Nalar dan Perilaku Keagamaan Mahasiswa Kampus Umum
Buku ini disusun untuk menelusuri proses pembentukan pemikiran
keberagamaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum, dengan
menggunakan pendekatan sosiologis dan antropologis.
Agama dalam Relasi Sosial Mahasiswa
Dalam kehidupan mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Umum (PTU), agama tidak hanya hadir sebagai doktrin normatif, tetapi juga sebagai medan pergulatan sosial dan intelektual. Dalam pendekatan sosiologi dan antropologi, keberagamaan tidak dilihat semata sebagai urusan ibadah atau kepatuhan terhadap ajaran, melainkan sebagai bagian dari interaksi sosial dan pencarian makna dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa hidup dalam suasana yang memungkinkan lahirnya beragam bentuk keberagamaan, mulai dari yang tekstual hingga kontekstual, dari yang simbolik hingga spiritual. Pola keberagamaan tersebut tidak muncul dalam ruang hampa, tetapi dibentuk oleh interaksi yang kompleks antara warisan keluarga, pengalaman sekolah, serta pengaruh lingkungan masyarakat. Ketiga ruang ini menjadi fondasi awal pembentukan cara berpikir mahasiswa tentang agama, sebagaimana ditegaskan oleh teori Tri Pusat Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang menyebut bahwa keluarga, sekolah, dan masyarakat adalah tiga pusat utama pendidikan yang membentuk kepribadian seseorang.
Di lingkungan kampus, mahasiswa menjalani kehidupan sosial yang sangat dinamis. Mereka berinteraksi dengan berbagai kelompok, komunitas, dan teman sebaya yang membawa beragam pandangan keagamaan. Dalam suasana seperti ini, keberagamaan tidak lagi hanya menjadi ekspresi pribadi, melainkan bagian dari dialog sosial yang
melibatkan proses penerimaan, penyesuaian, bahkan perumusan ulang makna. Kehidupan sosial yang terbentuk selama masa studi memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir mahasiswa tentang agama.
Pendekatan antropologi agama membantu kita memahami bahwa pengalaman tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial-budaya mahasiswa. Clifford Geertz memasukkan ide tentang dinamika interaksi antara agama dan budaya dalam kajian antropologi. Dalam pandangannya, agama tidak berdiri sendiri sebagai entitas abstrak, tetapi hidup dalam simbol, bahasa, dan praktik yang menyatu dengan kehidupan masyarakat. Cara mahasiswa memahami dan menghayati agama sangat dipengaruhi oleh konteks pergaulan, komunitas, dan suasana kampus yang mereka jalani.
Fokus utama buku ini bukan pada aspek perilaku atau praktik ibadah yang bersifat lahiriah, melainkan pada bagaimana mahasiswa memahami, memaknai, dan menghayati agama dalam konteks sosial-budaya kampus.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2Spesifikasi Buku
Cetakan I, April 2026; 142 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 100.000
Rp 99.400
Tentang Penulis
Dr. Nuryadin, S.Ag, S.H., M.Ag.
Dr. Nuryadin, S.Ag, S.H., M.Ag. lahir di Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada 07 April 1975. Memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag.) di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Prodi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri Antasari Tahun 1998. Di kampus yang sama juga menyelesaikan Magister Filsafat Islam konsentrasi Tasawuf Modern Tahun 2004. Pada tahun 2022 memperoleh gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada kampus yang sama yaitu Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
M. Maulana Malik Ibrahim, S.Pd.
M. Maulana Malik Ibrahim, S.Pd. lahir di Mandastana, Barito Kuala pada 18 Juni 2001. Menyelesaikan pendidikan pada progam sarjana (S1) Pendidikan
Agama Islam di UIN Antasari Banjarmasin pada tahun 2023. Selama masa studi aktif dalam kegiatan organisasi baik tingkat lokal dan nasional, diskusi keilmuan, kegiatan akademik dan non-akademik kampus, serta kegiatan ekstra kampus. Saat ini aktif sebagai pengajar di salah satu
Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Barito Kuala.
Muhammad Najib Asfa, S.Ag.
Muhammad Najib Asfa, S.Ag. lahir di Banjarmasin pada 15 Oktober 2001. Pendidikan sarjana (S1) pada
Program Studi Studi Agama-Agama diselesaikan di UIN Antasari Banjarmasin dan saat ini sedang menempuh pendidikan magister (S2) pada Program
Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di kampus yang sama. Minat kajian meliputi toleransi beragama, moderasi beragama,
pendidikan Islam, serta kearifan lokal masyarakat Banjar dalam perspektif sosial-keagamaan dan pendidikan. Aktif dalam kegiatan
akademik, penelitian, serta publikasi ilmiah yang berfokus pada penguatan nilai toleransi dan moderasi beragama dalam konteks masyarakat Banjar.
Juraida Shalehah, S.Pd.
Juraida Shalehah, S.Pd. Lahir di Bundung Raya, 19 September 2000. Menamatkan pendidikan Strata di
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin pada program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) ditahun 2024 sehingga mendapat gelar Sarjana Pendidikan
(S.Pd.), lalu juga sedang menempuh pendidikan magister di Universitas serta program studi yang sama. Aktif dalam kegiatan akademik, penelitian, serta publikasi ilmiah yang berfokus pada bidang pendidikan dan studi Islam. Selain itu juga mempunyai minat dalam hal sosial-humanis seperti menjadi relawan ke berbagai
daerah 3T di Indonesia.
A. Syaifullah, M.Pd.
A. Syaifullah, M.Pd. lahir di Darussalam pada tanggal 5 Juli 1998. Ia merupakan warga negara Indonesia yang
beragama Islam dan saat ini berdomisili di Jalan Gerilya, Komplek Green Sunny Living, RT. 38. Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin
Selatan Kota Banjarmasin. ia menempuh pendidikan tinggi pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin dan berhasil menyelesaikan studi S1 pada tahun 2021. Ia juga mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) di LPTK UIN Antasari Banjarmasin pada tahun 2022–2023. Saat ini, ia sedang menyelesaikan studi Magister (S2) pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin (2022–2026).
Muhammad Ananta Firdaus
Muhammad Ananta Firdaus merupakan akademisi dan peneliti di bidang hukum dengan konsentrasi pada
Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, serta kajian hukum Islam dalam perspektif kontemporer. Pendekatan yang dikembangkannya
cenderung bersifat socio-legal, dengan menempatkan hukum tidak hanya sebagai norma, tetapi juga sebagai praktik sosial
yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Ketertarikannya pada relasi antara hukum, agama, dan masyarakat mendorongnya untuk
mengkaji berbagai fenomena keberagamaan, termasuk dinamika nalar dan perilaku keagamaan di lingkungan pendidikan tinggi umum.