Sejarah Penyaliban Kristus dalam Islam dan Kristen

https://3.bp.blogspot.com/-YAR_MAaSj4Q/VvC7PzD5TEI/AAAAAAAAAgs/3ynr7YBLA7I79skJt-HVWL6trJynpBtew/s72-c/Sejarah%2BPenyaliban%2B3%2Bdepan.jpg click to zoom
Ditambahkan 20.31
Kategori Percetakan Produk
Harga Buku kecil yang kini ada di tangan Anda, hendak membahas kesejarahan penyaliban Yesus Kristus di dalam  Kristen dan Islam. Di dalam for...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Sejarah Penyaliban Kristus dalam Islam dan Kristen



Buku kecil yang kini ada di tangan Anda, hendak membahas kesejarahan penyaliban Yesus Kristus di dalam Kristen dan Islam. Di dalam forum dialog teologis Islam-Kristen, penyaliban Yesus selalu menjadi topik yang tidak pernah alpa dibicarakan. Sebabnya jelas, di dalam Alkitab dan al-Qur’an, kisah penyaliban ini sama-sama dijumpai. Namun, seringkali terjadi perbedaan pandangan antara keduanya. Sebenarnya, perbedaan itu sendiri adalah hal yang wajar dalam dunia agama-agama. Yang terpenting bukan pada perbedaan itu, namun bagaimana menyikapinya. Demikian juga soal penyaliban Yesus, yang antara Islam dan Kristen memiliki tradisinya masing-masing. Sesungguhnya, bagaimanakah fakta kesejarahan penyaliban itu sendiri. Hal ini terlepas dari keyakinan normatif yang dimiliki oleh kedua pihakterhadap kitab sucinya. Pada satu pihak, Islam meyakini bahwa al-Qur’an adalah wahyu Allah. Karena itu, isinya diyakini mengandung kebenaran yang menjadi pedoman hidup. Sedangkan bagi iman Kristen, Injil juga diyakini sebagai kitab yang diilhamkan oleh Allah sendiri. Bila demikian, pelacakan historis adalah jalan tengah untuk melihat penyaliban Kristus lebih objektif. Bagi seorang sejarawan, fakta-fakta historis dibiarkan berbicara sendiri di atas keyakinan pribadi yang dimilikinya. Sejarah adalah tetap sejarah. Setiap kelompok manapun, berhak untuk memiliki keyakinan normatifnya masing-masing terhadap agama yang dipeluknya. Namun sejarah tidak boleh tunduk dalam keyakinan normatif agama tertentu. Sejarah harus dihormati sebagai sesuatu yang objektif, tidak memihak, dan berdiri di atas fakta-fakta yang bisa di pertanggungjawabkan. Karena itu, buku ini mengajak pembaca untuk lebih jauh melihat unsur kesejarahan dalam penyaliban Kristus. Sehingga melaluinya, pembaca diharapkan dapat melihat penyaliban Kristus lebih objektif lagi. Pada bab pertama buku ini, saya membahas mengenai kesejarahan penyaliban dan makna teologisnya dalam kekristenan. Sedangkan pada bab kedua, saya membahas tradisi penyaliban Kristus dalam Islam. Hal ini meliputi munculnya ragam penafsiran dalam Islam seputar akhir hidup Yesus. Sebab, di dalam tradisi Islam telah muncul banyak legenda seputar penyaliban Kristus. Dan kita harus bisa melacak latar belakang teologis dibalik munculnya macam-macam penafsiran tersebut.
Lalu pada bab tiga, pembaca akan diajak untuk mengkritisi salah satu literatur polemik yang cukup terkenal, yakni Injil Barnabas. Sudah lama Injil Barnabas begitu populer di kalangan polemikus Islam, sampai-sampai karena kepopulerannya tersebut, mereka lupa untuk mengkritisinya secara historis. Karena itu, pada bab ini pembaca diajak untuk menelusuri kembali kelam kabut masa lalu. Bagaimana asal-usul munculnya injil palsu ini, dan meneliti apakah injil ini layak digunakan sebagai sumber rujukan tentang penyaliban Kristus.
Sedangkan pada bab keempat, pembaca akan diajak untuk lebih dalam lagi membahas teori tidak matinya Yesus di atas salib. Meskipun sekilas, teori tidak matinya Yesus ini sudah dibantah pada bab satu. Namun pada bab empat ini, pembaca akan diajak untuk mengkritisinya lebih dalam lagi. Bukti-bukti tekstual dan tinjauan medis tentang penyaliban dan kematian Yesus akan dipaparkan jelas dalam bab ini. Pada bab lima, saya akan membahas pertanyaan populer yang berhubungan dengan penyaliban. Seringkali dianggap, bahwa Yudas berjasa dalam kematian Yesus. Logikanya, jika Yudas tidak mengkhianati dan menyerahkan Yesus, maka Yesus tidak akan disalib. Sehingga secara otomatis tidak akan ada penebusan. Benarkah Yudas berjasa dalam penyaliban Yesus? Benarkah penyaliban Yesus terjadi hanya karena pengkhianatan Yudas? Temukan jawabannya dalam bab ini.
Lalu pada akhir buku ini, pembaca Kristen dan Islam akan diajak untuk merefleksikan peristiwa penyaliban Kristus. Terlepas dari penghayatan teologis masing-masing pihak terhadap penyaliban Kristus, bagaimanakah penyaliban Kristus dari sudut pandang kemanusiaan? Salib menjadi contoh ketika kebenaran mau dikalahkan oleh kejahatan. Namun, kejahatan tidak akan pernah menang atas kebaikan. Sebab sumber kebaikan adalah Allah sendiri, yang dengan kuasaNya mampu menaklukkan kejahatan. Dan setiap manusia, yang diciptakan menurut citra Allah, memiliki panggilan yang sama untuk menaklukkan kejahatan. Di dalam salib, kita melihat dikalahkannya egoisme pribadi oleh pengorbanan kasih. Caci maki dan kutuk dikalahkan oleh ucapan berkat. Semua ini tentu layak menjadi sumber inspirasi di tengah dunia yang semakin dingin menyapa sesamanya ini.


Judul
Sejarah Penyaliban Kristus dalam Islam dan Kristen
Penulis Leonardo Winarto
Penerbit Memra Publishing
Tebalxiv+118 halaman



Komentar