NALAR EKOLOGI PEMBEBASAN Mozaik Pemikiran Lingkungan Hidup dan Gagasan Perubahan

 

Buku ini mengajak pembaca memahami krisis lingkungan dari perspektif yang lebih luas—menggabungkan pemikiran global, nilai-nilai keislaman, serta pengalaman gerakan sosial.

Ekologi sebagai Jalan Pembebasan

Buku ini menghadirkan suatu konstruksi intelektual yang memadukan kajian teoritis dan refleksi praksis terkait isu lingkungan hidup. Pada bagian awal, penulis mengelaborasi beragam pemikiran tokoh—baik dari tradisi Barat maupun Islam—untuk menelusuri akar filosofis dan ideologis dari krisis ekologi kontemporer. Melalui pendekatan komparatif dan kritis, buku ini menunjukkan bahwa problem lingkungan tidak dapat dilepaskan dari dominasi paradigma tertentu, seperti antroposentrisme dan rasionalitas instrumental, yang cenderung memosisikan alam sebagai objek eksploitasi.

Selanjutnya, buku ini menggeser fokus dari ranah konseptual menuju dimensi praksis dengan mengkaji dinamika gerakan sosial lingkungan, khususnya yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan keterlibatan kaum muda. Penulis menekankan pentingnya integrasi antara kesadaran ekologis dan etika religius sebagai fondasi bagi lahirnya aktivisme yang transformatif. Dalam konteks ini, lingkungan tidak semata dipahami sebagai entitas fisik, melainkan sebagai bagian dari jaringan kehidupan yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan kultural yang saling terkait.

Secara keseluruhan, buku ini menawarkan suatu kerangka normatif yang mengarah pada pembentukan “demokrasi bumi”, yaitu suatu tatanan yang mengakui keterhubungan antara manusia dan alam serta menempatkan keberlanjutan sebagai prinsip utama. Dengan demikian, Nalar Ekologi Pembebasan tidak hanya berfungsi sebagai kajian akademik, tetapi juga sebagai upaya konseptual untuk mendorong transformasi paradigma dalam memahami dan merespons krisis lingkungan global secara lebih komprehensif.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, April 2026; 356 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 195.000

Rp 178.600

Tentang Penulis

David Efendi

David Effendi Bersama teman-teman pegiat RBK di tahun 2014 mempromosikan pendidikan ekoliterasi melalui komunitas. Beragam pihak dilibatkan untuk memperkuat pengetahuan ekologi dan menunjukkan keberpihakan dan kepeduliannya pada semesta manusia dan alam raya yang melingkupinya. Melalui buku, dokumentasi kegiatan, aktivisme di ruang publik model pendidikan lingkungan diujicobakan melalui sekolah pemuda ekoliterasi, literasi camp, riset riset dan jurnalisme ekologi diupayakan serta pendayagunaan media digital untuk kampanye. Tahun 2018 terlibat inisiasi penguatan kader hijau Muhammadiyah dengan membangun dialog antar generasi agar saling berkolaborasi serta mengkomunikasikan dengan beragam lembaga CSO yang concern di isu lingkungan. Beragam seminar dan diskusi publik tematik politik lingkungan dibangun dan berpartisipasi dalam beragam konferensi internasional dan nasional dengan membawa topik agama dan lingkungan hidup. 2020 dan 2021 menjadi pemrakarsa kampanye dan aksi langsung faith for climate justice di Indonesia yang disupport oleh Greenfaith International. Terhitung 2022 ini menjadi salah satu vocal Greenfaith internasional network untuk Indonesia.

Nuruddin Al Akbar

Nuruddin Al Akbar sebagai salah satu kontributor penulis di RBK, Nuruddin memiliki ketertarikan kuat pada isu agama dan lingkungan hidup. Ketertarikan ini salah satunya tidak dapat dilepaskan dari kekecewaan Nuruddin terhadap paradigma “klasik” yang diskursus ekologi yang menempatkan agama -khususnya agama monoteistik- secara vis a vis dengan gagasan lingkungan hidup. Selain menjadi kontributor penulis di RBK, Nuruddin juga terlibat aktif dalam berbagai seminar, konferensi, diskusi dan juga riset ilmiah dalam kaitannya dengan isu lingkungan hidup. Nuruddin misalnya terlibat aktif dalam riset yang diselenggarakan oleh Polgov Research Centre Fisipol Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan HE-Delft Institute for Water Education, Universitas Amsterdam, Amrta Institute & KRuHA tentang Politik Air (Water Citizenship) pada tahun 2021-2022 lalu. Diantara beberapa karya Nuruddin terkait dengan isu lingkungan hidup ialah: Between Worldview of Death and Worldview of Life: Learning Ecology from Indigeneous Woman (2023); Environmental Crisis as a Neurotic Problem of Modern Man: Islamic (eco) psycho- spiritual approach (2022); Gus Dur and Ecology: Seeing Nature as a Friends (2022); Gus Dur and Ecology: Critique of Scientism; (2022); Post-Truth Coronavirus Outbreak: Engel’s Perspective (2020), Governing the Revolutionary Subject in the Time of Pandemic: A Preliminary Analysis [bersama David Efendi] (2020); National Front for the Natural Resources Sovereignty (FNKSDA) as a “Green” Indonesian Islam Movement (2019) [bersama Listiana Asworo]; dan Beyond the Binary Logic of Populist Articulations in 2019 Indonesian Election: A Poststructuralist Analysis of ‘Sexy
Killers’ Documentary (2019) [bersama Lutfi Hamzah Husin].