Perisai Keaswajaan Nahdlatul Wathan

https://4.bp.blogspot.com/-TBeFTmEplZc/V9IgYHlKzGI/AAAAAAAAAx8/sAnOmXOeWTspUivPOwjWBFxKjBUFaL-CgCLcB/s72-c/Untuk%2BWeb%2BPerisai.jpg click to zoom
Ditambahkan 19.55
Kategori Percetakan POD Produk Reguler
Harga Rp 28.000 @ Maulana Syekh Muhammad Zainuddin bin Abdul Majid adalah min al-‘ulama’ al-‘amilin wa al-auliya’ al-‘arifin yang telah  meng...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Perisai Keaswajaan Nahdlatul Wathan

Rp 28.000 @

Maulana Syekh Muhammad Zainuddin bin Abdul Majid adalah min al-‘ulama’ al-‘amilin wa al-auliya’ al-‘arifin yang telah  menghabiskan usia hidupnya hanya untuk ilmu dan dakwah. Jejak perjuangan beliau begitu berat dijalani demi kejayaan Islam serta umatnya. Pujian tokoh Islam sekelas Syekh Muhammad Amin al-Kutbi al-Hasani al-Makki al-Hanafi (1327-1404 H.) adalah salah satu dari sekian bukti keulamaan Maulana Syekh yang sulit diragukan lagi. Sejarah berdirinya Nahdlatul Wathan pun tidak seenteng yang dibayangkan. Beragam rintangan dan tantangan serta fitnah telah membumbui perjuangan panjang nan berat yang dilalui sang pendirinya. Akan tetapi, semua itu diterobos dengan penuh keimanan serta ketakwaan demi mencapai sebuah visi yang teramat mulia, yakni i’la’ kalimatillah wa ‘izzil Islam wal muslimin. 

Secara umum, visi tersebut berhasil digapai Maulana Syekh dikarenakan paham keagamaan serta paham kebangsaan beliau yang sama-sama kuat, moderat dan tepat sasaran. Dari sisi kebangsaan, beliau termasuk ulama Nusantara pembela NKRI yang Pancasilais serta patuh pada UUD ‘45. Adapun dari sisi keagamaan, tentu saja beliau menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah yang juga dianut jumhur umat Islam di Indonesia bahkan dunia. Segala onak dan duri yang sekiranya menghambat tercapainya visi kebangsaan dan keagamaan tersebut pun tak lepas dari perhatian Maulana Syekh sepanjang jalan perjuangan. Dan sejarah telah mencatat, dedikasi beliau dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan negara sangat patut diapresiasi dengan setinggi-tingginya.

Demikian pula dalam mempertahankan keutuhan Ahlussunnah wal Jamaah, peran beliau tidaklah remeh. Sekte Wahabi yang menjadi musuh bebuyutan Ahlussunnah wal Jamaah tidak berhasil melarikan diri dari genggaman tangan beliau. Melalui Hizib Nahdlatul Wathan, 17 kitab anti Wahabi 
peringkat tertinggi dideklarasikan beliau sebagai kitab-kitab yang harus dimiliki dan dijiwai segenap warga NW. Poin inilah yang jarang dikaji secara tajam, sehingga terbitlah karya ini sebagai buku ke-NW-an eksklusif yang seakan-akan tertimbun cukup lama dan baru saja dimunculkan kembali oleh penemunya, TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi.

Perisai Ke-Aswaja-an Nahdlatul Wathan, sebuah karya imajinatif yang betul-betul memfungsikan kembali tameng ke-Aswaja-an NW. Dan laiknya sebuah perisai (bukan pedang), maka isi dari buku ini sejatinya tidak menyerang pasukan manapun, tapi hanya membela diri dari serangan musuh yang tak kenal sopan santun. Seranganserangan itupun masih menyasar NW hingga saat ini, sehingga menjadikan buku ini semakin urgen untuk kita telaah dan miliki. Selamat membaca! (Dikutip dari Pengantar oleh TGH. M. Nashrullah Ma’shum Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Masyaikh Ma’had Darul Qur’an wal Hadits NW Pancor & Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muttaqien NW Perian)

Identitas Buku

Judul Buku : PERISAI KE-ASWAJA-AN NAHDLATUL WATHAN
Membedah 17 Literatur Anti Wahabi Rekomendasi Pendiri NW
Penerbit : Samudra Biru
Cetakan : I, April 2016
Dimensi buku : xxii + 130 hlm, 12 x 18 cm.
Penulis : H. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc., M.A.
Tata Letak : H. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc., M.A.
Sampul : Dr. TGH. Sholah Sukarnawadi, Lc., M.A.



Komentar