KESEHATAN MENTAL MAHASISWA DI ERA DISRUPSI: Perspektif Psikologis, Akademis, dan Spiritual Islam
Buku ini dimaksudkan sebagai salah satu motivasi bagi mereka yang memiliki komitmen terhadap konseling khususnya konseling lintas agama dan budaya agar mampu memberikan layanan konseling happy ending terhadap klien yang berbeda latar belakang baik agama maupun budaya dengan konselornya.
Konseling Lintas Agama dan Budaya
Buku ini terdiri dari 8 bab yang secara umum membahas masalah kesehatan mental dengan tinjauan yang berbeda-beda. Dengan tinjauan yang berbeda-beda akan memperluas cakrawala berpikir pembaca tentang kompleksitas pembahasan tentang kesehatan mental. Selain itu, kelebihan lainnya dari buku ini adalah adanya pembahasan tentang kesehatan mental yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam, sehingga pembaca dapat memahami adanya perspektif Islam dalam berbagai topik yang disajikan dalam buku ini.
Bab pertama dalam buku ini berjudul “Use It or Lose It: Ancaman Cognitive Failure Era Digital pada Mahasiswa dalam Perspektif Biopsikososial” sebagai upaya memahami dampak penggunaan teknologi digital terhadap kemampuan atensi, memori, pengambilan keputusan, serta kesejahteraan psikologis mahasiswa. Dengan menggunakan perspektif biopsikososial, pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek biologis dan kognitif, tetapi juga faktor psikologis serta lingkungan sosial yang memengaruhi perilaku digital mahasiswa.
Bab dua mengangkat tema dampak Generative Artificial Intelligence (GenAI) terhadap prokrastinasi. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan generatif telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Di satu sisi, GenAI mampu meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan produktivitas. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak bijaksana dapat memunculkan ketergantungan, menurunkan inisiatif belajar mandiri, bahkan memperkuat kecenderungan menunda pekerjaan karena individu merasa selalu dapat mengandalkan teknologi untuk menyelesaikan tugas pada saat terakhir. Oleh karena itu, kajian ini menjadi penting untuk memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi tanggung jawab dan disiplin diri.
Bab ketiga mengulas tema self-love pada mahasiswa. Tema ini sangat relevan mengingat mahasiswa berada pada fase perkembangan yang sarat dengan tuntutan akademik, sosial, dan personal. Self-love tidak dimaknai sebagai sikap memanjakan diri secara berlebihan, melainkan kemampuan untuk menerima, menghargai, dan memperlakukan diri sendiri secara sehat. Pembahasan ini penting karena kemampuan mencintai diri secara proporsional dapat membantu mahasiswa menghadapi berbagai bentuk tekanan dan perasaan tidak aman yang sering muncul selama masa studi.
Bab empat membahas relasi dosen-mahasiswa dan kesehatan mental akademik. Hubungan yang positif antara dosen dan mahasiswa memiliki kontribusi penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, suportif, dan produktif. Relasi yang dilandasi rasa saling menghargai, komunikasi yang terbuka, serta dukungan akademik yang memadai dapat membantu mahasiswa mengembangkan potensi diri sekaligus menjaga kesehatan mental selama menjalani pendidikan tinggi.
Pada bab lima dalam buku ini secara khusus mengangkat tema pengambilan keputusan karier mahasiswa berbasis kesadaran diri dan aksi nyata. Pembahasan ini menekankan pentingnya pemahaman diri sebagai fondasi dalam menentukan arah karier, serta bagaimana kesadaran tersebut perlu diwujudkan dalam langkah-langkah nyata agar keputusan karier menjadi lebih terarah, realistis, dan bermakna.
Selanjutnya, dalam bab enam berisi pembahasan mengenai kebersyukuran dalam perspektif psikologi dan Islam menawarkan pemahaman bahwa rasa syukur merupakan kekuatan psikologis sekaligus spiritual. Dalam perspektif Islam, syukur tidak hanya berupa pengakuan atas nikmat yang diterima, tetapi juga diwujudkan melalui penggunaan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Allah SWT. Selain itu, syukur dipandang sebagai bentuk ibadah dan penguatan spiritual yang membantu individu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara adaptif. Kajian ini menunjukkan bahwa kebersyukuran memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas kehidupan manusia.
Bab yang ke tujuh dalam buku ini mengulas akidah dan kesehatan mental. Akidah tidak hanya menjadi fondasi keyakinan seorang muslim, tetapi juga berperan sebagai sumber makna, harapan, dan ketahanan psikologis. Keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT. dapat membantu individu menghadapi berbagai tekanan kehidupan dengan sikap yang lebih optimis, sabar, dan penuh penerimaan. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, akidah menjadi landasan yang memberikan arah sekaligus ketenangan batin.
Buku ini diakhiri dengan menghadirkan pembahasan mengenai psychological well-being dalam perspektif tasawuf. Pendekatan tasawuf menawarkan cara pandang yang lebih mendalam terhadap kesejahteraan manusia melalui proses penyucian jiwa, pengendalian hawa nafsu, penguatan hubungan dengan Allah SWT dan pencarian makna hidup yang autentik. Perspektif ini memperkaya diskursus psikologi modern dengan menghadirkan dimensi spiritual sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan manusia.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2Spesifikasi Buku
Cetakan I, November 2025; 338 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi Bookpaper hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 100.000
Rp 87.600