AUDIT DIRI BERBASIS RISIKO Hari Ini Harus Lebih Baik dari Kemarin

Buku ini adalah panduan reflektif sekaligus praktis untuk membangun kehidupan yang lebih terarah melalui konsep audit diri berbasis risiko. Dengan memadukan prinsip manajemen risiko, muhasabah, dan tuntunan Al-Qur’an serta hadis, buku ini mengajak pembaca mengenali penyimpangan, mengevaluasi diri, dan membangun perbaikan secara konsisten.

Menata Kehidupan melalui Audit Diri

Buku Audit Diri Berbasis Risiko: Hari Ini Harus Lebih Baik dari Kemarin karya H. Sumitro menawarkan cara pandang yang menarik dalam memahami kehidupan manusia melalui pendekatan yang selama ini lebih dikenal dalam dunia organisasi, yaitu visi, misi, manajemen risiko, pengendalian, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Kerangka tersebut kemudian diterapkan pada kehidupan pribadi dan spiritual dengan menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai landasan utama.

Buku ini mengajak pembaca terlebih dahulu menjawab pertanyaan mendasar tentang dari mana manusia berasal, mengapa manusia hidup, dan ke mana manusia akan kembali. Dari pertanyaan tersebut dibangun visi kehidupan seorang mukmin, yakni pengabdian kepada Allah secara totalitas, yang kemudian diterjemahkan ke dalam misi, program, serta kegiatan kehidupan yang lebih konkret.

Keunikan buku ini terletak pada pembahasan mengenai manajemen risiko kehidupan. Pembaca diajak mengenali berbagai potensi penyimpangan yang dapat mengganggu perjalanan spiritual, kemudian menilai dan mengendalikannya melalui langkah-langkah yang terstruktur. Pengendalian tersebut mencakup taubat, lingkungan yang mendukung, dzikir, shalat, puasa, ilmu, sedekah, nasihat, hingga rencana kontingensi ketika pengendalian tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pada akhirnya, buku ini menempatkan audit diri atau muhasabah sebagai proses evaluasi yang harus dilakukan secara jujur, rutin, dan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan aspek umur, ilmu, harta, dan tubuh, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan yang konsisten. Seluruh proses tersebut membentuk sebuah siklus yang terus berulang: merencanakan, menjalankan, memeriksa, memperbaiki, lalu kembali merencanakan. Dengan demikian, pesan utama buku ini bukan sekadar menjadi lebih baik, tetapi membangun kebiasaan agar setiap hari benar-benar menjadi lebih baik daripada hari sebelumnya.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Slider Caption
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Agustus 2026; xxxii + 132 halaman; ukuran 14 x 20 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 90.000

Rp 85,100

Tentang Penulis

Sumitro, SE., Ak., MM., CA., CFrA., QIA.

lahir di Dusun Kampung Baru, Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabu- paten Madiun, Jawa Timur. Sumitro kecil yang lahir sebagai bocah ndeso, memang bercita-cita sesuai pesan bapaknya adalah jadi orang yang lebih sukses dari orang tuanya. Sekolah Dasar ditamatkannya di Saradan Tahun 1974, kemudian SMEP Negeri Saradan tamat Tahun 1977, dilanjutkan SMEA Negeri Pembina Madiun tamat 1981.
Sumitro remaja tidak mau bergelut di desanya, kemudian ia dengan kehendak ALLAH dapat melanjutkan kuliah D3 di Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN) Jakarta. Ketika bekerja di Makassar, Alhamdulillah dapat menyelesaikan kuliah S1 jurusan Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (STIE-YPUP), tak mau hanya jadi Sarjana Ekonomi (SE) tetetapi bukan Akuntan, upaya keras dan serius dan mengadu kemampuan / nasib mengikuti Ujian Negara Akuntansi (UNA) Profesi dan Alhamdulillah dapat lulus dan memperoleh gelar Akuntan pada tahun 1993. Ketika bertugas di Lampung, keinginan dan kesempatan yang cocok membuatnya ingin punya gelar S2 dan itupun dapat diperoleh dengan mengambil Magister Manajemen bidang study Manajemen Sumber Daya Manusia (MM SDM) di Universitas Bandar Lampung. Saat ini, bahkan sejak tahun 1984 Sumitro bekerja dan mengabdi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hampir seluruh Nusantara pernah dijelajahinya, mulai Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Lampung, Jakarta, Maluku, Kalimantan Barat, Jakarta lagi dan Jawa Tengah. Kemudian ke Jakarta lagi, Jawa Timur dan saat ini di Papua Barat.