Buku ini mengajak pembaca menelusuri jejak perjumpaan Islam dan sejarah lokal secara kritis dan kontekstual, untuk memahami bagaimana agama hidup, tumbuh, dan berakar dalam budaya masyarakat.
Perkembangan Pemikiran dan Peradaban Islam dalam Perspektif Sejarah
Munculnya pemikiran islam sebagai cikal bakal kelahiran peradaban Islam pada dasarnya sudah ada pada awal pertumbuhan Islam, yakni sejak pertengahan abad ke-7 M, ketika masyarakat Islam
dipimpin oleh Khulafa’ al-rasyidin.1 Kemudian mulai berkembang pada masa Dinasti Umayyah, dan mencapai puncak kejayaannya pada masa Dinasti Abbasiyah. Ketinggian peradaban Islam pada
masa Dinasti Abbasiyah merupakan dampak positif dari aktifitas “kebebasan berpikir” umat Islam kala itu yang tumbuh subur ibarat cendawan di musim hujan. Setelah jatuhnya Dinasti Abbasiyah pada
tahun 1258 M, peradaban Islam mulai mundur. Hal ini terjadi akibat dari merosotnya aktifitas pemikiran umat Islam yang cenderung kepada ke-jumud-an (stagnan). Setelah berabad-abad umat Islam
terlena dalam “tidur panjangnnya”, maka pada abad ke-18 M mereka mulai tersadar dan bangkit dari stagnasi pemikiran untuk mengejar ketertinggalannya dari dunia luar (Barat/Eropa).
Perkembangan pemikiran dan peradaban Islam ini karena didukung oleh para khalifah yang cinta ilmu pengetahuan dengan fasilitas dan dana secara maksimal, stabilitas politik dan ekonomi yang mapan. Hal ini seiring dengan tingginya semangat para ulama dan intelektual muslim dalam melaksanakan pengembangan ilmu pengetahuan agama, humaniora dan eksakta melalui gerakan penelitian, penerjemahan dan penulisan karya ilmiah di berbagai bidang keilmuan. Kemudian gerakan karya nyata mereka di bidang peradaban artefak.
Melalui gerakan pemikiran Islam, berkembang disiplin ilmuilmu agama atau ilmu-ilmu keislaman, seperti ilmu al-Qur’an, ilmu qira’at, ilmu Hadist, ilmu kalam/teologi, ilmu fiqh, ilmu tarikh, ilmu bahasa dan sastra. Di samping itu berkembang juga ilmu-ilmu sosial dan eksakta, seperti filsafat, logika, metafisika, bahasa, sejarah, matematika, ilmu alam, geografi, aritmatika, mekanika, astronomi, musik, kedokteran dan kimia. Ilmu-ilmu eksakta melahirkan teknologi yang sangat dibutuhkan dalam menunjang peradaban umat Islam.
Hasil dari perkembangan pemikiran yang sudah dirintis dari periode klasik awal adalah kemajuan peradaban Islam yang mencapai puncak kejayaannya terutama pada masa dua khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu khalifah Harun al-Rasyid (786-809 M) dan anaknya al-Makmum (813-833 M). ketika keduanya memerintah, Negara dalam keadaan makmur, kekayaan melimpah, keamanan terjamin, walaupun ada juga pemberontakan tapi tidak terlalu mempengaruhi stabilitas politik Negara, dan luas wilayah kekuasaan Dinasti Abbasiyah ini mulai dari Afrika Utara sampai ke India (Samsul Munir Amin, 2010: 144).
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Daftar Isi 4
Previous
Next
Spesifikasi Buku
Cetakan I, Desember 2025; 188 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi Bookpaper, warna hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 150.000
Rp 116,500
Tentang Penyunting
Refileli, MA, dkk
Sejak lulus MAN melanjutkan pendidikan S1 di IAIN Imam Bonjol Padang di Fakultas Adab Prodi Sejarah Kebudayaan Islam, lulus pada tahun 1994. Dan melanjutkan jenjang S2 di UIN Sultan Sarif Kasim di Riau dengan kosentrasi Sejarah Peradaban Islam tahun 2006. Ia mengajar di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dengan minat kajian pada sejarah peradaban islam. Tulisantulisannya mengelaborasi moderasi beragama dari sisi akidah, syariah, dan akhlak, sekaligus menunjukkan bahwa keseimbangan antara dimensi duniawi dan ukhrawi menjadi fondasi etis bagi kehidupan sosial.