MODEL PEMBELAJARAN METAPHORICAL THINKING BERORIENTASI KEMAMPUAN REFLEKTIF MATEMATIS

Temukan pendekatan inovatif dalam pembelajaran matematika melalui metaphorical thinking berorientasi kemampuan berpikir reflektif yang mampu mengasah potensi intelektual dan emosional mahasiswa di era digital!

RASIONALITAS MODEL PEMBELAJARAN

Pada era globalisasi abad 21 saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Setiap manusia tidak bisa terlepas dari dunia digital. Berbagai inovasi yang hadir berdampak pada semua bidang kehidupan salah satunya pada bidang Pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang digunakan untuk berpikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup (Subandowo, 2022). Pendidikan juga merupakan alat untuk mengembangkan potensi diri yakni kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak.
Pengembangan potensi merupakan upaya yang sangat penting dalam pendidikan, bahkan menjadi esensi dari usaha Pendidikan (Amaliyah & Rahmat, 2021). Hal ini sejalan dengan undang-undang 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (I. Junaedi, 2019). Dalam pendidikan nasional, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang selalu diajarkan di setiap jenjang pendidikan.
Matematika adalah disiplin ilmu yang berisi bilangan-bilangan serta simbol-simbol dalam matematika yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Sumatri & Een, 2019). Matematika adalah ilmu yang penting untuk dipelajari karena matematika merupakan ilmu yang mempunyai ciri khas sebagai ilmu yang memiliki objek, berpola pada pemikiran deduktif aksiomatik, dan juga berlandaskan pada kebenaran. Dengan adanya ciri khas tersebut, matematika berguna dalam menumbuhkembangkan kemampuan serta membentuk pribadi peserta didik. Matematika sebagai ilmu dasar juga diperlukan untuk mencapai keberhasilan yang berkualitas tinggi.
Salah satu karakteristik dari matematika adalah memiliki objek kajian yang abstrak terdiri dari fakta, konsep, prinsip dan operasi. Sehingga, cara terbaik bagi siswa untuk memulai belajar konsep dan prinsip dalam matematika adalah dengan mengkonstruksi sendiri konsep dan prinsip yang dipelajari (Cahirati et al., 2020). Hal ini sejalan dengan teori belajar konstruktivis, yang menekankan bahwa peserta didik harus aktif melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep dan memberi makna sesuatu yang dipelajarinya. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu menerapkan pembelajaran berbasis konstruktivis. Pembelajaran matematika adalah suatu proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan seseorang melaksanakan kegiatan belajar matematika (Azhari & Somakim, 2014).

Buku ini disusun sebagai sebagai salah satu perangkat pembelajaran yang dibutuhkan untuk untuk pengambilan data dalam menyelesaikan disertasi. Ada beberapa konsep baru dalam buku ini seperti pembelajaran metaphorical thinking berorientasi kemampuan berpikir reflektif menjadi poin penting untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Agustus 2025;  118 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi Bookpaper hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 100.000

Rp 90,500

Tentang Penulis

Dr. Jusmawati, S.Pd., M.Pd.,

Penulis menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 201 Ajangpulu Kecamatan Cina, Kabupaten Bone pada tahun 1996 dan tamat pada tahun 2002, Selanjutnya pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Watampone dan tamat pada tahun 2005. Kemudian pada tahun itu juga, penulis menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Watampone dan selesai pada tahun 2008. Selanjutnya pada tahun yang sama penulis diterima di Universitas Islam Negeri Makassar Program Studi S-1 Pendidikan Matematika dan selesai pada tahun 2012. Pada tahun 2013 penulis melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan Program Studi S-2 Pendidikan Matematika Kekhususan Matematika Sekolah dan selesai tahun 2015. Pada tahun 2022 penulis melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan Program Studi S-3 Pendidikan Matematika. Penulis aktif sebagai dosen pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Megarezky.

Nurwati Djam’an

Lulus S1 di Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2005, lulus S2 di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya, Indonesia, pada tahun 2007, meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam pendidikan matematika dari Curtin University, Perth, Australia Barat, pada tahun 2016.
Nurwati Djam’an adalah dosen Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar (UNM). Mata kuliah yang sering diampu meliputi: English for Mathematics, Psikologi Pembelajaran Matematika, Learning Environment, Pengajaran dan Pembelajaran Matematika, Tren dan Isu dalam Pendidikan Matematika, Evaluasi Pembelajaran Matematika dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Minat penelitian utamanya adalah Soft skill dan hard skill dalam pendidikan matematika, Tes diagnostik, Pendidikan Matematika Realistik (RME), Keadilan sosial dalam pendidikan matematika, STEAM, dan Matematika kewarganegaraan. Penghargaan dari Presiden RI, SatyaLancana Karya Satya 10 tahun diperoleh pada tahun 2019. Sudah mempublikasikan Artikel Ilmiah dalam Jurnal/Proceeding baik Internasional maupun Nasional. Memperoleh HKI sebanyak 3. Selain itu, berperan aktif dalam kegiatan pengabdian.