Manifesto Gerakan Intelektual Profetik

https://3.bp.blogspot.com/-9MSKD5XKzbA/Vxg9ix45PVI/AAAAAAAAAoo/C3oJN-JQxQcJwi2vE1Q_8LWq1CH6floxACK4B/s72-c/Cover%2Bdummy.jpg click to zoom
Ditambahkan 23.36
Kategori Percetakan POD Produk Reguler
Harga Rp 39,500 @ Assalaamu’alaikum Wr. Wb.  Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP  IMM) menyampaik...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Manifesto Gerakan Intelektual Profetik
























Rp 39,500 @

Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas terbitnya buku Manifesto Gerakan Intelektual Profetik karya Abdul Halim Sani. Di kalangan kader-kader IMM penulis dikenal memiliki perhatian dengan kajian tentang pemikiran ideologis dan konseptual gerakan. 

Kiranya dapat dipahami disamping terlahir sebagai kader IMM di Yogyakarta yang dikenal sebagai ‘sarang’ intelektual IMM, penulis juga merupakan instruktur nasional perkaderan IMM yang selama beberapa tahun terakhir ini sangat aktif mendampingi forum-forum kaderisasi IMM. 

Karya tulis seperti ini memang dinanti-nantikan kehadirannya, mengingat minimnya referensi mengenai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah baik dalam konteks historisitasnya maupun pergolakan pemikiran yang tumbuh di dalamnya. 

Kebutuhan akan referensi sejarah dan gagasan tersebut kian terasa saat kita menyadari kecenderungan menguatnya IMM di kampus-kampus saat ini, baik secara kuantitatif maupun kualitas kiprahnya di tengah ruang publik. 

Sebagai organisasi mahasiswa kita tentu meniscayakan keseimbangan antara kekuatan praksis gerakan dan kematangan konseptual. Keseimbangan antara teori dan praktek inilah yang mampu memberi garansi akan hadirnya progresifitas gerakan mahasiswa. Diskursus mengenai intelektual profetik di kalangan kader-kader IMM amat kuat dipengaruhi oleh gagasan Kuntowijoyo, seorang tokoh intelektual muslim yang memiliki perhatian besar terhadap intelektualaktivis muda di era 90-an. 

Internalisasi gagsan Kuntowijoyo dalam konstruksi pemikiran kader-kader IMM tidak hanya disebabkan oleh kedekatan Kuntowijoyo dengan Muhammadiyah, melainkan juga disebabkan compatibility narasi awal kelahiran IMM yang mengusung etos intelektualisme sekaligus keberpihakan atas realitas ketertindasan yang ada di sekelilignya. 

Hal ini sebangun dengan konsepsi intelektual profetik Kuntowijoyo yang mensyaratkan munculnya kesadaran, kualitas intelektual dan militansi aktivisme secara bersamaan dalam setiap anakanak muda Islam yang sadar akan kondisi umat dan bangsanya. 

Kehadiran buku ini kian relevan sebagai bacaan kader-kader Ikatan dan aktivis mahasiswa secara keseluruhan, mengingat kian masifnya dekadensi akar konseptual aktivis mahasiswa pada era ini, sementara realitas ketertindasan di tengah masyarakat dan bangsanya semakin kentara. Kemiskinan, korupsi, kebodohan, kesenjangan sosial, dan demokrasi ‘seolah-olah’ yang saat ini niscaya menjadi konsen aktivis mahasiswa, tidak cukup diperjuangkan melalui aktivisme teatrikal semata. 

Aktivis mahasiswa dalam praksis gerakannya tentu tidak hanya memerlukan kekuatan praksis metodologis melainkan juga membutuhkan intelectual enrichment. Intelektual excercise yang dituliskan dengan cukup baik oleh Abdul Halim Sani ini patut menjadi tauladan bagi kader-kader IMM lainnya agar turut pula memberikan konstribusi pikiran dalam karya-karya yang lain. 

Sesederhana apa pun gagasan yang kita miliki, sepanjang dapat dituliskan dalam tulisan seperti ini tentu akan menjadi sumbangan yang sangat berharga dan mendorong munculnya diskursus lanjutan yang akan memperkaya khasanah intelektual kader-kader IMM dan aktivis mahasiswa pada umumnya. (Pengantar Ton Abdillah Has Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)

Identitas Buku
Judul : Manifesto Gerakan Intelektual Profetik
Penulis: Abdul Halim Sani
Editor : Kasyadi
Penerbit : Samudra Biru
Cetakan : I, Maret 2011
Dimensi : 14 x 20 cm, xxx + 235 hlm



Komentar