Implementasi Pendekatan Integratif-Interkonektif dalam Kajian Pendidikan Islam

https://4.bp.blogspot.com/-0rouDyzlHq8/Vx8OyTItEgI/AAAAAAAAAvM/22aznKstGk0B6QxJVD-85cxHVQwFV__dQCK4B/s72-c/4_IMPLEMENTASI%2BPENDEKATAN%2BPI_iv230_44x.jpg click to zoom
Ditambahkan 23.47
Kategori Percetakan POD Produk
Harga   Dalam pemikiran pendidikan dapat diklasifikasikan kepada: Pertama Sosio-Historis. Persoalan sosio-historis ini berkaitan dengan perk...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Implementasi Pendekatan Integratif-Interkonektif dalam Kajian Pendidikan Islam

 


Dalam pemikiran pendidikan dapat diklasifikasikan kepada: Pertama Sosio-Historis. Persoalan sosio-historis ini berkaitan dengan perkembangan pendidikan Islam dari masa ke masa, sejak Nabi Muhammad SAW, Khulafa al-Rasyidun, Bani Umayyah, Bani Abbas, modern, kontemporer dan seterusnya. Dalam sosio-historis paling tidak mengandung (1) kesinambungan, (2) perubahan dan (3) sebab akibat (causality). Kedua, pemikiran dan teori kependidikan/persoalan landasan atau fundasional (foundational problems of education). Masalah-masalah landasan pendidikan ialah keseluruhan masalah yang mendasari segenap praktek pendidikan dan mendasari segenap lembaga pendidikan yang dibangun untuk melaksanakan tindakan-tindakan pendidikan. Landasan-landasan pendidikan dapat berwujud berupa landasan filosofis, psikologis, biologis, antropologis, ekonomi, demografis, sosiologis dan politis. Ketiga, persoalan struktural lembaga pendidikan (structural problems of educational institutions). Masalah-masalah struktur lembaga pendidikan ialah keseluruhan masalah yang berhubungan dengan struktur lembaga yang digunakan untuk melaksanakan tindak pendidikan. Masalah yang paling banyak dibicarakan dalam hal ini sampai sekarang ialah masalah sistem pendidikan Islam (tujuan, materi, pendidik-peserta didik, starategi pendidikan dan evaluasi) dan menajemen pendidikan Islam. Keempat, kajian metodologis/persoalan operasional pendidikan (operational problems of education). Masalah-masalah operasional pendidikan ialah keseluruhan masalah tentang cara melaksanakan tindak pendidikan, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan formal di sekolah maupun dalam lingkungan pendidikan non formal di luar sekolah. Keempat bidang kajian tersebut pada hakikatnya dimaksudkan agar dapat membentuk manusia seutuhnya baik dimensi lahir maupun batin dan menjadi pembawa rahmat bagi seluruh sekalian alam.
Pendidikan dalam arti luas ialah semua pengalaman adalah pendidikan dan semua pendidikan adalah pengalaman. Sedangkan dalam arti sempit pendidikan ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pengertian tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan Nasional ialah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Bab II Pasal 3). Untuk mencapai tujuan tersebut para pendidik (guru dan dosen) harus mengerti tidak hanya menguasai agama Islam tetapi juga harus paham ilmu-ilmu lainnya. Dengan pemahaman tersebut pada pendidik akan dapat mentransfer dan mentransformasikannya kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat mendialogkan hal-hal yang bersifat teosentris (ilmu-ilmu keagamaan), antroposentris (ilmu-ilmu kemanusiaan), dan kosmosentris (ilmu-ilmu yang bersifat kealaman atau eksakta).
Substansi dari peoses pendidikan agar dapat mengembangkan potensi peserta didik secara seimbang dan optimal tentang kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerasan emosional, kecerdasan kinestetik-keterampilan, dan pembentukan karakter yang bersumber dari falsafah Negara, budaya-tradisi dan spiritual keagamaan. Pengembangan potensi peserta didik tersebut dilakukan dalam system pendidikan secara integral, bertahap dan berkelanjutan baik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler dengan berbagai strategi pembelajaran, berbagai materi dan pengalaman belajar. Untuk para pakar pendidikan menawarkan berbagai konsep yang menyangkut berbagai hal, seperti tataran filosofisnya, materi, strategi, sarana dan prasarana, manajemen, politik-kebijakan, kompetensi-etika pendidik dan peserta didik, dan lain-lain. Berikutnya lebih mengarah pada strategi kajian pendidikan Islam.

Judul
Implementasi Pendekatan Integratif-Interkonektif dalam Kajian Pendidikan Islam 
Penulis M.Amin Abdullah dkk
Penerbit UIN Sunan Kalijaga
Tebal-



Komentar