Ekologi Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Upaya Pengelolaan Berkelanjutan

Buku ini dapat menjadi referensi bagi siswa, mahasiswa (S1,
S2 dan S3), praktisi ekologi dan perikanan dalam mengenal dan
melakukan konservasi bagi mangrove (hutan bakau) beserta habitat
kepiting bakau, di samping juga bagi hewan aquatik lainnya.

Ekologi Kepiting Bakau

Bakau (Scylla serrata) dan Upaya Pengelolaan Berkelanjutan ini dapat dituntaskan dan dihadirkan pada kalangan akademik ilmu kelautan dan ilmu lingkungan umumnya, dan secara khususnya untuk kalangan akademik pengajaran bidang sumberdaya perairan, pesisir dan kelautan.

Secara umum Indonesia memiliki berbagai ekosistem yang beragam di wilayah pesisir dan laut, dan semua ekosistem tersebut saling memiliki keterkaitan antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya. Termasuk dalam hal ini ekosistem di dunia mangrove (bakau) yang mengandung banyak habitat. Salah satu habitatnya adalah kepiting bakau (Scylla serrata), yang perlu dipelajari dari sisi ekologinya. Untuk itulah sangat penting kita menghadirkan kajian ekologi kepiting bakau ini secara ilmiah. 

Bagi Provinsi Sumatera Barat, kajian ekologi kepiting bakau secara ilmiah ini tambah lebih penting lagi. Provinsi Sumatera Barat yang terletak di pantai barat Sumatera ini berhubungan langsung dengan Samudera Hindia dan mempunyai luas perairan sekitar 138.750 km², belum termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Panjang garis pantai Provinsi Sumatera Barat keseluruhan, termasuk Kepulauan Mentawai, adalah 2.420 km, dengan jumlah pulau-pulau kecil sekitar 125 buah. Dari kawasan ini didapati beberapa ekosistem di antaranya ekosistem bakau (mangrove), yang merupakan habitat bagi kepiting bakau.

Ekosistem mangrove Sumatera Barat terdapat di tujuh kabupaten/kota (Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai) dan pada pulau-pulau kecil lainnya. Melihat kondisi hutan mangrove dan ekosistemnya saat ini, penulis mencoba memberikan informasi dan mengkaji secara mendalam seputar ekologi kepiting bakau dan pengelolaan yang berkelanjutan dalam usaha tetap terjaganya potensi dari kepiting bakau tersebut. Hasil kajian melalui buku ini diharapkan menjadi referensi bagi siswa, mahasiswa (S1, S2 dan S3), praktisi ekologi dan perikanan dalam mengenal dan melakukan konservasi bagi mangrove (hutan bakau) beserta habitat kepiting bakau, di samping juga bagi hewan aquatik lainnya.

Buku ini terdiri dari sembilan bagian. Bab pertama berisi pengantar mengenai ekologi kepiting bakau, bab kedua mengenai deskripsi kepiting bakau, bab ketiga mengenai habitat ekosistem mangrove, bab keempat mengenai peran ekologis kepiting bakau, bab kelima mengenai adaptasi dan perilaku kepiting bakau, bab keenam tentang dinamika populasi kepiting bakau, bab ketujuh membahas ancaman terhadap ekosistem mangrove dan kepiting
bakau, bab kedelapan mengenai upaya konservasi dan pengelolaan ekosistem mangrove, dan bab kesembilan membahas aplikasi ekologi kepiting bakau dalam pengelolaan sumber daya alam.

Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!

DAFTAR ISI

Daftar Isi 1
Daftar Isi 2
Daftar Isi 3
Daftar Isi 4
Previous
Next

Spesifikasi Buku

Cetakan I, Februari 2025;  215 hlm, ukuran 15,5 x 23 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.

Harga Buku

Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.

Rp 150.000

Rp 126,500

Tentang Penulis

Dr. Ir. H. Eni Kamal, M.Sc.

