EVALUASI PEMBELAJARAN
Buku ini adalah pedoman wajib dan kompas utama bagi para pendidik, calon guru, serta mahasiswa keguruan yang ingin menguasai teknik evaluasi pembelajaran secara utuh. Tidak hanya menyajikan teori dasar pembuatan tes, buku ini juga menjawab tantangan kurikulum modern melalui pembahasan asesmen autentik, instrumen non-tes, e-portofolio, hingga teknik pengolahan nilai yang sangat praktis dan aplikatif untuk diterapkan di ruang kelas.
Fondasi Utama Mengukur Keberhasilan Pendidikan
Pendidikan yang berkualitas tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sistem evaluasi yang terukur, objektif, dan akurat. Dalam konteks pemenuhan literatur akademik yang berkualitas inilah, buku berjudul “Evaluasi Pembelajaran” hadir sebagai sebuah oase dan pedoman utama bagi para pendidik, calon guru, maupun mahasiswa keguruan. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Samudra Biru pada bulan Oktober 2026 ini merupakan buah karya kolaboratif yang cemerlang dari para pakar pendidikan, yakni Dr. Abdul Wahid, S.Pd., M.Pd, Dr. Nur Afni, S.Pd., M.Pd, Sri Hastati, S.E., M.Pd, dan Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd.
Dengan ketebalan 220 halaman, karya ini disusun secara khusus untuk merespons tingginya kebutuhan akan rujukan yang komprehensif, praktis, dan aplikatif di bidang asesmen pendidikan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa kemampuan dalam melakukan penilaian hasil belajar adalah pilar kompetensi pedagogik yang wajib dikuasai pendidik untuk memastikan tujuan pembelajaran tercapai optimal. Melalui ulasan naratif ini, kita akan menyelami seluruh intisari buku yang dikemas secara hierarkis ke dalam sepuluh bab esensial, serta dirancang agar relevan dengan dinamika kurikulum masa kini yang berpusat pada siswa.
Membedah Konsep Dasar dan Teknik Penilaian Secara Komprehensif
Buku ini mengawali pembahasannya dengan meletakkan landasan konseptual yang sangat kokoh pada Bab I, di mana para penulis menguraikan secara rinci dan filosofis perbedaan fundamental antara tes, pengukuran, asesmen, dan evaluasi. Tes didefinisikan secara tegas sebagai instrumen pengumpulan data yang menuntut performa maksimal peserta didik dan biasanya membutuhkan jawaban benar atau salah. Di sisi lain, pengukuran dijelaskan sebagai proses kuantifikasi atau pemberian angka terhadap atribut tertentu yang melekat pada objek. Asesmen kemudian diletakkan sebagai payung yang mengumpulkan informasi sejauh mana kompetensi dicapai, sedangkan evaluasi diposisikan sebagai tahap pengambilan keputusan akhir (value judgement) terhadap keberhasilan suatu program. Bab ini juga secara tajam membedah fungsi asesmen, baik sebagai fungsi formatif untuk memberikan umpan balik perbaikan pembelajaran, maupun fungsi sumatif untuk penentuan kelulusan di akhir program.
Beranjak ke Bab II, wawasan pembaca diperluas mengenai ruang lingkup asesmen yang mencakup tiga domain utama: asesmen formal (seperti ujian tertulis yang dikondisikan secara khusus), asesmen informal (observasi kelas berkelanjutan secara natural), dan penilaian diri (self-assessment). Penulis menyoroti betapa krusialnya menggeser paradigma penilaian agar tidak hanya didominasi oleh guru, melainkan juga melibatkan refleksi peserta didik itu sendiri. Pemilihan teknik penilaian ini dihubungkan langsung dengan target belajar siswa, mulai dari kemampuan kognitif tingkat tinggi, keterampilan memecahkan masalah, hingga nilai-nilai sikap dan kesadaran diri peserta didik di dalam kelas.
Buku ini semakin menunjukkan kedalaman akademisnya pada Bab III yang membahas secara sangat teknis mengenai penyusunan asesmen teknik tes. Para penulis tidak sekadar menyajikan teori hafalan, tetapi juga membekali pembaca dengan perhitungan kuantitatif untuk menganalisis kualitas butir soal. Konsep tingkat kesukaran soal dikupas tuntas menggunakan indeks kesukaran (P), di mana penulis menegaskan pentingnya proporsi yang seimbang antara soal berstatus mudah, sedang, dan sukar. Konsep daya pembeda (D) juga dijelaskan secara gamblang untuk melihat kemampuan soal dalam memisahkan siswa kelompok atas (pandai) dan kelompok bawah (kurang). Lebih lanjut, bab ini menjabarkan anatomi validitas (isi, konstruksi, dan bandingan) serta memberikan landasan pengujian reliabilitas instrumen yang mencakup metode tes ulang (test-retest), bentuk paralel, dan metode belah dua (split-half).
