JEJAK SANG PERANTAU Dari Piaman ka Nagari Melayu
Buku Jejak Sang Perantau: Dari Piaman Ka Nagari Melayu mengisahkan
perjalanan hidup seorang anak kampung dari Nagari Pariaman yang
tumbuh dalam keterbatasan ekonomi, namun mampu menembus
kerasnya kehidupan dengan keteguhan hati, kerja keras, dan keyakinan
kepada Allah SWT.
Kekuatan Doa dan Usaha
H. Abu Bakar Sidik, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama H. Dasar terlahir dari keluarga sederhana di tanah Piaman, kehidupan masa kecil H. Dasar penuh dengan perjuangan dan keterbatasan. Keadaan ekonomi keluarga yang sulit membuat beliau harus menerima kenyataan pahit putus sekolah saat masih duduk di bangku kelas 3 SD. Perjalanan hidup beliau kemudian berlanjut ke tanah rantau. Dari kampung halaman di Pariaman, beliau mengadu nasib ke Pekanbaru dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Kehidupan perantauan tidak selalu berjalan mudah. Berbagai pekerjaan dijalani demi bertahan hidup dan menyambung harapan. Namun, semangat pantang menyerah dan keyakinan bahwa hidup harus diperjuangkan terus tumbuh dalam dirinya.
Takdir kemudian membawa beliau ke Kota Dumai, negeri Putri Tujuh yang menjadi saksi perjalanan panjang seorang perantau Minang. Di kota inilah H. Dasar memulai usaha dari nol dengan penuh kesabaran dan kejujuran. Berbekal kerja keras, kegigihan, serta kemampuan membaca peluang usaha, beliau perlahan bangkit menjadi seorang pedagang dan pebisnis yang sukses serta dihormati masyarakat.
Buku ini bukan sekadar menceritakan kisah keberhasilan seorang perantau, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan tentang perjuangan, kesabaran, pengorbanan, keteguhan iman, dan pentingnya menjaga identitas budaya serta agama di tanah rantau. Kisah hidup H. Dasar menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan niat yang tulus, usaha yang sungguh-sungguh, dan doa yang tidak pernah putus, seseorang mampu mengubah nasib serta meninggalkan jejak kehidupan yang bermakna bagi banyak orang.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2Spesifikasi Buku
Cetakan I, Juli 2026; 216 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 140.000
Rp 126.800
Tentang Penulis
Agustri
Lahir di Pariaman, Sumatera Barat, pada 28 Agustus 1983 dari keluarga sederhana. Ayahnya yang bernama Tabrani adalah seorang nelayan, sedangkan ibunya,
Rolaini bekerja sebagai pedagang lontong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Sejak usia enam tahun, ia telah membantu orang tuanya berjualan sebelum berangkat ke sekolah. Kehidupan yang penuh keterbatasan tidak membuatnya menyerah, tetapi justru membentuk karakter pekerja
keras, mandiri, dan pantang menyerah dalam mengejar pendidikan.Di samping aktivitas profesionalnya, Agustri dikenal sebagai pegiat literasi yang produktif. Ia telah menulis berbagai buku yang membahas tema ekonomi syariah, fiqih muamalah, politik, demokrasi, kepemiluan, pendidikan, motivasi, serta biografi tokoh. Selain buku, pemikiran dan gagasannya juga banyak dituangkan dalam artikel, opini, dan karya ilmiah yang dipublikasikan di berbagai media online. Melalui tulisan-tulisan tersebut, dia berupaya menyebarkan nilainilai pendidikan, keislaman, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat.
Agustri juga aktif dalam berbagai organisasi keislaman, kemasyarakatan, dan intelektual, seperti Majlis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Persatuan Muballigh Dumai (PMD), Founder Forum Dakwah Adat Basandi Syara’ (FORDAS). Agustri meyakini bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi sarana untuk menghadirkan perubahan dan kemaslahatan. Baginya, keberhasilan bukan hanya diukur dari jabatan atau prestasi, tetapi dari sejauh mana seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Hamdan
Hamdan Jamil Lahir di Bukit Timah, Kota Dumai, pada 26 Juni 1975 dari pasangan Ali Munir dan Nuraini. Meski tumbuh
dan besar di Dumai, nilai-nilai budaya Minangkabau tetap mengakar kuat dalam kehidupannya karena kedua orang tuanya berasal dari Nagari Simpang, Kecamatan Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat. Dalam kehidupan keluarga, ia mendampingi istrinya, Hesty Hastuty, S.IQ., S.Th.I., S.Pd., dan dikaruniai dua putra, Aslam Zidanielhaq Jamil dan Ziyad Khairihaq Jamil. Sebagai pendidik, Hamdan Jamil telah mengabdikan diri lebih dari dua puluh tahun di dunia pendidikan. Ia pernah mengajar di MTs/MA Ar-Rozak dan SDIT Muslimin sebelum bergabung dengan MTsN 1 Kota Dumai pada tahun 2005 hingga sekarang. Selain menjadi guru, ia juga pernah dipercaya sebagai dosen Bahasa Arab di IAI Tafaqquh. Berbagai amanah kepemimpinan pernah diembannya, mulai dari Wakil Kepala Sekolah hingga Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Sarana dan Prasarana, serta saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah bidang Hubungan Masyarakat.
