AL-QUR'AN DAN ZERO WASTE LIFESTYLE
Buku ini mengajak pembaca menemukan bahwa solusi krisis lingkungan modern telah lama tertanam dalam nilai-nilai Al-Qur’an, melalui tafsir ekologi yang menggugah dan penerapan Zero Waste Lifestyle sebagai wujud nyata tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Krisis Lingkungan Global dan Tantangan Kontemporer
Selama beberapa dekade terakhir, isu lingkungan menjadi perhatian Global yang mendesak seiring meningkatnya dampak perubahan iklim, pencemaran, dan penurunan sumber daya alam. Akibatnya, masalah ini selalu menjadi subjek diskusi para ilmuwan, budayawan, dan seluruh pemikir di seluruh dunia. Sebaliknya, banyak orang khawatir tentang masalah ini karena kerusakan lingkungan dan pengurasan sumber daya alamnya akan mengancam semua orang. Sebagian peneliti membuat pernyataan menarik, “Seandainya lingkungan bisa mendengar dan berbicara, suara jeritan dan tangisan putus asa mungkin akan terdengar dari langit saat lapisan ozon terbakar, sebuah simbol kehancuran ekosistem bumi yang tidak mampu lagi melindungi kita dari radiasi berbahaya. Pada saat yang sama, air sungai dan lautan akan menderita akibat tumpahan minyak yang tak terkendali, merusak kehidupan di dalamnya dan menyebabkan penderitaan ekologi yang luas. Udara pun akan sekarat, tersedak oleh asap dan polusi beracun yang berasal dari pabrik-pabrik serta industri di seluruh dunia, menandakan bahwa planet ini semakin sulit untuk mendukung kehidupan akibat dari tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab..”1
Meskipun perubahan iklim telah benar-benar terjadi, kebiasaan merugikan yang ditunjukkan oleh manusia masih belum banyak berubah, dan belum ada upaya yang signifikan untuk mengubah pemikiran orang, khususnya manajemen sumber daya alam. Menurut paradigma antroposentris, yang menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta, prilaku konsumtif dan eksploitatif manusia adalah sumber dan dasar dari dampak lingkungan yang merugikan ini.
Alam semesta, Langit dan bumi dengan segala bentuk dan isinya merupakan satu kesatuan di bawah naungan Allah SWT. Satu kesatuan dengan sistem yang dibentuk untuk kepentingan Manusia yang dinobatkan sebagai Khalifah. Salah satu pengertian “khalifah” bermakna wakil, wakil (pengganti) setelah Nabi Muhammad saw wafat baik dalam urusan Negara dan agama yang melaksanakan syariat Islam di kehidupan.2 Khalifah pada awalnya berarti menggantikan atau yang datang sesudah” siapa yang datang sebelumnya, atas dasar ini beberapa memahami kata khalifah dengan menggantikan “menggantikan Allah” dalam menegakkan kehendak dan ketetapan-Nya.3M.Quraish Shihab berpendapat dalam pandangan Al-Qur’an terdapat 3 unsur makna kekhalifahan, yaitu: 1) Manusia, 2) Alam raya, dan 3) Hubungan manusia dengan alam dan segala isinya.
Buku ini hadir sebagai ikhtiar kecil dalam menjembatani nilai-nilai Al-Qur’an dengan persoalan lingkungan kontemporer. Di tengah meningkatnya kerusakan ekologis, penulis meyakini bahwa
Islam mengandung panduan etis yang kuat tentang pelestarian alam, pengelolaan sumber daya, serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Melalui pendekatan tafsir ekologi, penulis berusaha menghadirkan pemahaman baru mengenai bagaimana prinsip Zero Waste Lifestyle dapat sejalan dengan petunjuk Ilahi.
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2Spesifikasi Buku
Cetakan I, Januari 2026; 242 hlm, ukuran 14,8×21 cm, kertas isi Bookpaper hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 150.000
Rp 103,500
Tentang Penulis
Nur Aminah Al-Khairy
Nur Aminah Al-Khairy menempuh pendidikan dasar hingga menengah di beberapa pondok pesantren di Riau. Ia melanjutkan studi pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 2022. Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan magister pada program studi yang sama di Program Pascasarjana IIQ Jakarta dan lulus pada tahun 2024.