Selanjutnya dalam Bab IV, buku ini secara spesifik membedah strategi pengembangan instrumen tes yang diklasifikasikan ke dalam tes uraian (esai) dan tes objektif. Tes uraian, baik yang bersifat bebas maupun terbatas, diakui sangat efektif untuk mengukur tingkat kedalaman pemikiran dan kemampuan argumentasi peserta didik. Penulis membedah sisi positif tes uraian yang mampu meminimalisir spekulasi tebakan siswa, sekaligus jujur mengungkapkan kelemahannya seperti tingkat subjektivitas pengoreksian yang tinggi. Sementara itu, tes objektif yang meliputi format benar-salah, pilihan ganda, menjodohkan, dan isian melengkapi dipaparkan kaidah-kaidah penulisannya agar pendidik tidak terjebak membuat soal yang mengecoh tanpa tujuan.
Pengayaan instrumen berlanjut pada Bab V yang berfokus penuh pada instrumen asesmen teknik non-tes. Bab ini menyoroti bahwa kompetensi siswa tidak melulu soal hafalan materi, melainkan juga proses dan sikap yang dapat direkam melalui teknik observasi. Pendidik dipandu untuk menyusun daftar cek (checklist), skala penilaian (rating scale), dan catatan anekdot (anecdotal records) yang merekam peristiwa spesifik siswa. Teknik wawancara lisan dipaparkan sebagai jembatan komunikasi personal yang menggali informasi psikologis secara mendalam. Bab ini juga mematangkan urgensi angket dan metode self-assessment dalam mengukur ranah kognitif, afektif (sikap, emosi, dan nilai moral), serta psikomotorik, sehingga pendidik mampu memotret hasil belajar anak didik secara holistik dan komprehensif.
Merespons Dinamika Kurikulum: Asesmen Autentik, Portofolio, dan Pengolahan Hasil Belajar
Memasuki paruh kedua dari buku ini, sorotan bergeser pada tuntutan pendidikan modern yang terpusat pada siswa. Bab VI mengupas secara revolusioner konsep asesmen autentik. Asesmen autentik didefinisikan sebagai metode evaluasi yang mengharuskan siswa untuk tidak hanya memilih jawaban dari opsi yang tersedia, melainkan secara aktif mendemonstrasikan, mengaplikasikan pengetahuan, dan merangkai keterampilan dalam tantangan dunia nyata (real-world tasks). Penulis menggarisbawahi bahwa evaluasi jenis ini mampu mengintegrasikan mengajar, belajar, dan pengukuran dalam satu tarikan napas. Pedoman teknis penyusunan standar autentik dijelaskan mulai dari tahap refleksi nilai, reviu, hingga penulisan standar kriteria. Lebih dari itu, bab ini juga mengajarkan cara membuat rubrik penyekoran, baik itu rubrik holistik maupun analitik, guna menjaga objektivitas dan konsistensi penilaian dari guru.
Inovasi berkelanjutan dihadirkan pada Bab VII yang mendedah secara mendalam tentang asesmen portofolio. Portofolio dimaknai bukan sekadar tumpukan kertas tugas, melainkan kumpulan bukti fisik terstruktur yang menilik riwayat usaha, perkembangan, dan capaian kecakapan siswa dari waktu ke waktu. Langkah-langkah penyusunan portofolio dipaparkan secara runtut. Menariknya, buku ini merespons era digitalisasi dengan sangat baik dengan mengulas e-portofolio atau portofolio elektronik. Melalui platform digital, Web, atau aplikasi seperti Moodle, pengumpulan rekam jejak siswa menjadi paperless, efisien, tahan lama, serta dapat diakses secara fleksibel melampaui batasan ruang dan waktu.
