REVITALISASI USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM INOVATIF

Buku ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi pengembangan program UKS serta menjadi salah satu referensi dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Revitalisasi UKS untuk Mewujudkan Sekolah Sehat di Era Modern

Membicarakan kualitas pendidikan di Indonesia tentu tidak akan pernah bisa dilepaskan dari status kesehatan para peserta didiknya. Di tengah dinamika kehidupan modern dan kompleksitas permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh generasi muda, peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. UKS bukan sekadar ruang kecil dengan kotak P3K tempat siswa beristirahat saat sakit, melainkan sebuah pusat peradaban kesehatan di lingkungan pendidikan. Berangkat dari kesadaran inilah, sebuah karya akademis yang sangat komprehensif hadir di hadapan kita. Buku berjudul Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk Mewujudkan Sekolah Sehat Melalui Implementasi Program Inovatif merupakan sebuah mahakarya literatur yang wajib dimiliki oleh setiap pendidik, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan.

Ditulis oleh deretan pakar dan akademisi kesehatan terkemuka, yakni Dr. Erni Rita, S.Kep., Ns., M.Epid; Ns. Awaliah., M.Kep., Sp. Kep.An; Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, SKM., MKM; Eni Widiastuti S.Kp., M.Kep; Ns Masmun Zuryati M.Kep; Ns Idriani M.Kep, SpMat; Erwan Setiyono S.Kp., MN., Sp. KepMB; dan Dr Rohimi Zamzam, SH., S.Psi., M.Pd, Psikolog, buku yang diterbitkan oleh Penerbit Samudra Biru ini menyuguhkan paradigma baru dalam pengelolaan kesehatan sekolah. Melalui pendekatan naratif yang edukatif, sinopsis ini akan merangkum keseluruhan isi buku yang terbagi ke dalam berbagai dimensi krusial kesehatan remaja, mulai dari pertolongan pertama, edukasi antinarkoba, gizi, kesehatan reproduksi, hingga kesehatan mental dan pencegahan anemia.

Mengupas Tuntas Peran UKS: Dari Pertolongan Pertama hingga Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Narkoba

Buku ini membuka pembahasannya dengan mendefinisikan ulang esensi dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Penulis dengan tegas menjabarkan bahwa keberhasilan pembinaan UKS akan tercermin langsung pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peningkatan derajat kesehatan peserta didik. UKS diimplementasikan melalui program “Trias UKS Plus” yang mencakup tiga pilar utama: Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, serta ditambah dengan Manajemen UKS yang memberdayakan sumber daya sekolah secara sistematis. Pendidikan kesehatan di sini tidak hanya dijejalkan melalui teori di dalam kelas (intrakurikuler), tetapi juga melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler seperti Palang Merah Remaja (PMR), Kader Kesehatan Remaja (KKR), hingga apotek hidup.

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada panduan praktis yang disajikannya dalam Bab Pertolongan Pertama. Penulis menyadari bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja di lingkungan sekolah, baik itu jatuh, luka sayat, hingga kondisi gawat darurat seperti henti jantung. Buku ini memberikan edukasi yang sangat detail mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang dapat dilakukan oleh masyarakat awam atau siswa. Dengan metode C-A-B (Circulation, Airway, Breathing), pembaca diajarkan bagaimana melakukan kompresi dada yang benar—dengan kedalaman 5 hingga 6 cm dan kecepatan 100-120 kali per menit—hingga memberikan bantuan napas buatan. Selain itu, teknik penanganan berbagai jenis perdarahan (arteri, vena, kapiler), cara membalut luka, pembidaian pada patah tulang tertutup maupun terbuka, hingga teknik mengevakuasi korban secara manual diuraikan dengan sangat gamblang dan mudah dipraktikkan.

Tidak berhenti pada penanganan kecelakaan fisik, buku ini juga masuk ke ranah ancaman sosial yang sangat nyata bagi generasi muda, yaitu penyalahgunaan narkoba. Pada rentang usia remaja, ancaman alkohol, tembakau, dan zat berbahaya lainnya sering kali berawal dari rasa penasaran. Penulis mengklasifikasikan jenis-jenis narkoba beserta efek destruktifnya dengan sangat informatif. Mulai dari golongan Depresan (seperti heroin dan morfin) yang memperlambat kerja otak dan memicu overdosis mematikan; golongan Stimulan (seperti kokain, sabu, dan ekstasi) yang memicu kekerasan, halusinasi, dan kerusakan pembuluh darah; hingga golongan Halusinogen (seperti ganja dan jamur) yang mendistorsi ruang dan waktu. Lebih dari sekadar memaparkan bahaya, buku ini menawarkan solusi preventif melalui peran aktif orang tua sebagai pendidik, pembimbing, dan panutan yang menanamkan nilai-nilai agama serta kedisiplinan yang konsisten di rumah.

Tantangan generasi muda semakin kompleks ketika dihadapkan pada isu kesehatan reproduksi. Buku ini menyoroti karakteristik remaja yang kini didominasi oleh Generasi Z—generasi yang fasih teknologi, berwawasan global, namun sering kali memiliki rentang perhatian yang singkat dan rentan secara emosional. Penulis menjelaskan secara ilmiah mengapa remaja rentan mengambil risiko; hal ini disebabkan oleh perkembangan bagian otak limbik (pusat emosi) yang lebih cepat dibandingkan lobus frontal (pusat pengambilan keputusan dan norma). Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi yang mencakup pemahaman tentang fungsi reproduksi, bahaya infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, hingga pencegahan kekerasan seksual menjadi materi yang wajib diintegrasikan dalam program UKS agar remaja mampu mengambil keputusan yang aman dan bertanggung jawab atas tubuh mereka.

