (Sinta 3) (2022-sekarang), Reviewer Journal of Integrated Elementary Education UIN Walisongo Semarang (Sinta 2) (2023-sekarang), Reviewer Jurnal International Journal of Science Education and Cultural Studies (2025-sekarang), Reviewer Attadib:
Journal of Elementary Education Universitas Ibn Khaldun Bogor (Sinta 3) (2025-sekarang), dan Korektor Universitas Terbuka Medan (2021- 2025). Penulis buku ber-ISBN sebanyak 33 judul lingkup sekolah dasar dan 100 artikel ilmiah di jurnal maupun prosiding. Pernah menjadi narasumber dan presenter di lingkup nasional sebanyak 30 kali serta internasional sebanyak 10 kali. Pernah mendapatkan hibah penelitian Litapdimas Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2018, 2020, 2022, 2023, 2024, dan 2025. Pernah menerima penghargaan sebagai Dosen Favorit Prodi PGMI FTIK IAIN Padangsidimpuan (tahun 2017), Dosen Favorit UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (tahun 2023), Dosen Penulis Buku Terbanyak UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (tahun 2023), Dosen Terproduktif dalam Hibah Penelitian peringkat 1 PTKIN (tahun 2023), Dosen dengan Sitasi Terbanyak peringkat harapan 1 PTKIN (tahun 2023), Dosen Teladan Pengembang Bahan Ajar peringkat 3 (tahun 2024), Dosen Teladan Konferensi Ilmiah peringkat 1 (tahun 2024), Dosen Teladan Versi Sinta peringkat 3 (tahun 2025). Telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual sebanyak 15 sertifikat. Saat ini aktif sebagai Sekretaris Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah di asosiasi Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia (tahun 2023-2027).
Dr. Nashran Azizan, M.Pd.
Pengalaman kerja sebagai Guru di SD Muhammadiyah 18 Medan (2016-2017), Dosen Tetap di Prodi PGMI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
(2019-sekarang), Korektor PGSD Universitas Terbuka Medan (2021- 2022), Korektor Universitas Terbuka Medan (2025), dan Tutor Universitas Terbuka Medan (2021-sekarang). Menulis buku ber-ISBN sebanyak 10 judul lingkup sekolah dasar dan 32 artikel ilmiah di jurnal maupun prosiding. Pernah menjadi narasumber lingkup lokal. Memiliki 4 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual.