120 DAYS

https://1.bp.blogspot.com/-1gGbjE1IDGk/WY0ankTbLmI/AAAAAAAABEg/j6OznkVkgmgc_h5d84m-Gn7DjZ--YYtKACLcBGAs/s72-c/IMG_20170811_093236.jpg click to zoom
Ditambahkan 21.18
Kategori Percetakan POD Produk
Harga Rp. 58.000 @ Sinopsis : “Tidak ada toleransi untuk kesalahan sekecil apapun!” Devan menggebrak meja di hadapanny...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review 120 DAYS




















Rp. 58.000 @

Sinopsis :

“Tidak ada toleransi untuk kesalahan sekecil apapun!” Devan menggebrak meja di hadapannya.

Cekrek,

Pintu terbuka tiba-tiba, dan semua perhatian laki-laki yang berjumlah sekitar tujuh atau delapan orang itu beralih dari boss yang super galak, pada seorang gadis muda yang tampak begitu menyegarkan dipagi hari yang suntuk karena harus sudah menerima omelan dari boss super tempramental yang gila kerja.

“Siapa kamu?” Devan segera menoleh pada seorang gadis muda dengan rambut ekor kuda, begitu terlihat cute dan girly dengan terusan berwarna merah.

“Michelle Lovista Dinar Mirantika pak.” Gadis itu menjawab dengan muka tegang.

“Saya ngga nanya siapa nama kamu, tapi saya tanya siapa kamu?”Devan memasukkan tangannya ke dalam saku celana, satu tangan lainnya menggaruk alisnya. Sementara beberapa orang yang ada di ruangan tampak tertawa geli.

“Diam!!” Perintah Devan dan seketika suasana menjadi hening.

“Anak magang pak.” Gadis muda itu tampak ketakutan.

“Siapa yang suruh kamu masuk ke ruang  meeting?” Devan mendekati gadis itu.

“Em.... bu Emil pak.”Gadis itu menunduk, tagannya gemetar.

“Kamu kembali ke bu Emil, terus tanya dimana ruangan saya.” Devan semakin mengintimidasi “Kamu tunggu di ruangan saya.”

“Baik pak.”  Gadis itu berbalik, keluar dari ruangan tanpa menutup kembali pintu.

“Ok. Lanjut yang tadi.” Perhatian Devan kembali ke rencananya megomeli semua staffnya itu, saat tiba-tiba gadis itu kembali lagi.

“Maaf pak, tadi saya lupa permisi.”

Rahang Devan mengeras, tatapannya tajam pada gadis itu, membuat gadis itu ketakutan.

“Permisi.” Gadis itu menyapa semua pria yang duduk melingkar di meja ruang  meeting, lalu menatap Devan, memaksakan senyumnya, meski dia tetap terlihat manis dengan senyum itu, tapi Devan tidak membalasnya. Dia hanya terus menatap gadis itu dengan tatapan kekesalan.

Devan melanjutkan omelannya seketika setelah Michelle kembali keluar dari ruang  meeting.

Identitas Buku  :
Judul               : 120DAYS
Penulis            : Achellia Sugiyono
Penerbit          : Samudra Biru, Yogyakarta
Cetakan          : I, Juni 2017
Dimensi          : vi+362hlm, 14x21cm



Komentar