Membangun Generasi Z yang Sehat Fisik dan Mental Melalui Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia

Buku referensi ini semakin menemukan urgensinya ketika membahas korelasi antara asupan gizi, kesehatan mental, dan prestasi akademik remaja. Penulis menggarisbawahi bahwa gizi adalah faktor fundamental dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Namun sayangnya, remaja saat ini dihadapkan pada ancaman malnutrisi dalam berbagai bentuk, mulai dari gangguan makan (seperti Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa) yang dipicu oleh obsesi terhadap citra tubuh ideal, kekurangan gizi makro (undernutrition) yang menyebabkan stunting dan penurunan kognitif, hingga kelebihan gizi makro (overnutrition) yang berujung pada obesitas akibat konsumsi makanan cepat saji.

Penulis secara kritis menyoroti perilaku makan Generasi Z yang gemar mengonsumsi makanan dan minuman manis serta produk dengan Indeks Glikemik (IG) tinggi. Konsumsi gula berlebih ini tidak hanya memicu karies gigi dan obesitas, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 dan bahkan berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, seperti meningkatkan risiko infertilitas ovulasi. Sebagai solusinya, buku ini mengkampanyekan prinsip gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku” yang menggantikan slogan lama “Empat Sehat Lima Sempurna”. Asupan gizi yang optimal pada fase growth spurt remaja terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan volume otak, khususnya pada area hippocampus yang bertanggung jawab atas daya ingat dan konsentrasi, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan prestasi akademik siswa.

Kesehatan fisik remaja tentu tidak akan sempurna tanpa adanya jiwa yang sehat. Bab mengenai Kesehatan Mental dalam buku ini disajikan dengan sangat reflektif dan menyentuh. Di era Revolusi Industri 4.0 dan globalisasi, tingkat stres dan kecemasan meningkat tajam, bahkan WHO menempatkan tindakan mengakhiri hidup (bunuh diri) sebagai penyebab kematian terbesar keempat di kalangan remaja usia 15-29 tahun. Buku ini mengutip ayat-ayat suci Al-Qur’an, seperti Q.S. Al-Baqarah ayat 155, untuk menekankan pentingnya kesabaran dan kesehatan spiritual. Penulis menuntut adanya sinergi antara rumah, sekolah, dan masyarakat. Guru, sebagai garda terdepan, dituntut untuk memiliki kesehatan mental yang prima agar mampu meregulasi emosi di kelas dan menjadi teladan (uswah) yang baik bagi anak didiknya, sekaligus mampu mendeteksi secara dini tanda-tanda gangguan jiwa pada siswa.

Sebagai pamungkas, buku ini membedah isu senyap namun sangat mematikan bagi masa depan remaja, yakni Anemia. Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal (kurang dari 12 g/dL untuk remaja usia 12-14 tahun), sehingga suplai oksigen ke otak dan seluruh tubuh menjadi terhambat. Faktor risikonya sangat tinggi pada remaja putri akibat kehilangan darah saat menstruasi, ditambah dengan pola diet ketat dan konsumsi teh atau kopi bersamaan dengan makan yang menghambat penyerapan zat besi. Manifestasi klinis dari anemia sering kali ditandai dengan gejala 5L (lemah, letih, lesu, lelah, lunglai), pusing, dan hilangnya konsentrasi belajar yang secara langsung menghancurkan prestasi akademik di sekolah.

Untuk mengatasi krisis ini, buku ini mengusulkan strategi nasional berupa program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin bagi remaja putri, dipadukan dengan konsumsi makanan kaya protein hewani dan vitamin C. Inovasi yang ditawarkan penulis melalui revitalisasi UKS sungguh brilian, seperti pembentukan “Duta Anti Anemia” dari kalangan siswa sebagai pendidik teman sebaya (peer educator), program “Gerakan Minum TTD Bersama” di sekolah yang diawasi oleh guru dan petugas Puskesmas, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memantau kepatuhan konsumsi TTD para siswa.

Secara keseluruhan, buku Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk Mewujudkan Sekolah Sehat Melalui Implementasi Program Inovatif ini adalah sebuah literatur masterpiece yang memadukan teori medis, psikologi perkembangan, hingga strategi manajerial pendidikan. Buku ini tidak hanya membuka mata kita akan besarnya ancaman kesehatan yang mengintai generasi penerus bangsa, tetapi juga memberikan cetak biru (blueprint) yang aplikatif dan inovatif untuk menanggulanginya. Bagi para akademisi, kepala sekolah, guru, pengelola UKS, hingga orang tua, buku ini adalah panduan mutlak untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, sehat jasmani, serta kuat secara mental dan spiritual. Sebuah bacaan wajib yang akan mengubah cara kita memandang pentingnya investasi kesehatan di lingkungan sekolah.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Juni 2026; 136 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 110.000

Rp 97.200

Tentang Penulis

Dr. Erni Rita, S.Kep., Ns., M.Epid, dkk