JEJAK PEREMPUAN BERKEMAJUAN Catatan Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah tentang Pertumbuhan Diri, Multi-Peran, dan Kontribusi Sosial

Buku ini mengajak Anda menyelami perjalanan perempuan yang bertumbuh di tengah berbagai peran, menemukan jati diri, dan perlahan memberi makna serta perubahan bagi lingkungan sekitarnya

Perempuan Bertumbuh, Perempuan Berdampak

Setiap perempuan memiliki jalannya sendiri untuk bertumbuh. Ada yang memulainya dari ruang-ruang kecil yang nyaris tak terlihat, dari keberanian yang mula-mula hanya berupa langkah kecil, dari pertemuan sederhana dengan orang-orang yang memberi rasa aman untuk belajar. Ada pula yang bertumbuh justru di tengah himpitan banyak peran, ketika waktu terasa sempit, tenaga harus dibagi, dan tuntutan hidup datang silih berganti. Namun, dari jalan yang berbeda-beda itu, sering kali kita menemukan satu hal yang sama: bahwa pertumbuhan diri tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dalam relasi, dalam pengabdian, dalam tantangan, dan dalam kesediaan untuk terus belajar menjadi manusia yang lebih utuh.
Buku ini lahir dari kesadaran tersebut. Ia tidak hanya kumpulan tulisan, melainkan himpunan pengalaman, refleksi, dan pemaknaan yang merekam jejak perempuan-perempuan muda dalam perjalanan ber-Nasyiatul ‘Aisyiyah. Dalam halaman-halaman buku ini, pembaca tidak hanya akan menemukan kisah tentang organisasi, tetapi juga kisah tentang pencarian diri, pergulatan batin, pengelolaan banyak peran, serta upaya untuk tetap memberi makna bagi lingkungan sekitar. Karena itu, buku ini layak dibaca bukan hanya sebagai bunga rampai pengalaman kader, tetapi juga sebagai cermin yang memantulkan wajah perempuan muda Muslim yang sedang bertumbuh di zaman yang penuh tantangan.
Judul buku ini, Jejak Perempuan Berkemajuan: Catatan Kader Nasyiatul ‘Aisyiyah tentang Pertumbuhan Diri, Multi-Peran, dan Kontribusi Sosial, menangkap dengan cukup baik semangat utama yang mengalir dalam keseluruhan naskah. Kata jejak menunjukkan bahwa pengalaman yang tersaji di sini bukanlah sesuatu yang abstrak. Ia nyata, dialami, dijalani, dan meninggalkan bekas. Sementara itu, frasa perempuan berkemajuan memberi penegasan bahwa pertumbuhan yang dimaksud bukan hanya pertumbuhan individual, melainkan pertumbuhan yang terhubung dengan nilai, gagasan, pengabdian, dan kebermanfaatan sosial. Buku ini berbicara tentang perempuan yang tidak berhenti pada upaya menemukan diri, tetapi juga belajar menempatkan dirinya dalam arus perubahan yang lebih luas.
Salah satu kekuatan buku ini terletak pada pilihan penyusunannya ke dalam tiga bagian yang saling berhubungan. Bagian pertama, Menemukan Ruang Bertumbuh, menghadirkan tulisan-tulisan yang merekam fase awal perjumpaan seorang perempuan dengan ruang yang membuatnya belajar mengenal diri, berani terlibat, dan perlahan menemukan akar pertumbuhannya. Pada tahap ini, organisasi hadir bukan semata sebagai struktur, tetapi sebagai ruang aman, ruang belajar, dan ruang perjumpaan yang memungkinkan seseorang berkembang melebihi bayangannya sendiri. Ada nuansa keberanian yang tumbuh perlahan, ada keraguan yang mulai dihadapi, dan ada kesadaran bahwa keterlibatan perempuan dapat mengubah sunyi menjadi makna.
Bagian kedua, Menempa Diri di Tengah Banyak Peran, membawa pembaca masuk ke wilayah pengalaman yang lebih kompleks. Inilah bagian yang terasa sangat dekat dengan realitas banyak perempuan hari ini. Menjadi perempuan sering kali berarti menjalani lebih dari satu peran dalam waktu yang bersamaan: sebagai individu, istri, ibu, akademisi, pekerja, penggerak organisasi, sekaligus anggota masyarakat. Pada titik ini, pertumbuhan tidak lagi dipahami secara romantis, melainkan sebagai hasil dari negosiasi terus-menerus antara idealisme, tanggung jawab, kelelahan, dan makna. Tiga tulisan dalam bagian ini memperlihatkan bahwa multi-peran bukan semata beban, tetapi juga ruang pematangan diri. Di sanalah perempuan belajar menerima dirinya, mengelola keterbatasannya, menjaga komitmennya, dan tetap menemukan alasan untuk melangkah.
Sementara itu, bagian ketiga, Dari Pengabdian ke Kepemimpinan, memperlihatkan tahap pertumbuhan yang lebih matang. Pengalaman berorganisasi tidak berhenti pada penguatan diri, tetapi bergerak menuju kesadaran akan kontribusi yang lebih luas. Pengabdian tidak lagi dipahami hanya sebagai rutinitas menjalankan amanah, melainkan sebagai proses menyiapkan diri untuk memimpin, mempengaruhi, dan mengambil bagian dalam pembentukan arah sosial yang lebih besar. Pada bagian inilah buku ini dapat disebut visioner. Dari pengalaman personal, pembaca diajak melihat bahwa kaderisasi bukan sekadar melahirkan anggota organisasi, tetapi menyiapkan perempuan-perempuan yang mampu berpikir lebih jauh tentang makna peran, kontribusi, dan peradaban.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, April 2026; 108 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 100.000