Di luar profesinya, Hamdan Jamil dikenal sebagai aktivis organisasi, tokoh keagamaan, dan pegiat literasi. Ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, sosial, dan dakwah, serta dipercaya menjabat Ketua MUI Kecamatan Dumai Barat selama dua periode. Melalui kiprah pendidikan, organisasi, dan karya tulisnya di berbagai media, Hamdan Jamil terus berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Rasyidi
Rasyidi Merupakan salah satu figur akademisi dan pendidik yang mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk kemajuan pendidikan Islam, lahir di Bakau Aceh pada 15 Desember 1979, ia tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu sejak usia dini. Perjalanan akademiknya menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kapasitas keilmuan. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Pendidikan Agama Islam di UIN Bukittinggi pada tahun 2004, ia melanjutkan studi Magister Manajemen Pendidikan Islam di UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan lulus pada tahun 2011. Semangat belajar yang tidak pernah surut membawanya meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam di universitas yang sama pada tahun 2018.
Selain itu, beliau juga terlibat dalam berbagai organisasi keagamaan dan sosial sebagai Sekretaris Masjid Muslimin Dumai, Sekretaris PERTI Cabang Kota Dumai, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Kota Dumai, Sekretaris UPZ Masjid Muslimin, Ketua UPZ Inabah Kota Dumai, serta pengurus berbagai lembaga dakwah, pendidikan, dan sosial lainnya. Sebagai akademisi, Dr. H. Rasyidi juga aktif menghasilkan karya ilmiah dan buku yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan Islam. Beberapa karyanya antara lain Filsafat Pendidikan Islam, Perilaku Sosial Ekspresif Siswa, Diagnosis Kesulitan Belajar, Analisis Penelitian Kuantitatif, serta berbagai artikel ilmiah yang membahas pendidikan Islam, kecerdasan emosional, budaya Melayu, kecakapan berpikir kritis, pendidikan karakter, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Karyakarya tersebut menunjukkan keluasan perhatian dan kepeduliannya terhadap dinamika pendidikan kontemporer.
Dinul Falhan, Datuak Bandaro Basa
Dinul Falhan, Datuak Bandaro Basa Lahir pada 1 November 1976 di Jorong Halalang, Tarusan, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Berasal dari suku Koto, ia tumbuh di lingkungan yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan semangat perjuangan. Nagari Kamang Mudiak dikenal sebagai salah satu wilayah bersejarah di Ranah Minangkabau yang melahirkan banyak pejuang dan syuhada dalam Perang Kamang melawan kolonial Belanda. Suasana kehidupan yang sarat dengan nilai kepahlawanan tersebut membentuk karakter dirinya sejak usia dini.
Selama lebih dari dua dekade, Dinul Falhan mengabdikan dirinya di dunia pendidikan sebagai guru dan dosen. Dedikasinya tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga meluas dalam bidang dakwah, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan umat. Berbagai amanah kepemimpinan pernah dipercayakan kepadanya, di antaranya sebagai Ketua Yayasan Nurul Musyawir, Dewan Pembina Yayasan Wafa Qur’an Center Dumai, serta pendiri Yayasan Inabatul Qur’an pada tahun 2016 yang hingga saat ini masih dipimpinnya sebagai wadah pembinaan generasi Qur’ani dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga berperan sebagai Dewan Pembina Pendirian Surau Inabah dan saat ini mengemban amanah sebagai Komisioner BAZNAS Kota Dumai. Kiprahnya dalam bidang sosial-keagamaan semakin luas melalui keterlibatannya sebagai trainer, dai, motivator, dan penggerak berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia aktif dalam sejumlah lembaga dan organisasi, antara lain PMD, MUI Kota Dumai, Aswaja Nusantara Global, Sakinah Finance, serta berbagai organisasi dan paguyuban masyarakat Minangkabau di Kota Dumai.
Afrizal
Afrizal Lahir di Babukit, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 28 Juli 1975, dari pasangan Sudirman dan Kartini. Sejak masa kanak-kanak, ia telah ditempa
oleh lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran sosial. Pada usia enam tahun, ia telah diperkenalkan pada pendidikan kehidupan (life skill) yang sederhana namun bermakna, seperti kerja keras, kejujuran, serta keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam perjalanan kariernya, Afrizal dikenal sebagai figur yang konsisten mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SDIT Muslimin pada tahun 2009– 2010, sebuah amanah yang menjadi pijakan awal kepemimpinannya dalam institusi pendidikan dasar. Dedikasinya kemudian berlanjut sebagai Dosen di STAI Tafaquh Fiddin pada periode 2011–2017, di mana ia berperan dalam membimbing generasi muda calon pendidik dan dai yang berwawasan keilmuan Islam yang moderat dan aplikatif.
Selain aktif di dunia pendidikan dan kelembagaan, Afrizal juga memiliki rekam jejak organisasi yang panjang. Sejak muda, ia telah aktif sebagai Ketua OSIS di MAS Arifin Djamil Tuanku Solok (1992– 1994), kemudian menjabat sebagai Ketua PA HMI Komisariat Fakultas Dakwah (1993–1994), serta Bendahara BKPRMI Kota Dumai pada tahun 2001. Ia juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Umum PMD Dumai (2011–2014), dan aktif dalam berbagai forum dakwah serta organisasi keumatan, termasuk sebagai Bendahara Forum Dakwah Adat Basandi Syarak Kota Dumai.