Kerangka dasar matematis kembali diuji pada Bab VIII yang membahas penerapan teknik pemberian skor atau skoring. Penskoran dijelaskan sebagai proses absolut dalam mengubah jawaban instrumen menjadi angka kuantitatif mentah. Penulis memberikan rumusan operasional untuk menghitung skor tes pilihan ganda murni maupun perhitungan skor yang menggunakan sistem koreksi atas jawaban tebakan yang salah. Tidak hanya itu, diuraikan pula formula pembobotan ganda untuk tes yang mencampur bentuk pilihan ganda dengan uraian. Pemberian skor untuk tes non-kognitif, seperti indikator minat dan sikap di domain afektif serta indikator kinerja di domain psikomotorik, turut disajikan contoh penghitungannya dengan sangat gamblang menggunakan skala yang mudah diadopsi oleh pendidik di sekolah dasar hingga menengah.
Bab IX menjadi panduan paling krusial bagi guru selaku pengambil keputusan di ruang kelas, karena menyajikan pendekatan pengolahan skor mentah menjadi nilai akhir matang. Secara komparatif, penulis menjabarkan dualisme pendekatan evaluasi, yaitu Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). PAN menitikberatkan pada perbandingan nilai relatif seorang siswa terhadap rata-rata capaian kelompok atau kelasnya, yang sangat ideal untuk seleksi dan penentuan ranking kelas. Sebaliknya, PAP berfokus pada ketuntasan individu, di mana hasil belajar siswa dibandingkan secara langsung dengan standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang mutlak. Pendekatan PAP diulas lebih jauh sebagai roh dari kurikulum berbasis kompetensi yang menghendaki semua peserta didik menguasai materi secara tuntas.
Buku ini mencapai konklusinya di Bab X dengan menempatkan tahap akhir dari siklus asesmen, yakni pelaporan hasil asesmen pembelajaran. Pelaporan diposisikan sebagai jembatan komunikasi esensial yang menghubungkan guru, pihak sekolah, peserta didik, dan orang tua. Penulis menegaskan kembali bahwa objek penilaian yang wajib dilaporkan secara akuntabel mencakup keseimbangan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Laporan akhir tidak semata direduksi menjadi angka mati, melainkan harus bersifat formatif dan sumatif yang memberikan gambaran deskriptif mengenai kemajuan anak didik.
Secara keseluruhan, buku “Evaluasi Pembelajaran” ini merupakan sebuah literatur akademis tingkat tinggi yang ditulis dengan sentuhan bahasa yang membumi. Keberhasilannya merangkum kerumitan teori validitas, penyusunan instrumen tes dan non-tes, hingga metode mutakhir seperti asesmen autentik dan e-portofolio menjadikan buku ini mahakarya komprehensif. Para pembaca tidak hanya disuguhi teori masa lampau, melainkan disiapkan untuk menghadapi era kurikulum baru yang mengedepankan pendidikan berbasis karakter dan kompetensi dunia nyata. Sangat direkomendasikan untuk menghiasi rak buku seluruh entitas pendidikan di Indonesia demi tercapainya kualitas evaluasi pembelajaran yang berintegritas.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Slider Caption
Slider CaptionSpesifikasi Buku
Cetakan I, Oktober 2026; x + 220 halaman; ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 145.000
Rp 132.000
Tentang Penulis
Dr. Abdul Wahid, S.Pd., M.Pd.
Lahir pada tanggal 15 Oktober 1984 di Desa Borong, Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Anak pertama dari Bapak Le’leng dan Ibu Salma. Istri Dr. Nur Afni, S.Pd., M.Pd., dan dikaruniai satu anak putra bernama Abydzar Al-Ghifari Wahid. Pendidikan Sekolah Dasar di SD 126 Borong, Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba tahun 1991-1997; SLTP Negeri 2 Bontotiro Kabupaten Bulukumba tahun 1997-2000; SMA Negeri 1 Herlang Kabupaten Bulukumba tahun 2000-2003; Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Makassar tahun 2007-2012; Pascasarjana Program Studi Pendidikan IPS Kekhususan IPS Ke- SD-an Universitas Negeri Makassar tahun 2013-2015; dan menyelesaikan Program Doktor pada bidang Ilmu Pendidikan di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar tahun 2022.
Pengalaman mengajar sejak tahun 2012-2013 di SD Inpres Bertingkat Mamajang 1 Kota Makassar. Pada tahun 2014-2018 mengajar di Yayasan Pendidikan Islam Sekolah tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mega Rezky Makassar. Pada tahun 2018- 2022 mengajar di STKIP Andi Matappa Pangkep, dan pada tahun 2021 sampai sekarang mengajar sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar Pada tahun 2022- sekarang sebagai dosen tetap pada Yayasan Perguruan Tinggi AL- Gazali Makassar dan mengajar di Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Islam Makassar.
