MENULIS JALAN PULANG 60 Hari di Pulau Dewata
Buku ini memuat catatan-catatan reflektif selama berada
di Pulau Dewata, yang lahir tidak dalam kesendirian, melainkan tumbuh dari perjumpaan-perjumpaan kecil yang sederhana namun bermakna.
Perjalanan Sunyi
Ada perjalanan yang tidak sekadar memindahkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain, melainkan mengubah cara pandangnya terhadap hidup. Buku ini lahir dari ruang-ruang hening di tengah dinamika pekerjaan, perpindahan, kesibukan, dan berbagai peristiwa yang datang tanpa rencana. Di balik lanskap Pulau Dewata yang tenang dan penuh pesona, tersimpan refleksi mendalam tentang manusia, waktu, tanggung jawab, dan pencarian makna hidup.
Melalui catatan-catatan yang reflektif dan kontemplatif, pembaca diajak menyusuri pengalaman batin tentang bagaimana perubahan sering kali datang bersamaan dengan kegelisahan, namun perlahan menghadirkan kedewasaan dan penerimaan. Kehidupan tidak digambarkan sebagai sesuatu yang sempurna, melainkan sebagai perjalanan panjang yang dipenuhi jeda, keraguan, harapan, serta usaha untuk tetap bertahan dengan hati yang lapang.
Narasi dalam buku ini bergerak di antara dunia profesional, spiritualitas, keluarga, dan pengalaman sosial yang sangat manusiawi. Kesibukan birokrasi, perjalanan dinas, pertemuan dengan orang-orang asing, hingga momen-momen sederhana di ruang publik dihadirkan bukan sekadar sebagai cerita, tetapi sebagai medium untuk memahami arti syukur, ketenangan, dan keberanian menghadapi perubahan.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Slider Caption
Slider CaptionSpesifikasi Buku
Cetakan I, Mei 2026; 246 hlm, ukuran 14,8 x 21 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 120.000
Rp 104.300
Tentang Penulis
Adrinal Tanjung
Adrinal Tanjung, lahir di Padang, 28 Januari 1971, adalah putra asli Minang yang menapaki
kehidupan dengan bekal rasa ingin tahu, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar. Jejak pendidikan-nya dimulai dari SD Negeri 71 Padang lulus
tahun 1983, berlanjut ke SMPN 20 Padang lulus tahun 1986 dan SMAN 2 Padang lulus pada tahun 1989. Saat ini, Adrinal adalah seorang birokrat di sebuah institusi pemerintahan. Di tengah kesibukan sebagai aparatur sipil negara, Adrinal tetap menjaga semangat menulis dan berkarya. Ia merupakan pendiri Komunitas Satu Birokrat Satu Buku (Sabisabu)—yang kini berkembang menjadi Yayasan Pusako Adrinal Tanjung, sebuah wadah literasi yang menggerakkan para birokrat untuk menulis dan berkarya. Bagi Adrinal, menulis bukan sekadar aktivitas pribadi, melainkan jalan berbagi, menyemai ilmu, dan meninggalkan jejak intelektual bagi generasi penerus birokrasi.
Hingga saat ini, tak kurang 50 buku dan ratusan artikel telah lahir dari pemikiran dan pengalamannya— mencakup tematema literasi, birokrasi, pengawasan, dan pengembangan diri. Perjalanan menulis Adrinal dimulai dari artikel-artikel bertema keuangan dan pengawasan, ia mulai menyelami dunia jurnalisme dengan lebih serius: menulis reportase, mewawancarai tokoh-tokoh nasional, hingga menyusun tulisan reflektif yang memperluas cakrawala berpikirnya. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas dan memperoleh gelar Akuntan tahun 1994. Gelar Magister diperolehnya dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta dalam bidang Ilmu Administrasi, serta menempuh sebagian studi Magister Manajemen di Universitas Esa Unggul Jakarta. Adrinal juga sempat menempuh Program Doktor Ilmu Sosial di Universitas Pasundan Bandung, meskipun belum diselesaikan karena berbagai kesibukan.
Di tengah dunia birokrasi yang sering berjalan linear dan teknokratis, Adrinal memilih jalur berbeda: menulis untuk menghidupkan makna dalam kerjakerja pemerintahan. Ia aktif mendorong para ASN, khususnya dari Ranah Minang, untuk menulis dan membagikan pengalaman mereka sebagai bentuk kontribusi terhadap bangsa dan negara.