Buku ini tidak hanya berbicara tentang pencapaian, tetapi juga merupakan peta jalan yang jujur, yang menggarisbawahi tantangan-tantangan strategis di hadapan kita
Potret Pangan Lokal Tambrauw
Kabupaten Tambrauw merupakan salah satu daerah di Provinsi Papua Barat Daya yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik dari daratan maupun lautan. Hal ini menjadikan Tambrauw memiliki posisi strategis dalam pengembangan sektor pangan, karena didukung oleh potensi pertanian, perikanan, dan peternakan yang saling melengkapi.
Berdasarkan uraian tersebut, buku ini mencoba menghadirkan gambaran yang komprehensif mengenai potensi dan struktur produksi pangan di Kabupaten Tambrauw. Sehingga, melalui buku ini pembaca dapat memahami sebaran komoditas unggulan, menengah, tingkat konsentrasi produksi antarwilayah, dan keterkaitan antara sektor pertanian, perikanan, serta peternakan dalam membangun ketahanan pangan.
Buku ini hadir di tengah-tengah momentum krusial, di mana isu kedaulatan dan ketahanan pangan menjadi prioritas nasional dan daerah. Bagi Kabupaten Tambrauw, ketahanan pangan adalah pilar utama pembangunan—sebuah fondasi yang tidak hanya menopang kebutuhan gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal dan menjaga kelestarian kearifan agraria kita.
Pada tahun 2025, kita menyaksikan hasil yang membanggakan dari sinergi kebijakan dan implementasi di lapangan. Total produksi pangan kita telah mencapai angka yang signifikan, membuktikan bahwa lahan subur Tambrauw memiliki potensi luar biasa untuk menjadi lumbung pangan di Wilayah Papua Barat Daya. Komoditas strategis kita, mulai dari rica, kasbi, pisang, dan keladi, yang secara kolektif mendominasi volume produksi, menunjukkan betapa kayanya keanekaragaman pangan lokal kita.
Namun, buku ini tidak hanya berbicara tentang pencapaian, tetapi juga merupakan peta jalan yang jujur, yang menggarisbawahi tantangan-tantangan strategis di hadapan kita. Analisis data yang disajikan secara rinci per kecamatan mengungkapkan adanya Koridor Agribisnis Utama, yang meliputi Kecamatan Fef, Kebar Timur, Kasi, Sausapor, dan Mubrani, yang secara konsisten menjadi penopang utama (sekitar 75 hingga 90%) dari pasokan pangan kita. Konsentrasi produksi yang tinggi ini adalah bukti keberhasilan intervensi di sentra-sentra tersebut, namun pada saat yang sama, hal ini juga menyingkap kerentanan sistem pasokan terhadap potensi ancaman tunggal, baik itu berupa perubahan iklim ekstrem, hama, maupun gangguan logistik.
Oleh karena itu, kami menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan, dari petani hingga aparatur sipil negara, untuk menjadikan data ini sebagai pemicu semangat dan landasan perencanaan yang cerdas. Kita harus bergerak melampaui zona nyaman. Kita harus memperkuat sentra-sentra yang sudah unggul dengan infrastruktur pasca-panen dan teknologi modern, sambil secara agresif mendorong diversifikasi dan pemerataan produksi di kecamatan-kecamatan yang masih tertinggal.
Mari kita jadikan Kecamatan Yembun sebagai model spesialisasi sayuran sekunder, dan Koridor Kebar Timur-Kasi sebagai pemimpin dalam pengembangan komoditas spesifik seperti Tomat dan Petatas. Kita harus mengalokasikan sumber daya dan pengetahuan kepada saudara-saudara kita di wilayah marginal seperti Miyah, Mamusba, dan Moraid, sehingga mereka tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang berdaulat, memperkuat ketahanan pangan dari level kampung.
Kita adalah masyarakat yang hidup dalam ekosistem hijau yang luar biasa. Dengan semangat gotong royong, dengan memanfaatkan kearifan lokal yang telah diwariskan, dan dengan tekad untuk terus belajar dan berinovasi, kami percaya bahwa Tambrauw tidak hanya akan mencapai Swasembada Pangan di tingkat lokal, tetapi juga akan menjadi contoh keberhasilan model pertanian berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Previous
Next
Spesifikasi Buku
Cetakan I, Maret 2026; 90 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, Hard cover dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 190.000
Rp 80,200
Tentang Penulis
Bartholomeus Asem, S.Pi., M.P.
Sejak Tahun 2025 penulis dipercaya menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, serta Satgas Makanan Bergizi Gratis yang menjadi program strategis Presiden RI.
Penulis mengawali pendidikan tinggi dengan mengambil Diploma III Budidaya Perikanan di Universitas Negeri Papua dan melanjutkan studi ke jenjang Sarjana (S1) Manajemen Sumberdaya Perairan dan Magister (S2) Bioteknologi Kelautan dan Perikanan di Universitas Brawijaya. Saat ini, diuniversitas yang sama penulis tengah menyelesaikan studi doktoral (S3) di bidang Ilmu Kelautan.
Karier profesional penulis dimulai sebagai PNS di Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw pada tahun 2012. Seiring berjalannya waktu, penulis dipercaya mengemban berbagai posisi penting, mulai dari Kepala Bidang Produksi, Kepala Bidang Bina Usaha, Sekretaris Dinas Perikanan hingga menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Pengalaman tersebut membentuk pemahaman yang komprehensif, mulai dari aspek teknis produksi, penguatan kelembagaan nelayan dan UMKM perikanan, hingga perencanaan dan tata kelola organisasi. Tahun 2021-2025, penulis dipercaya memimpin Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw dan berperan aktif dalam mendorong pembangunan sektor perikanan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Sebagai seorang profesional, penulis juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas, baik di tingkat regional maupun nasional. penulis pernah mengikuti pelatihan manajemen mutu perikanan, pengelolaan sumber daya alam, hingga pendidikan kepemimpinan nasional tingkat II. Selain itu, penulis juga mendalami strategi pengembangan bisnis perikanan, termasuk komoditas unggulan seperti tuna madidihang, yang menjadi salah satu potensi besar di wilayah timur Indonesia. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya dalam merancang kebijakan berbasis inovasi dan daya saing.
Di luar tugas formal sebagai pejabat publik, penulis juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kepemudaan. Penulis pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tambrauw, Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), serta terlibat dalam organisasi Pemuda Katolik Indonesia. Saat ini, penulis juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Papua Barat Daya. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi ini menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan generasi muda dan penguatan jejaring sosial di masyarakat.