Mengeksplorasi Sumber Daya Pulau Kecil, Pesisir, Laut, dan Perairan

Buku ini menjelaskan terkait Pulau Nias, Natuna, Anambas dan pulau-pulau lainnya. dengan gaya bahasa yang renyah, menyenangkan, dan bisa menjadi referensi banyak pihak.

MALAM MA’ANGGAU, PESONA UNIK DAYA TARIK WISATA MENTAWAI

BERBAGAI jenis kepiting terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Hal ini didukung oleh bentangan pantainya yang berpasir putih, luas yang tidak terlalu terjal. Luasnya pantai dengan vegetasi hutan pantai dan dengan kontur pantai yang relatif datar, ini merupakan habitat tempat berkembang biaknya populasi berbagai jenis kepiting, salah satunya adalah kepiting anggau.

Biasanya masa ma’anggau adalah pada bulan purnama, ketika pasang naik dan gelombang besar. Kepiting dapat berkembang biak dengan baik ketika ia berada dalam habitat yang menyenangkan, sehingga populasinya melimpah sepanjang tahun. 

Akibat banyaknya jumlah populasi kepiting ini, lahirlah kebiasaan masyarakat di Kepulauan Mentawai yang sudah menjadi tradisi masyarakat lokal yang biasa disebut dengan ma’anggau atau musim berburu kepiting anggau di pantai. Kepiting liar atau bagi masyarakat disebut anggau (kepiting anggau)
itu secara spesifik memiliki ciri-ciri warna kemerah-merahan, jari-jari kakinya berbulu halus, membuat lubang di pantai dengan bekas sisa sarang lubang pasir berupa gundukan-gundukan pasir yang terstruktur dengan sempurna seperti kumpulan piramid-piramid kecil yang cantik dan unik.

Tulisan dalam buku ini bersumber dari beberapa tulisan penulis yang telah dimuat di beberapa media massa dan media online (media maya). Judul buku ini, yakni Mengeksplorasi Sumberdaya Pulau Kecil, Pesisir, Laut, dan Perairan, mencoba merangkum dari semua tulisan penulis yang beragam dan bervariasi itu, mulai dari budaya pesisir Mentawai, wisata bahari, potensi tuna, pulau-pulau potensial, juga dapat mengetahui tentang potensi kelautan, bencana pesisir, sampah laut, wisata daratan dan perairan umum. buku ini juga menulis hal yang terkait tentang Pulau Nias, Natuna, Anambas dan pulau-pulau lainnya. Semoga informasi dari buku ini memberikan manfaat sebagai sebuah bacaan yang renyah, menyenangkan, dan menjadi referensi.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Daftar Isi 4
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Desember 2018 ; 222 hlm, ukuran 16 x 24 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 140.000

Rp 129.000

Tentang Penulis

Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc.,

pendidikan S1 di Universitas Bung Hatta (UBH) Padang pada Fakultas Perikanan, Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP). Sarjana Perikanan (S1) diperolehnya dari Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), Fakultas Perikanan, Universitas Bung Hatta, pada tahun 1994. Satu tahun kemudian (1995), penulis diterima sebagai dosen kontrak pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta, dengan perjanjian melanjutkan studi S2 di Universiti Putra Malaysia pada Program Master of Science in Aquatic Resources Management, Fakulty Applied Science and Technology,
yang diselesaikan pada tahun 1998. Lama berkecimpung dalam bidang penyu, konservasi dan beberapa aspek terkait upaya perlindungan dan pencegahan serta melahirkan sebagian besar kawasan konservasi penyu di Sumatera dari hasil penelitian, presentasi, publikasi di media. Keseriusan dalam penelitian dan kegiatan penyu serta konservasi kawasan, membuat ia bersemangat terus melanjutkan ke jenjang pendidikan Doktor (S3) dalam Bioekologi Penyu dan Konservasi Kawasan dengan Pemusatan Biologi, pada Program Studi Ilmu-ilmu Pertanian, Universitas Andalas (Unand) Padang (2010-2017).