EKOLOGI BERKEMAJUAN Gerakan Lingkungan Berkelanjutan Muhammadiyah

Buku ini mengajak pembaca menelusuri ironi demokrasi digital Indonesia, ketika kritik publik di media sosial—yang semestinya menjadi nadi demokrasi—justru sering berubah menjadi risiko yang menakutkan bagi kebebasan berpendapat.

Ketika Kritik Menjadi Risiko: Demokrasi Indonesia di Ujian Era Digital

Buku ini merupakan ikhtiar intelektual dan praksis untuk merespons tantangan ekologis yang kian kompleks, sekaligus menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup adalah bagian integral dari misi kemanusiaan dan keagamaan yang tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan berkelanjutan.
Krisis lingkungan global yang termanifestasi dalam perubahan iklim, degradasi ekosistem, krisis energi, dan menurunnya kualitas kesehatan lingkungan telah menjadi persoalan multidimensional. Dalam konteks inilah, gagasan ekologi berkemajuan menjadi relevan. Menanggapi isu tersebut, buku ini mengusung tema lingkungan hidup dengan mengangkat beberapa isu hangat yang menarik dibahas. Kebijakan dan hukum, green school, kesehatan lingkungan, efisiensi dan transisi energi, serta best practice green movement di Muhammadiyah yang merupakan topik aktual yang layak mendapatkan perhatian.
Inilah keistimewaan buku ini karena mengangkat persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Setiap tulisan di buku ini akan meningkatkan literasi dan kepekaan para pembaca terhadap lingkungan hidup. Dengan pendekatan ilmiah yang berpadu dengan spirit gerakan, buku ini diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dan praksis sosial. Buku ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan akademisi dan peneliti, tetapi juga bagi pengambil kebijakan, aktivis lingkungan, pendidik, tenaga kesehatan, serta seluruh warga Muhammadiyah yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi dan kemanusiaan.
Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam modern dan berkemajuan, memiliki modal historis, ideologis, dan struktural untuk berperan aktif dalam transformasi ekologis. Ekologi berkemajuan tidak dimaknai semata sebagai upaya konservasi lingkungan, melainkan sebagai paradigma yang mengintegrasikan iman, ilmu pengetahuan, dan amal nyata dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkeadilan dan berkelanjutan. Paradigma ini menegaskan bahwa kemajuan sejati tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kelestarian lingkungan dan hak generasi mendatang.
Penghargaan kami sampaikan kepada seluruh penulis yang telah menuangkan pemikirannya dalam buku ini. Ungkapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam penyusunan hingga penerbitan buku ini. Kami sangat terbuka dengan berbagai masukan dan saran untuk perbaikan karya di masa mendatang. Semoga buku ini menjadi satu dari sekian banyak ide kreatif dalam mewujudkan kelestarian lingkungan.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Daftar Isi 4
Daftar Isi 5
Daftar Isi 6
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Februari 2026; 378 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 190.000

Rp 186,500

Tentang Penulis

Ahmad Fauzan Hidayatullah

mengajar di Program Studi Teknik Lingkungan UIN Walisongo Semarang. Lulus S1 Perbandingan Agama IAIN Walisongo, ia menempuh S2 Lingkungan dan Perkotaan di Soegijapranata Catholic University Semarang, dan kini menyelesaikan Program Doktor Ilmu Lingkungan dengan konsentrasi Kepemimpinan Lingkungan di universitas yang sama. Minat ilmiahnya mencakup agama dan lingkungan, filsafat lingkungan hidup, serta studi transdisiplin ekologi, dengan kompetensi pada manajemen lingkungan dan perkotaan. Ia aktif memberdayakan masyarakat melalui Forum Kalen Kudus dan terlibat dalam pemulihan lingkungan pesisir utara Jawa Tengah. Pada 2023, ia turut mendirikan CFS Environmental Institute, pusat studi Agama dan Lingkungan di Jepara. Pernah nyantri di beberapa pesantren, Fauzan bersama istrinya, Zakiyah, mendirikan sekolah terpadu dan Pondok Pesantren Pengasuhan Anak Berkarakter Ramah Lingkungan Al Ma’un sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini

Faisal Nasirul Haq

Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga yang aktif mengadvokasi hak-hak konstitusional warga negara. Kontribusinya sebagai salah satu Pemohon Prinsipal dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 62/PUU-XXII/2024 berhasil menggugurkan rezim ambang batas (presidential threshold) yang telah menimbulkan ketidakadilan dalam sistem pemilu di Indonesia. Sebagai kader Muhammadiyah asal Yogyakarta sejak tahun 2018, Faisal telah menuntaskan perkaderan di IPM. Saat ini sedang mengemban amanah di Pimpinan Cabang IMM Sleman, dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Bantul. Faisal memiliki minat khusus pada kajian sosio-legal dengan pendekatan kritis. Tulisannya sering mengungkap dan mengeksplorasi masalah sosial yang tidak hanya berkutat pada arena politik-hukum saja, namun juga selalu berusaha menyentuh hingga akar masalahnya dengan pendekatan ekonomi-politik. Ia berharap dapat membuka ragam alternatif untuk terwujudnya negara hukum demokratis yang menjalankan mandat transformasi sosial-agraria yang berkeadilan.