Praksis Paradigma, Integrasi-Interkoneksi dan Transformasi Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

https://3.bp.blogspot.com/-SbVrurXXqHY/Vx8M7ldH2wI/AAAAAAAAAu0/yFnlKIqAe3wWPvL932MJXBjkw4RwT9CYwCK4B/s72-c/2_Praksis%2BParadigma%2BIntegrasi_iv230_44x.jpg click to zoom
Ditambahkan 23.41
Kategori Percetakan POD Produk
Harga Transformasi IAIN menjadi UIN –dalam kasus UIN Sunan Kalijaga secara formal terjadi pada tahun 2004—jelas merupakan titik sejarah yang...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Praksis Paradigma, Integrasi-Interkoneksi dan Transformasi Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Transformasi IAIN menjadi UIN –dalam kasus UIN Sunan Kalijaga secara formal terjadi pada tahun 2004—jelas merupakan titik sejarah yang tidak boleh dilewatkan begitu saja dalam sejarah panjang pendidikan Islam di Indonesia. Tentu saja transformasi IAIN menjadi UIN ini hakikatnya adalah transformasi dalam dimensi akademik-keilmuannya, dan bukan sekedar perubahan fisik bangunan atau manajerial pengelolaannya. Di sinilah kemudian menjadi penting bagi setiap civitas akademik UIN untuk bisa menjawab pertanyaan tentang “bagaimana struktur keilmuan pra-UIN dan apa bedanya dengan struktur keilmuan UIN?”.
UIN Sunan Kalijaga agaknya melihat aspek yang krusial ini, sehingga sejak sangat awal rencana transformasi, aspek struktur dan epistemologi keilmuan ini menjadi perhatian utama. Tercatat sejak tahun 2002, upaya pembahasan ini mulai serius dilakukan. Pada tahun tersebut dilaksanakan Seminar Nasional dalam rangka mensyukuri kelahiran IAIN ke 51, yang diselenggarakan pada tanggal 18-19 September 2002 tentang epistemologi keilmuan yang tepat untuk UIN. Proceeding seminar tersebut kemudian diterbitkan SUKA Press dengan judul Menyatukan ilmu-ilmu Agama dan Umum: Upaya Mempertemukan Epistemologi Islam dan Umum. Tidak hanya itu, berbagai ahli dan pakar pun diundang, mulai dari para tokoh level nasional hingga yang memiliki level internasional. Dalam hal ini bisa dicatat misalnya Roundtable Discussion pada tanggal 28 Juni 2004, yang dilanjutkan dengan perumusan Kerangka Dasar Kurikulum UIN Sunan Kalijaga oleh Tim Perumus pada tanggal 3 – 5 Juli 2004. Kemudian diselenggarakan Dialog Interaktif bersama Pakar, yaitu Prof. John Haught dari Amerika, Prof. Mehdi Golshani dari Iran, juga Prof. H.M. Amin Abdullah sendiri pada tanggal 26 Juli 2004 mengenai topik Islamic Studies, Humanities, and Social Sciences: An Integrated Perspective .
Pada akhirnya disepakatilah sebuah paradigma keilmuan baru yang dikenal sebagai Paradigma Integrasi-Interkoneksi. Dengan dipelopori oleh M. Amin Abdullah selaku rektor UIN Sunan Kalijaga dan sekaligus penggagas paradigma ini, struktur keilmuan IAIN yang hampir lima puluh tahun berjalan mulai direformulasi.
Saat ini, lebih sepuluh tahun Paradigma yang dimaksud diterapkan. Tentu saja rentang waktu yang cukup panjang tersebut dalam dunia akademik yang progresif dan dinamis menuntut dilakukannya sebentuk evaluasi, revitalisasi, bahkan redefinisi dalam konteks relevansi dan kompatibilitasnya dengan berbagai perkembangan keilmuan terkini. Tidak dipungkiri pula bahwa saat ini mulai pula bermunculan pertanyaan-pertanyaan seperti sejauh mana paradigma yang dimaksud berjalan dalam aplikasinya; bagaimana praksis ideal integrasi-interkoneksi dalam bidang-bidang keilmuan di UIN Sunan Kalijaga saat ini; masihkah selaras antara ideal yag diimpikan dengan pelaksanaan dan hasilnya?; bagaimana pengalaman para civitas akademik UIN Sunan Kalijaga adakah anomali-anomali yag lahir dari penerapan paradigma tersebut?; serta adakah kemungkinan tesis-tesis baru dan ide-ide baru untuk menyempurnakan paradigma yang dimaksud?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itulah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga kemudian menyelenggarakan satu seminar nasional dalam rangka mencermati kembali perjalanan paradigma integrasi-interkoneksi di UIN Sunan Kalijaga setelah lebih sepuluh tahun dijalankan. Seminar yang dilaksanakan bulan November tahun 2014 ini menghadirkan beberapa narasumber kunci dari wacana integrasi-interkoneksi ilmu yang digagas oleh UIN sepuluh tahun lalu. Beberapa narasumber yang dimaksud adalah Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, Prof. Dr. H. Abdul Munir Mulkhan, SU., Prof. Dr. H. Machasin, MA., Prof. Dr. H. Musa Asy’arie, Prof. Dr. H. Khoirudin Nasution, MA., dan Dr. H. Hamim Ilyas, MA.

Hasil dari seminar yang dimaksud akhirnya bisa kami satukan dalam buku ini, tentunya dengan bantuan berbagai pihak


Judul
Praksis Paradigma, Integrasi-Interkoneksi dan Transformasi Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Penulis Amin Abdullah dkk
Penerbit UIN Sunan Kalijaga
Tebal-




Komentar