DESA BERDAYA, EKONOMI BERDAULAT Model Penguatan UMKM dan Potensi Lokal untuk Kemandirian Ekonomi
Buku ini menyatukan perspektif akademisi, pendidik, dan praktisi
lapangan yang terjun langsung bersama masyarakat
PENGEMBANGAN EKONOMI DESA
Di tengah geliat pembangunan nasional yang semakin kompleks, desa sering kali ditempatkan pada posisi penerima manfaat, bukan sebagai penggerak perubahan. Padahal, sejatinya desa menyimpan
kekuatan ekonomi, sosial, dan budaya yang dapat menjadi fondasi kesejahteraan bangsa. Buku ini hadir sebagai rekam jejak pemikiran dan praktik pemberdayaan masyarakat melalui beragam pendekatan
lapangan, khususnya pada sektor ekonomi kreatif dan penguatan UMKM berbasis potensi lokal. Setiap bab dalam buku ini bukan sekadar laporan kegiatan, melainkan refleksi dan pembelajaran yang lahir dari interaksi langsung dengan masyarakat desa.
Bab pertama mengantar pembaca pada urgensi literasi keuangan digital melalui implementasi QRIS, menunjukkan bahwa akses teknologi dapat memperluas jangkauan transaksi dan membuka ruang
baru bagi roda ekonomi desa. Bab kedua menguatkan gagasan tersebut melalui legalitas UMKM, mengajarkan bahwa izin usaha bukan sebatas legitimasi administratif, tetapi jembatan menuju kepercayaan pasar dan kemandirian desa. Sementara Bab ketiga menyentuh aspek pendidikan, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia—dan sekolah pertama bagi anak adalah rumah, keluarga, dan lingkungan sosialnya.
Bab keempat hingga kedelapan membawa pembaca menyelami upaya konkret pengembangan sektor ekonomi melalui produk unggulan desa: kedelai rebus bersertifikat halal, strategi branding halal untuk produk lokal, budidaya kunyit yang menyejahterakan petani, sinergi sektor pertanian dan UMKM, serta digital marketing yang mampu mengangkat telur asin menjadi produk berdaya saing. Rangkaian bab tersebut memperlihatkan bahwa kemandirian ekonomi desa bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga pemasaran, legalitas, inovasi, literasi digital, dan keberanian untuk bertransformasi.
Puncaknya, Bab kesembilan mengajak pembaca kembali kepada akar budaya melalui Batik Panji—sebuah warisan seni yang tidak hanya dijaga, tetapi diberdayakan menjadi kekuatan ekonomi kreatif
desa. Inilah pesan besar dari buku ini: budaya dan ekonomi bukan dua kutub yang saling berlawanan, tetapi dua kekuatan yang dapatsaling mengangkat ketika pengelolaannya dilakukan dengan visi
pemberdayaan.
Buku ini menyatukan perspektif akademisi, pendidik, dan praktisi lapangan yang terjun langsung bersama masyarakat. Karena itu, setiaptulisan memuat kekhasan pengalaman, pendekatan, dan solusi yang lahir dari konteks sosial yang berbeda-beda. Namun benang merahnya selalu sama: kemandirian ekonomi masyarakat desa hanya dapat tercapai apabila potensi lokal diolah dengan strategi yang tepat danberkelanjutan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada para penulis, pemerintah desa, pelaku UMKM, komunitas masyarakat, dan semua pihak yang telah membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran. Semoga buku ini menjadi inspirasi sekaligus referensi praktis bagi para penggerak desa, pegiat UMKM, akademisi, lembaga pemberdayaan, serta siapa pun yang percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari desa.
Akhirnya, semoga kehadiran buku ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi menjadi bahan api bagi gerakan nyata pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Bila desa maju, Indonesia maju —
dan kemajuan itu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama, dengan keyakinan bahwa masyarakat desa bukan objek pembangunan, melainkan subjek perubahan.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3Spesifikasi Buku
Cetakan I, Desember 2025; 114 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 100.000
Rp 90,000