SEJARAH NAHDLATUL ULAMA GUNUNGKIDUL; Rekam Jejak Pendirian Dan Perjalanan Dari Masa Ke Masa

Buku ini mengajak kita untuk menengok kembali akar perjuangan para tokoh pendiri NU di Gunungkidul, memetik hikmah dari keteladanan mereka, sekaligus menyerap semangatnya untuk bertransformasi menghadapi tantangan masa depan.

Merawat Jejak Dakwah

Sejarah perjuangan dakwah KH. Ahmad Marzuqi Romly (Mbah Marzuqi) tidaklah asing bagi warga nahdliyyin Gunungkidul. Dan memang benar, Mbah Marzuqi merupakan salah satu tokoh sentral pembawa NU di Gunungkidul. Meski sudah lama wafat, warga Gunungkidul masih merasakan kehadiran Mbah Marzuqi. Hingga saat ini, paling tidak 3 (tiga) kali warga NU Gunungkidul aktif berbondong-bondong ziarah ke Makam Mbah Marzuqi di Giriloyo, Bantul. Ziarah dilakukan saat bersamaan dengan sowan-sowan kiai saat lebaran, haul, dan dzikir akbar Thoriqah Sathoriyah.
Sejarah perjuangan dakwah mampu membangkitkan ghirah (semangat) para penerus. Di samping itu, banyak uswah (teladan) yang dapat dipetik darinya. Sejarah dakwah Mbah Marzuqi dan awal mula berdiri NU Gunungkidul sudah banyak dituturkan oleh para sesepuh, namun sangat minim literasi tertulis yang membahasnya. Padahal, tulisan merupakan salah satu dokumen penting dalam mengabadikan keorisinilan sejarah.
Buku ini merupakan salah satu wujud nyata ihtiyar (usaha) menanggapi kegelisahan tersebut. Setelah mendapat restu dari kasepuhan NU Gunungkidul, penulis mengawali penulisan dengan berziarah ke Makam Mbah Marzuqi. selanjutnya, penulis baru mengumpulkan data dengan cara wawancara kepada pelaku sejarah dan ahli waris. Selain itu, penulis juga melakukan studi pustaka, mulai dari Laporan PCNU Gunungkidul, buku, internet, hingga tulisan-tulisan kuno yang dapat dipertanggungjawabkan. Data-data yang terkumpul menjadi dasar penulis dalam menyusun buku ini. Dalam rangka meminimalisir kesalahan, penulis mentashihkan naskah yang sudah final kepada Rois Syuriyah PCNU Gunungkidul (KH. Muhammad Thohari) dan Ketua Tanfidziyah PCNU Gunungkidul (Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA). Terakhir, penulis menyempurnakan ihtiyar bathin dengan ziarah ke Makam Mbah Marzuqi tepat sehari sebelum naskah masuk penerbit.
Perjalanan panjang nan berliku dalam penyusunan buku ini tidak dapat terlalui tanpa uluran tangan banyak pihak. Dengan hati yang tulus, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu. Kami tidak bisa menyebutkan nama satu-persatu, dan hanya bisa mendoakan semoga catatan abadi telah dilakukan oleh Malaikat Raqib lengkap dengan lipatan pahala kebaikan. Jazakumullah ahsanal jaza’.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Januari 2026; 119 hlm, ukuran 14×20 cm, kertas isi Bookpaper hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 90.000

Rp 74,700

Tentang Penulis

Anton Prasetyo, M. Sos.

Menyelesaikan pendidikan Magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pendidikan nonformalnya pada KH. Asyhari Marzuqi di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede serta KH. Hasyim Syafi’i di Pondok Pesantren Miftahul Ulum II Wonokromo. Ia mulai menulis artikel di koran lokal dan nasional sejak kelas 2 MA (tahun 2004). Sejak tahun 2014, ia menjadi editor buku freelance di penerbit Diva Pres Group, Pustaka Tebuireng, Samudra Biru, Adyan Pustaka, dan lain-lain.

Andrian Saputra, S. Kom. I.

menuntaskan pendidikan sarjana di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Sementara, pendidikan non formalnya di Pondok Pesantren Ainurrafiq, Kuningan. Ia berkhidmat di NU dengan aktif di LTN NU Gunungkidul dan Gerakan Pemuda Ansor Logandeng. Dalam kepenulisan, ia pernah berkarier sebagai jurnalis profesional di media nasional Republika dan Kelompok Media Peluang, selain juga aktif menulis di website nugeka.com dan Ponpes Darul Quran Wal Irsyad. Fokus tulisannya banyak memotret fenomena sosial dan keagamaan. Ia juga guru di MA Darul Qur’an-Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad

Imron Rosidi, S.Pd.I., Gr.,

lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus dan menempuh pendidikan nonformal di Pondok Pesantren An-Najah Kudus serta Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad, Gunungkidul. Ia aktif dalam kegiatan keorganisasian dan literasi keislaman, antara lain sebagai pengurus Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU Gunungkidul sejak tahun 2022, Wakil Sekretaris MWC NU Playen sejak tahun 2023, Pemimpin Redaksi Majalah Darul Qur’an Wal Irsyad sejak 2016, serta tim redaktur nugeka.com sejak tahun 2022. Saat ini, ia berprofesi sebagai guru di Madrasah Aliyah Darul Qur’an, Gunungkidul.