Green Socioreligious Edupark: Pendidikan Global, Etika Islam, dan Transformasi PTKI

Buku ini disusun sebagai upaya refleksi akademik atas kebutuhan akan paradigma baru dalam pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Pendidikan Global, Etika Islam, dan Transformasi PTKI

Perubahan global yang berlangsung pada abad ke-21 telah menggeser secara fundamental cara pendidikan tinggi dipahami dan dijalankan. Dinamika sosial yang semakin kompleks, tekanan ekonomi global, krisis ekologis, serta percepatan teknologi pengetahuan menuntut perguruan tinggi untuk melakukan pembacaan ulang atas peran dan tanggung jawabnya. Pendidikan tinggi tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai ruang pengembangan disiplin keilmuan, tetapi harus dipahami sebagai institusi strategis dalam membentuk orientasi nilai, kesadaran etis, dan tanggung jawab sosial generasi masa depan. Tantangan ini menjadi semakin signifikan bagi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam yang sejak awal memikul mandat normatif dan moral.

Dalam konteks Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, perubahan tersebut menghadirkan ketegangan yang tidak sederhana. Di satu sisi, PTKI dituntut untuk adaptif terhadap arus global pendidikan tinggi yang menekankan inovasi, kewirausahaan, dan hilirisasi pengetahuan. Di sisi lain, PTKI memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas nilai-nilai keislaman yang menempatkan etika, keadilan sosial, dan kemaslahatan sebagai orientasi utama pendidikan. Ketegangan ini sering kali direspons melalui kebijakan dan program yang bersifat parsial, sehingga melahirkan fragmentasi antara pembelajaran keagamaan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Situasi inilah yang melatarbelakangi lahirnya buku ini.

Buku ini disusun sebagai upaya refleksi akademik atas kebutuhan akan paradigma baru dalam pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Paradigma tersebut tidak sekadar menjawab tuntutan teknokratis pendidikan tinggi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai keagamaan dengan realitas sosial dan tantangan keberlanjutan kehidupan. Konsep Green Socioreligious Edupark diajukan sebagai kerangka berpikir yang berupaya menyatukan etika Islam, orientasi sustainability, dan praksis pendidikan tinggi dalam satu ekosistem pembelajaran yang utuh. Paradigma ini tidak dimaksudkan sebagai model baku yang tertutup, melainkan sebagai ruang dialog konseptual yang terbuka untuk pengembangan lebih lanjut.

Melalui pendekatan filosofis dan normatif, buku ini menempatkan etika Islam sebagai fondasi paradigmatik pendidikan tinggi keagamaan. Etika Islam dipahami tidak hanya sebagai seperangkat ajaran normatif, tetapi sebagai orientasi moral yang menuntun relasi manusia dengan sesama, alam, dan pengetahuan. Dalam kerangka ini, sustainability ditempatkan sebagai orientasi paradigmatik yang menegaskan tanggung jawab antargenerasi dan keberlanjutan kehidupan. Sementara itu, entrepreneurship direposisi sebagai medium pedagogik berbasis nilai, bukan sebagai tujuan ekonomi semata. Ketiga pilar ini membentuk landasan konseptual Green Socioreligious Edupark

Salah satu penekanan penting dalam buku ini adalah penempatan desa dan komunitas lokal sebagai learning ecosystem. Pendidikan keagamaan Islam tidak lagi dipahami sebagai aktivitas yang berlangsung eksklusif di ruang kelas dan kampus, tetapi sebagai proses pembelajaran yang berinteraksi langsung dengan realitas sosial. Desa, pesantren, dan komunitas menjadi ruang pedagogik yang memungkinkan integrasi antara pembelajaran, riset terapan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini menghidupkan kembali tradisi pembelajaran Islam yang kontekstual, reflektif, dan berakar pada pengalaman sosial.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, januari 2026;  176 hlm, ukuran 14,8 x 21 cm, kertas isi HVS, warna hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 150.000

Rp 112,000

Tentang Penulis

M. Mukhsin Jamil

M. Mukhsin Jamil merupakan akademisi dan Guru Besar Pemikiran Islam yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang. Dalam peran tersebut, ia memfokuskan diri pada penguatan mutu akademik dan pengembangan kelembagaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Perhatiannya tertuju pada integrasi keilmuan, inovasi kurikulum, serta pembaruan model pembelajaran keagamaan Islam.
Secara akademik, ia memiliki konsentrasi penelitian pada pergerakan Islam, studi perdamaian dan resolusi konflik, serta inovasi dan pengembangan PTKI. Bidang-bidang tersebut membentuk kerangka berpikir kritis dalam membaca dinamika keislaman, kebijakan pendidikan, dan relasi agama dengan realitas sosial. Melalui riset dan publikasi ilmiah, ia berupaya memperkuat peran PTKI sebagai agen perdamaian, etika publik, dan transformasi sosial.

Hikmatun Balighoh Nur Fitriyati

Hikmatun Balighoh Nur Fitriyati adalah dosen Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo Semarang. Ia aktif mengembangkan pembelajaran keagamaan Islam yang berbasis pengalaman, refleksi diri, dan penguatan kesadaran etis. Fokus utamanya adalah integrasi psikologi, tasawuf, dan pendidikan dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Kegiatan akademik dan risetnya diarahkan pada pengembangan
model pembelajaran yang menyentuh dimensi afektif, spiritual, dan sosial. Ia memandang pendidikan keagamaan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. Selain aktivitas akademik, ia juga memiliki pengalaman sebagai Dewan Pengembang Pariwisata. Peran ini memperkaya perspektifnya dalam melihat relasi antara komunitas, budaya lokal, dan pengembangan ekosistem berbasis potensi wilayah.