Meretas Belenggu Kekerasan

https://1.bp.blogspot.com/-lXzVC2TE_mY/WDbolYiSRrI/AAAAAAAAA3I/kQRRNcFyKKEk_szrziKULoNioFTvN5z1wCLcB/s72-c/Cover%2BBelenggu%2BKekerasan%2Bupload.jpg click to zoom
Ditambahkan 05.19
Kategori Percetakan POD Produk
Harga Rp 43.000 @ Buku ini merupakan hasil dari penelitian lapangan yang dilakukan tim PPRBM Solo terhadap kasus-kasus...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Meretas Belenggu Kekerasan

























Rp 43.000 @

Buku ini merupakan hasil dari penelitian lapangan yang dilakukan tim PPRBM Solo terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak difabel di empat kabupaten: Boyolali, Klaten, Wonogiri dan Sukoharjo. 

Fokus penelitian diarahkan kepada empat aspek yakni: faktor pencetus kekerasan (risk factors), bentuk kekerasan yang dialami, dampak kekerasan yang dirasa-kan, dan respons yang diberikan oleh perempuan dan anak difabel dalam menghadapi kekerasan yang mereka alami.

Penelitian melibatkan 200 orang partisipan dari 4 kabupaten wilayah penelitian. Perekrutan partisipan didasarkan pada satu kriteria yaitu perempuan difabel dan anak difabel yang pernah mengalami kekerasan. Sebagaimana banyak dilansir di berbagai penelitian difabilitas, minimnya data atau tidak adanya data yang terverifikasi dan tersegregasi kerap menjadi kendala signifikan. 

Kondisi tersebut juga dialami dalam peneli-tian ini. Sebagai pijakan awal, tim peneliti menggunakan data yang dimiliki di-nas sosial di empat kabupaten lokasi penelitian. Namun tim kemudian mendapati tidak validnya informasi yang ada di dalam data yang tersedia. Misalnya nama, alamat, usia, dan jenis difabilitas banyak ditemukan tidak sesuai fakta yang ada. 

Beberapa nama tidak dikenal di lingkungannya meskipun alamatnya jelas, terkadang nama yang tercantum sudah pindah ke tempat lain dan tidak diketahui lagi alamatnya. Usia saat pendataan pun berbeda jauh dari usia yang tercantum dalam database. Saat didatangi oleh peneliti, usia parti-sipan sudah 29 tahun padahal dalam database usianya pada tahun 2011 adalah 17 tahun.

Tingkat pendidikan partisipan dalam penelitian ini sangat beragam, meskipun mayoritas partisipan pernah sekolah (66%) namun tingkat pendidikannya hanya setingkat sekolah menengah (SMP/SMA), jumlahnya hanya 30% dari total partisipan yang pernah sekolah. Hanya ada satu orang partisipan yang berpendidikan strata satu (S1). Sebanyak 33,5% partisipan tidak disekolahkan dan tidak pernah mendapatkan pendidikan.

Pemenuhan hak mendapatkan pendidikan bagi difabel terendah di Kabupaten Boyolali. Hanya 38% partisipan yang mengenyam pendidikan. Sisanya tidak pernah sekolah. Meskipun di kabupaten lain pemenuhan hak pendidikan bagi difabel cukup bagus namun tingkat pendidikan difabel rata-rata hanya sekolah dasar, baik di sekolah umum maupun di SLB........ (Kutipan pendahuluan dalam bukunya)


Daftar isi_1






























Daftar isi_2


























Identitas Buku
Judul : MERETAS BELENGGU KEKERASAN Pemetaan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Difabel di Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Wonogiri
Penulis : Ro’fah, Ph.D. dan Dyah Ningrum Roosmawati, SS
Penerbit : PPRBM Solo bekerjasama dengan Samudra Biru
Cetakan : I, Desember 2014
Dimensi : 132 hlm, 16 x 24 cm


----------------------------------------------------------------------------
Buku ini merupakan hasil pengembangan dari riset yang dilakukan oleh tim PPRBM Solo dengan tim riset antara lain: Ro’fah, Ph.D. dan Dyah Ningrum Roosmawati, SS (Peneliti Utama) Dwi Wisnu Wardana, SPd., Mohamad Rofik, SPd., Qoriek Asmarawati, SP., dan Sabihis (Assistant Research).
----------------------------------------------------------------------------




Komentar