Dr. Nur Afni, S.Pd.,M.Pd.
Lahir di Bone, 02 Februari 1991. Anak ke empat dari lima bersaudara pasangan bapak H. Mustamin S.Pd dan Ibu Hj. Ummu Aemana, S.Pd.I. Suami bernama Dr. Abdul Wahid, S.Pd.,M.Pd,bdan dikaruniai seorang putra bernama Abydzar Al Ghifari Wahid. Penulis menyelesaikan pendidikan di TK Pattola Palallo Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone pada tahun 1996; di SD N0. 40 Macope Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone pada tahun 2002; di MTsN 400 Watampone pada tahun 2005; Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, Kecamatan Dua Boccoe, di Kabupaten Bone pada tahun 2008; Strata Satu (S1) DI UNM FIP dengan Program Studi PGSD pada tahun 2012, dan melanjutkan pendidikan di pascasarjana Universitas Negeri Makassar pada Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Kekhususan IPS Ke-SD-an dengan program Magister (S2) pada tahun 2013- 2015; dan menyelesaikan Program Doktor dalam bidang Ilmu Pendidikan di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar tahun 2022. Pengalaman mengajar pada tahun 2012 di SD Inpres 5/81 Mallari, Kabupaten Bone, dan pada tahun 2022 mengajar sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. Penulis merupakan Dosen tetap di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Islam Makassar dari tahun 2015 hingga sekarang.
Sri Hastati SE.,M.Pd.
Lahir di Ujung Pandang, 18 Februari 1977. Anak pertama dari enam bersaudara pasangan bapak Alm. Drs. Muh. Junus dan Ibu Hj.
Rahmawati Rakhman, SE. Suami bernama Prof. Dr. Masnyur H.Gani, M.Si dan dikaruniai seorang putri bernama Aura Fadhilah Zahra. Penulis menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) di Universitas Hasanudin Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Akuntansi pada tahun 2000, dan melanjutkan pendidikan di pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta pada Program Studi Ilmu Pendidikan Dasar dengan program Magister (S2) pada tahun 2008-2010. Penulis merupakan Dosen tetap di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Islam Makassar dari tahun 2015 hingga sekarang. Karya tulis berbentuk buku yang telah diterbitkan adalah: (1) Bimbingan Konseling Di Sekolah Dasar (Penerbit Samudra Biru Anggota IKAPI, Yogyakarta, 2018),(2). Pembuatan Media Pembelajaran Diaroma Terbuka dalam Pembelajaran Tematik (Penerbit Puta Surya Santosa, Yogyakarta, 2024).
Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos., M.Si.
Dr. Erwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd. Lahir di Bulukumba, 19 November 1988. Anak ke tiga dari tiga bersaudara dari pasangan bapak Abdul Rahman, S.Pd
dan Ibu Sitti Subaedah. Saudara penulis bernama Erna Yulianti, S.Pd dan Erma Septiawati, S.Kom. Istri bernama Sri Rahmawati, S.Pd., M.Pd, dan dikaruniai
tiga anak bernama Keisya Al Hafizah, Fatih Abdillah, dan Fikri Alfarisqi Penulis menyelesaikan pendidikan: 1) TK Abdul Hamid Desa Dwitiro Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba pada tahun 1995; 2) SD Negeri 260 Erekeke Desa Dwitiro Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba pada tahun 2001; 3) SMP Negeri 1 Bontotiro Kelurahan Ekatiro Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba pada tahun 2004; 4) SMA Negeri 1 Bontotiro Kelurahan Ekatiro Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba pada tahun 2007; 5) Strata Satu (S1) di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 2011; 6) Strata Dua (S2) Program Studi Pendidikan Matematika di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar pada tahun 2013; 7) Strata Tiga (S3) Program Studi Ilmu Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar pada tahun 2025. Pengalaman mengajar pada tahun 2012 sampai tahun 2015 di SMA Rama Sejahterah Makassar, pada tahun 2015 sampai tahun 2018 mengajar sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) Universitas Indonesia Timur. Penulis merupakan Dosen tetap di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Islam Makassar mulai tahun 2015 sampai sekarang.