S1 di Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, mengambil Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (lulus tahun 1988). Setelah lulus S1, melanjutkan kuliah S2 di Universiti Pertanian Malaysia dengan mengambil Jurusan Coastal Management (lulus tahun 1995). Lalu melanjutkan kuliah S3 di Universiti Putra Malaysia pada Jurusan Marine Biology and Ecology (lulus tahun 2005).
Dosen (staf pengajar) tetap pada Program Studi S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta dan Program Studi S2 Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan Universitas Bung Hatta. Mata kuliah yang diampu di antaranya adalah Ekologi Perairan, Konservasi dan Rehabilitasi Perairan, Pesisir dan Kelautan, Tipologi Ekosistem Pesisir dan Kelautan, Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, dan mata kuliah lainnya. Juga aktif mengajar pada Sekolah Pascasarjana Program Studi S2 dan S3 Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) yang mengampu mata kuliah Ekologi Perairan serta Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Kelautan. Selain menjadi dosen, juga pernah memegang beberapa jabatan, yaitu sebagai Sekretaris Pusat Studi Perikanan (1991-1992); Ketua Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (1995-1997); Manajer Koperasi Keluarga Besar Universitas Bung Hatta (2003-2004); Direktur Program Pascasarjana (PPs) Universitas Bung Hatta (2005- 2007); Wakil Rektor II Universitas Bung Hatta (2007-2011). Pernah pula memegang jabatan Ketua Mitra Bahari Konsorsium Provinsi Sumatera Barat (2014-2019); Ketua Komite Wakil Ketua Bidang Kelautan pada KADIN Sumatera Barat (2017-2023); Ketua Bidang Kebijakan Kelautan dan Perikanan Mitra Bahari Nasional (2015-2018); Anggota Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta Bidang Pemeliharaan dan Aset (2014-2010); Koordinator dan anggota Majlis Pertimbangan Kelitbangan Provinsi Sumatera Barat; Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sumatera Barat (2023-sekarang); Ketua Pusat Studi Mangrove FPIK Universitas Bung Hatta (2022-sekarang); Ketua Yayasan Mangrove Sumatera Barat; Staf Ahli/Dewan Pakar pada DPRD Provinsi Sumatera Barat (2022- sekarang).

Dr. Amelia Sriwahyuni Lubis, S.Pi., M.Si

S1 di Universitas Bung Hatta, Padang, mengambil Jurusan Budidaya Perairan (lulus tahun 2018). Setelah lulus S1, melanjutkan kuliah S2 di Universitas Andalas (Unand) Padang dengan mengambil Program Studi S2 Biologi (lulus tahun 2021). Lalu melanjutkan kuliah S3 juga di Universitas Andalas pada Program Studi S3
Biologi (lulus tahun 2024). Staf pengajar (dosen) tetap pada Program Studi S1 Budidaya Perairan (BDP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta. Mata kuliah yang diampu adalah Biologi Umum, Marikultur, dan mata kuliah lainnya. Selain menjadi staf pengajar, juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penelitian di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (2024-sekarang); Sekretaris Dewan Profesi dan Pakar ISPIKANI Sumatera Barat (2024-2028); Anggota Tim Kelompok Kerja Pengelolaan Ekosistem Mangrove Daerah Sumatera Barat (2023-2028); Tim Ahli Pemetaan Potensi Budidaya Lobster di Sumatera Barat (2023-2024); Associate Editor di Journal of Marine and Estuarine Science (2024-sekarang); Editorial Board di Jurnal Implementasi Riset Universitas Bung Hatta (2024-2025); dan berbagai organisasi lainnya.

Zavira Mayzuri, S.Pi.,

Setelah lulus S1, aktif menjadi asisten dosen di FPIK Universitas Bung Hatta dan menjadi enumerator budidaya laut dan manajemen kawasan pesisir. Peran jadi asisten dosen yang dilakoni adalah pada mata kuliah Marine Culture, Dinamika Populasi, Konservasi dan Rehabilitasi Perairan, dan mata kuliah lainnya