Buku ini adalah jendela kenangan dan kebanggaan tentang Kaur tempat di mana keberagaman bahasa, budaya, dan kisah hidup dirangkai dalam tulisan yang hangat dan menginspirasi.
Kaur dalam Ingatan: Cerita, Budaya, dan Keberagaman yang Menyatukan
Perempuan tidak hanya hadir sebagai objek kekaguman, tapi juga sebagai ruang renung. Dalam tubuhnya, ada nyeri yang disembunyikan, ada kelembutan yang tidak perlu diumumkan, ada cinta yang tak mengharuskan kepemilikan.
Antologi puisi ini lahir dari percakapan diam antara tubuh dan batin. Ia bukan sekadar kumpulan kekaguman terhadap perempuan, melainkan usaha menyelami sikap, perilaku, dan cara perempuan
bertahan dengan sunyi yang tak semua orang lihat.
Saya menulis dengan pelan, karena banyak hal dalam hidup tidak bisa dipahami secara tergesa. Saya menulis dengan diam, karena beberapa hal memang lebih jujur jika tidak diteriakkan. Dalam setiap bait, saya tidak sedang memuji perempuan secara berlebihan, tapi sedang mengakui bahwa saya, sebagai lelaki, masih belajar mencintai tanpa merasa paling tahu arah.
Buku kumpulan puisi Bahasa untuk Menyebut Namamu adalah upaya saya memahami perempuan yang berjalan tanpa ingin dikawal, mencinta tanpa perlu diumumkan, dan hidup tanpa perlu menang
Dapatkan Bukunya Sekarang Juga!
DAFTAR ISI




Previous
Next
Spesifikasi Buku

Cetakan I, Juli 2025; 132 hlm, ukuran 14 x 20 cm, kertas isi HVS hitam putih, kertas cover ivory 230 gram full colour, jilid lem panas (soft cover) dan shrink bungkus plastik.
Harga Buku
Sebelum melakukan pembayaran, cek ketersediaan stock kepada admin. Jika buku out of stock pengiriman membutuhkan waktu – 3 hari setelah pembayaran.
Rp 100.000
Rp 77,700

Tentang Penulis

Valentino Satriowibowo Kuswinarto
lahir di Yogyakarta, sehari setelah Hari Valentine. Ia tumbuh dalam keheningan yang gemar mencatat, menuliskan halhal kecil yang luput dari sorot cahaya. Terinspirasi oleh kelembutan yang meneduhkan dari puisi-puisi Joko Pinurbo, serta kedalaman spiritual dan kearifan naratif Sindhunata, ia menulis puisi dengan bahasa yang sederhana namun tak pernah benar-benar selesai dipahami. Valentino pernah menerbitkan buku antologi puisi berjudul Lumen Lucis yang memuat perenungan akan cahaya, luka, dan tubuh. Kumpulan puisi Bahasa untuk Menyebut Namamu adalah antologi keduanya, sebuah penghormatan diam terhadap perempuan dan segala yang tak terucap.