PEREMPUAN TIGA PERAN Kisah Edu-Life di NDHU Taiwan

Buku ini bukan sekadar kisah studi doktoral di Taiwan, melainkan potret hangat tentang keberanian bermimpi, cinta keluarga, dan perjuangan bertumbuh bersama

Menempuh Pendidikan sebagai Ruang Perjalanan Akademik Bersama Keluarga

Berangkat ke Taiwan untuk menempuh studi doktoral adalah mimpi besar yang kami gengam erat – bukan hanya sebagai individu yang berprofesi sebagai tenaga pendidik di sebuah perguruan tinggi, tetapi juga sebagai pasangan suami istri yang sama-sama berani bermimpi besar, dan sebagai orang tua dari seorang toddler cantik yang juga sedang belajar mengenal dunia. Lalu, apakah kami nekat?
Tentu saja. Tapi juga penuh pertimbangan dan sedikit rasa penasaran. Apa jadinya kalau kuliah, presentasi, konferensi, lemburan publikasi, dan disertasi dijalani sambil menemani anak yang baru pertama kali masuk preschool? Tentu jawabannya adalah ramai, penuh kejutan, dan sangat bermakna. Kami menjelajahi kampus, ruang kelas, tumpukan literatur akademik, sesi bimbingan, presentasi, konferensi, menulis publikasi, hingga ujian disertasi. Sementara ia menjelajahi ruang kelasnya yang penuh warna dan kata-kata Mandarin bersama guru dan temannya yang tampak masih sangat asing baginya. Ya, kami memutuskan untuk membawa serta anak kami pasca pandemi bukan semata karena kami tak ingin terpisah jarak lagi, tetapi karena kami ingin ia menjadi saksi dan bagian dari perjalanan belajar ini. Kami percaya bahwa anak-anak belajar begitu cepat, seolah dunia adalah ruang bermain yang ramah bagi rasa ingin tahunya. Dan keyakinan itu kami saksikan sendiri, dalam waktu singkat, ia mampu belajar dan beradaptasi dengan lingkungan barunya, melangkah kecil dengan hati riang di National Dong Hwa University (NDHU) Kindergarten – sekolah pertamanya.
Kami ingin ia tumbuh dengan melihat kedua orang tuanya berjuang bersama, saling mendukung, dan saling menggenggam erat. Kami ingin tetap tertawa bersama dan melewati masa golden age-nya meski kadang tekanan deadline membuat kami hampir ‘gila’. Uniknya, tawa kecil dan lagu-lagu Mandarin yang sering ia nyanyikan sepulang sekolah justru menjadi penawar lelah, pengingat bahwa perjalanan studi ini bukan untuk dijalani sendiri, melainkan ditempuh bersama sebagai satu keluarga.
Tentu saja, setiap musim yang kami lewati bersama bukan tanpa tantangan karena terkadang hidup mengajak kita menempuh perjalanan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya mulai dari terpisah jarak dengan anak, pandemi, karantina berlapis, dua kali masuk ruang operasi, bahkan untuk pertama kalinya positif Covid-19 saat semua proses studi ini hampir paripurna. Di sini, kami pun mulai terbiasa dengan gempa yang bisa menggoyang badan dan seisi kamar yang muncul tanpa permisi dan kapan saja. Tidak jarang kami harus keluar dari apartemen tengah malam, memeluk si kecil yang masih tertidur sambil membawa laptop di tangan, karena deadline tetap deadline meski bumi bergoyang.
Sementara taifun bisa menghentikan aktivitas dalam sekejap karena kami diharuskan untuk tinggal di dalam rumah demi menjaga keselamatan. Di tengah berbagai ancaman dan ketidakpastian alam. itulah kami belajar banyak bukan hanya kisah studi perjalanan doktoral, tetapi juga tentang keteguhan hati, fleksibilitas hidup, dan keberanian mencintai dalam segala bentuknya – cinta pada ilmu, cinta pada keluarga, dan cinta pada hidup itu sendiri.
Buku ini lahir dari kumpulan cerita nyata kisah kami – tiga jiwa satu tujuan – menuntut ilmu, menjaga cinta keluarga di sudut tenang di sisi timur Taiwan – di kampus NDHU, Hualien County, tempat kami menyebutnya sebagai second home. Kumpulan cerita ini kami tulis dengan jujur, disusun dari potongan-potongan harapan, tawa, lelah, dan terkadang air mata di sela-sela tumpukan deadline serta suara tangisan malam hari anak kami ketika ia sedang sakit yang membuat kami harus begadang.
Kumpulan cerita ini bukan hanya tentang pengalaman kuliah di masa (pasca) pandemi, tetapi juga tentang bagaimana seorang perempuan menjalankan tiga peran secara bersamaan (sebagai mahasiswi doktoral, istri, dan ibu). Bagaimana cinta diuji dan dikuatkan di ruang (non) akademik, bagaimana menjalani berbagai peran tersebut dilakukan dengan berpacu pada waktu masa tugas belajar, dan bagaimana kami satu keluarga kecil – ayah, ibu, dan seorang anak perempuan yang kini berusia empat tahun – belajar bersama menjalani hari-hari panjang penuh tantangan dan keajaiban dalam satu kata: bertumbuh. Dari beragam rangkaian kumpulan cerita tersebut, kami menulisnya bukan karena perjalanan belajar ini luar biasa, tetapi karena justru di dalam keseharian yang penuh tantangan itu, kami menemukan banyak hal yang pantas untuk dikenang dan dibagikan.
Perjalanan ini mungkin telah mencapai sebuah titik akhir, namun sesungguhnya setiap akhir adalah awal dari kisah baru yang menanti untuk ditulis. Bagi kami, NDHU bukan hanya tempat belajar tapi juga menjadi sekolah kehidupan. Di sana kami menemukan arti sesungguhnya dari ketulusan persahabatan, kenyamanan dalam kesederhanaan, dan keindahan menjalani hari dengan penuh syukur. Lingkungan yang bebas dari toxic memberikan ruang bagi jiwa untuk bernapas dan bertumbuh. Kami menyadari bahwa menempuh pendidikan doktoral ini bukan semata proses akademik individual, melainkan ruang hidup tempat ilmu, pengorbanan, cinta, dan hubungan keluarga bertumbuh bersama dan menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika belajar. Semua ini menjadi bekal yang tak ternilai untuk melangkah pulang ke tanah air.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Januari 2026; 122 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi Bookpaper hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 150.000

Rp 103,500

Tentang Penulis

Theresia Octastefani, S.AP., M.AP., M.Pol.Sc.

Dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang juga menjalankan peran sebagai seorang mahasiswa, istri, dan ibu. Ia menyelesaikan studi doktoral pada The Ph.D. Program in Asia-Pacific Regional Studies, College of Humanities and Social Sciences, National Dong Hwa University, Hualien, Taiwan, tahun 2025.