KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM PENDAMPINGAN GIZI KELUARGA DAN STUNTING Pendekatan Keperawatan Berbasis Relasi dan Emosi
Buku ini mengajak perawat membangun perubahan gizi keluarga melalui komunikasi yang empatik, relasional, dan menyentuh sisi emosional kehidupan sehari-hari.
Pendampingan Gizi Keluarga Berbasis Relasi
Masalah gizi keluarga dan stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berbagai intervensi telah dilakukan, mulai dari peningkatan akses layanan
kesehatan hingga edukasi gizi yang masif. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit upaya tersebut belum menghasilkan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Salah satu penyebab yang sering luput disadari
adalah pendekatan komunikasi yang terlalu menekankan aspek pengetahuan dan medis, tanpa cukup memahami bahwa keluarga adalah ruang relasional yang sarat emosi, nilai, dan dinamika kekuasaan.
Buku ajar Komunikasi Antar Pribadi dalam Pendampingan Gizi Keluarga dan Stunting: Pendekatan Keperawatan Berbasis Relasi dan Emosi ini disusun untuk menjawab kebutuhan tersebut. Buku ini memandang bahwa stunting bukan semata persoalan kurang gizi, melainkan persoalan relasi antara orang tua dan anak, antaranggota keluarga, serta antara keluarga dan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, perawat tidak lagi diposisikan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai pendamping perubahan yang hadir secara utuh, empatik, dan reflektif dalam proses kehidupan keluarga.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa keperawatan agar mereka tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga matang secara komunikatif dan emosional. Setiap bab dirancang dengan pendekatan aplikatif,
dilengkapi studi kasus, latihan reflektif, serta tools komunikasi yang relevan dengan praktik lapangan. Harapannya, buku ini dapat menjadi bekal bagi calon perawat untuk membangun hubungan yang bermakna dengan keluarga, sehingga intervensi gizi dan pencegahan stunting tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi praktik hidup sehari-hari.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Daftar Isi 4
Daftar Isi 5
Daftar Isi 6Spesifikasi Buku
Cetakan I, Desember 2025; 126 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS 72 gram, warna hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 100.000
Rp 93,900
Tentang Penyunting
Nurul Hidayah, S.Kep., Ns., M.Gizi,
dosen Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan latar belakang pendidikan Magister Gizi dan pengalaman mengajar lebih dari 15 tahun. Ia mengampu mata kuliah Gizi Keperawatan dan Keperawatan Homecare, serta aktif dalam pengembangan bahan ajar dan penulisan buku bertema gizi, kesehatan keluarga, dan promosi kesehatan masyarakat. Dalam perjalanan akademik dan praktik pengajarannya, penulis semakin menyadari bahwa upaya pencegahan masalah gizi dan stunting tidak dapat dilepaskan dari pendekatan keluarga dan komunitas. Pengalaman mendampingi mahasiswa menunjukkan bahwa keberhasilan intervensi gizi tidak hanya ditentukan oleh kecukupan pengetahuan, tetapi juga oleh dinamika keluarga, pola asuh, komunikasi, serta kondisi emosional yang menyertai pengambilan keputusan gizi.
Bremartojo Kaha, S.KM., M.MKes., CPEP., CTNLP
Transformational Communication Specialist dengan fokus pada komunikasi kesehatan, komunikasi antar pribadi, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan. Ia berpengalaman sebagai fasilitator dan trainer dalam berbagai pelatihan komunikasi terapeutik, service excellence, serta pendampingan perubahan perilaku bagi perawat, promotor kesehatan, dan kader kesehatan. Ketertarikan penulis terletak pada praktik komunikasi yang berbasis relasi dan emosi, khususnya dalam pendampingan keluarga pada isu gizi dan stunting. Melalui pengalaman lapangan dan kegiatan akademik, penulis melihat perlunya pendekatan pembelajaran yang
tidak hanya menekankan aspek medis dan kognitif, tetapi juga dinamika emosional, relasi keluarga, dan konteks sosial budaya.