MANHAJ KEISLAMAN MUHAMMADIYAH DAN SALAFISME Genealogi, Epistemologi, dan Orientasi Gerakan Sosial

 

Buku ini mengkritisi pengaruh tekstual Salafisme yang dapat mengancam karakter moderat Muhammadiyah, terutama dalam hal toleransi dan keadilan sosial.

Muhammadiyah di Tengah Arus Salafisme

Perkembangan wacana keislaman kontemporer di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kehadiran berbagai arus pemikiran Islam transnasional, salah satunya Salafi. Dalam praktiknya, Salafisme sering kali dipahami secara simplistik dan monolitik, padahal secara faktual ia merupakan spektrum ideologis dengan variasi orientasi, metode dakwah, dan implikasi sosial yang berbeda-beda.

Sekadar memberikan gambaran tentang keberagamannya, gerakan modernisme yang dikembangkan oleh Muhammad ‘Abduh pada awal abad ke-20 disebut oleh beberapa sejarawan sebagai gerakan salafisme. Adalah benar bahwa ‘Abduh menyerukan ummat Islam untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, tetapi dengan pendekatan rasional dan jauh dari tekstualisme atau literalisme yang kaku seperti yang sekarang banyak dilekatkan dengan Salafisme.

Relasi antara Salafisme dan Muhammadiyah menjadi penting untuk dikaji, mengingat keduanya sama-sama mengusung jargon pemurnian ajaran Islam, namun berangkat dari kerangka epistemologis, metodologis, dan praksis sosial yang berbeda. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis varian Salafisme, perbedaannya dengan Muhammadiyah, nilai-nilai positif yang dapat diambil, sisi negatif yang perlu dihindari, serta strategi mencegah distorsi Salafisme ke dalam tubuh Muhammadiyah. Dengan demikian, Salafi tidak dapat dipahami sebagai satu entitas homogen. Dalam kajian akademik, Salafi umumnya diklasifikasikan ke dalam beberapa varian utama.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Slider Caption
Slider Caption
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Mei 2026; 196 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 125.000

Rp 119.400

Tentang Penulis

Associate Prof. Dr. Sholihul Hudu, S.H.I., M.Fil.I

Associate Prof. Dr. Sholihul Hudu, S.H.I., M.Fil.I bin H. Atrup, yang biasa dipanggil Gus Sholikh, lahir di Lamongan pada 29 Juni 1981 dari pasangan
H. Atrup dan Hj. Rasmo’ah. Beliau menikah dengan Maulida Puji Ayu K, Amd.Keb., dan dikaruniai seorang putri bernama Galena Hayfa Nadda Ignacia,
yang saat ini sedang belajar di Pesantren Madrasah Mua’limat Muhammadiyah Yogyakarta. Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas
Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dan merupakan dosen tetap pada Program Doktor (S3) Studi Islam di sekolah pascasarjana
tersebut. Beliau menempuh pendidikan di S1 Politik Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya (2006), S2 Filsafat Islam Pascasarjana UIN
Sunan Ampel Surabaya (2014), dan S3 Filsafat Islam Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (2019). Gus Sholikh juga memiliki
pengalaman belajar di pesantren, yakni Pesantren Ar-Roudlatul Ilmiyah Kertosono Nganjuk dan Pesantren Luqmanul Hakim OKUPalembang. 

Di bidang organisasi, beliau aktif di Muhammadiyah dengan berbagai jabatan, antara lain Ketua Umum Korkom IMM IAIN
Sunan Ampel Surabaya (2003), Ketua Bidang Hikmah PC IMM Kota Surabaya (2024-2025), Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Jawa Timur (2006-2008), serta Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur (2010). Beliau juga menjabat Wakil Ketua PW PemudaMuhammadiyah Jawa Timur (2014-2018) dan Wakil Sekretaris MEK Muhammadiyah Jawa Timur (2010-2014). Gus Sholikh juga pernah menjadi Sekretaris Umum FOKAL IMM Jawa Timur (2017- 2022) dan Wakil Ketua FOKAL IMM Jawa Timur (2025-2030), serta Wakil Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jawa Timur (2022-2027). Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Masangan Wetan Cabang Sukodono Sidoarjo (2023-2028), serta Anggota Tim Pengembang AIK Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah (2024-2026). Selain itu, Gus Sholikh juga menjabat sebagai Direktur Akademi Mubaligh Muda
Muhammadiyah (AMM) MT PWM Jawa Timur (2022-2027).