Rp 86,800

Tentang Penulis

Kushendarsyah Saptaji, S.T., M.Sc., Ph.D., CEng MIMechE,

received the Ph.D. degree in mechanical engineering from Nanyang Technological University, Singapore, in 2012. He is currently the Head of Mechanical Engineering Study Program at Sampoerna University, Indonesia, and holds Chartered Engineer status from the Institution of Mechanical Engineers (IMechE). He obtained the Bachelor’s degree in metallurgical engineering from Institut Teknologi Bandung, Indonesia, in 2000 and the M.Sc. degree in mechanical and materials processing from Nanyang Technological University through the ASEAN Graduate Scholarship program. His research and teaching interests include conventional and advanced machining, additive manufacturing, and 3D printing. He has published numerous papers in international journals and conference proceedings and has served as principal investigator and co-investigator in multiple academic and industrial research projects.

Sultansyah Reza Abdillah S.T., B.Sc. • Ir. Ifat, S.T.,

received the Bachelor’s degree in mechanical engineering from Sampoerna University, Indonesia, and the Bachelor of Science degree in mechanical engineering from The University of Arizona, USA, through a dual-degree program in 2025. He has served as a Manufacturing and Mechanical Integrated Junior Lab Engineer and as a Manufacturing Laboratory Assistant at Sampoerna University, where he conducted laboratory sessions and supported hands-on CAD/CAM and machining
activities. He was also involved in student leadership as Vice President of the Institution of Mechanical Engineers (IMechE) Sampoerna University Student Chapter and participated in regional engineering competitions. His interests include manufacturing systems, mechanical design, and process optimization.

Ir. Ifat, S.T.,

received the Bachelor’s degree in mechanical engineering from Universitas Tadulako, Palu, Indonesia, in 2015 and completed the Professional Engineer Program at Bina Nusantara (BINUS) University, Jakarta, Indonesia, in 2023. He is currently a Manufacturing Laboratory Coordinator at Sampoerna University. He has participated in various professional trainings, including laboratory occupational safety certification (K3) from BNSP, and technical training in CNC machining, Mastercam, and Siemens NX. His professional activities include laboratory management, equipment operation, and the development of practical laboratory modules. His interests focus on manufacturing processes, CNC machining, and engineering laboratory education.

Ignatius Budi Sutanto Hadisujoto, S.T., Ph.D.,

received the M.S. and Ph.D. degrees in mechanical engineering from The University of Texas at Austin, USA, in 2013. He is currently a Lecturer in the
Mechanical Engineering Program at Sampoerna University, Indonesia. Prior to his academic career, he gained professional experience in the semiconductor and manufacturing industries in the United States and worked in research and engineering roles in Indonesia. He has taught and developed courses in electronics, dynamic systems, mechatronics, numerical methods, fluid mechanics, and MATLAB programming. His research interests include automation, robotics, composite materials, and energy-related materials.

Nikolas Krisma Hadi Fernandez S.T., B.Sc., M.Eng.

received the Bachelor’s degree in mechanical engineering from Sampoerna University, Indonesia, and the Bachelor of Science degree in mechanical engineering from The University of Arizona, USA, in 2023, and the Master of Engineering degree from Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Malaysia. He is currently a
Teaching Assistant in the Mechanical Engineering Program at Sampoerna University. He has contributed to journal publications as well as instructional books and laboratory modules for engineering education. His academic and professional interests include mechanical design, manufacturing processes, and engineering education.